Eva My Life Line

Eva My Life Line
tuntaskan sendiri


__ADS_3

Karena wanita di ciptakan dengan sempurna, melengkapi sisi kurangnya lelaki yang belum seutuhnya benar.


.


.


.


.


" Aku mencintau mu An, sungguh! aku sangat mencintai mu." bisik Mario dengan deru nafas yang begitu hangat di terlinga Anna saat Mario mengucapkan cintanya dengan suara yang begitu lembut.


Menatap wajah Anna dengan saling memandang dan mulai menempelkan keningnya ke kening Anna, Merasakan bagaimana hembusan nafas Mario yang teratur dan sangat menghangat di wajah Anna dengan Anna yang menutup mata sesaat saat jantungnya mulai berdetak kencang.


" Aku tau kamu mencintai Dani Ann." ucap Mario membuat mata Anna terbuka dan menatap mata Mario. " Tapi bisa kah kamu membuka sedikit saja hati mu untuk ku, agar kamu tau bagaimana rasanya di cintai. Walaupun nanti kamu akan memilih ku atau tidak." ujarnya lagi dengan tersenyum dan mencium kening Anna sebelum melepaskan pelukannya, memberi jarak bagi Anna saat dia sedang kembali menutup mata.


Membuka mata saat cengkraman di pinggangya sudah tidak ada dan mendapati Mario yang sudah menjaga jarak darinya dan Akan berbalik meninggalkan Anna, jika Anna tidak memegang tangannya.


Pertama kali mendapati Anna yang mau menyentuhnya tanpa paksaan, Mario pun mulai menatapnya dengan tersenyum.


Bukan Mario yang memulai terlebih dulu, tapi kali ini Anna yang terlebih dulu memulainya hingga membuat Mario tersentak kecil dan membulatkan mata saat Anna mencium bibirnya.


Merapatkan tubuh Anna dengan tangan yang menyentuh pinggang dan tangan yang satunya memberikan sentuhan yang sangat menggelikan di leher serta belakang telinga Anna. Membalas ciuman Anna dengan saling M*l*m*t, menggigit, bertukar saliva dan saling bermain lidah.


Terbuai dengan sentuhan Mario hingga tanpa Anna sadari, ia mendesah pelan dan itu membuat birahi Mario semakin tinggi. Mengangkat tubuh Anna tanpa melepas ciumanya, mendudukkannya di atas meja kerja, membuka tiga kemeja kancing Anna dan beralih menciumi leher Anna, memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat Anna menggeliat geli dan mendesah lagi.


Memberikan tanda merah di bahu Anna yang mungkin akan lama hilang sekitar seminggu dan mulai menatap Anna yang menutup matanya dengan tubuh yang bergetar.


Memeluk tubuh Anna yang berada di atas meja dengan membisikkan di telinganya " Ayo kita nikah An." ucapnya, dengan Mario yang juga mengatur nafas saat ia mulai tersadar dan bisa menahan nafsunya untuk tidak membuat wanita yang di cintainya menangis karena ulahnya yang belum menikahinya.


Tertawa kecil di dalam pelukan Mario dan membalas pelukan Mario dengan erat. " Datang lah ke rumah kakek ku untuk segera menikahi ku." ucapnya, hingga Mario melepaskan pelukannya, melihat wajah Anna dan memintanya untuk mengulangi perkataannya lagi.

__ADS_1


" Bisa kau ulangi Sayank." tanya Mario membuat Anna tersenyum dan menggigit bibir bawahnya.


" Kamu tau kan di mana alamat rumah ku." tanya Anna dan di anggukkan Mario dengan cepat " Mau menikah dengan ku." lagi-lagi Mario mengangguk dengan cepat.


" Capat datang ke rumah, aku menunggu lamaran mu." ucapnya dengan pipi yang merona karena malu untuk mengucapkannya lagi.


Mario yang mendengar ucapan Anna melengkungkan bibir dengan sempurna tanpa paksaan, hingga ia memeluk Anna dengan erat. Menggoyangkan tubuh Anna dengan gemas dalam pelukannya dan menciumi seluruh wajah Anna hingga membuat Anna merasa geli serta tertawa kecil melihat tingkah Mario.


" Apa kamu sudah mencintai ku Ann." tanya Mario yang terlalu senang saat Anna menyuruhnya untuk datang ke rumah dan melupakan untuk bertanya terlebuh dulu.


" Jujur.!" kata Anna dan di anggukkan oleh Mario. " Bukannya aku mempunyai kesempatan, membuka hati ku kembali untuk seseorang yang mengejar cinta ku. Dan maka dari itu aku akan belajar untuk mencintai mu." ucap Anna dengan jujur karena memang Anna sudah mempunyai rasa sedikit pada Mario, saat Mario sudah bisa membuatnya move on dari Dani.


Mata yang tulus dan penuh kejujuran saat mengucapkannya, tanpa keraguan dan kegugupan. Mario tersenyum dan kembali mencium kening Anna dengan begitu lama hingga Anna merasakan bagaimana detak jantung Merio yang berdebar.


" Terima kasih, sudah mau menerima ku untuk menjadi kekasih kamu. Dan akan aku pastikan untuk melamar mu secepatnya." kata Mario dengan menyentuh ke dua tangan Anna dan menciumnya secara bergantian.


Begitu terharunya Anna saat di perlakukan romantis seperti ini dengan seorang pria tanpa di sadari mata Anna mulai mengeluarkan air dan membasahi pipinya.


Mario yang melihat Anna menitikan air mata segera mengusapnya " Kenapa menangis.?" tanya Mario dan mengusap lembut pipi Anna.


" Aku yang beruntung mendapatkan mu sayank.!" dengan mengusap kembali pipi Anna yang basah ." Karena mu aku mempunyai semangat baru, saat aku terpuruk karena di tinggalkan ibuku selamanya." ujarnya lagi, dan membuat Anna menatapnya.


" Maksud kamu Rio.?" tanya Anna lirih.


" Ibu ku mininggal dua bulan yang lalu di rumah sakit, ibuku sakit leukimia. Sebelum ibu meninggal dia ingin sekali bertemu dengan mu."


" Ibu kamu tau aku.?" tanya Anna.


" Tidak. Tapi aku selalu bercerita tentang kamu pada ibu, sampai kamu menghilang pun aku masih tetap cerita." jawab Mario.


" Maaf, aku tidak tau." ucap Anna dengan menyesal.

__ADS_1


" Tidak apa-apa yank, aku ingin mengajak mu ke pemakaman ibu ku apa kamu mau ikut." ajak Mario.


" Iya." jawab Anna dengan tersenyum dan di balas oleh senyuman Mario dengan lebar.


" Mau pulang apa tetap di sini." tanya Mario


" Pulang saja, mumpung orang ke tiga belum membisikkan mu untuk meminta hal yang lebih." sahut Anna cepat,


" Kan kamu yang memulai dulu yank."


" Kok aku sih.!" ujarnya dengan tidak terima, meskipun sebenarnya Anna lah yang memulainya dulu dan tidak ingin mengakui karena dia begitu malu.


" Emang iya kan yank, kamu dulu yang mulai! lihat ini yang di bawah sudah sesak." jawab Mario, membuat Anna menutup mata saat tanpa sengaja melihat ke arah celana Mario yang begitu sesak dan Anna pun memukul lengan Mario.


" Tuntaskan yank.!!" rengek Mario.


" Tuntaskan sendiri.!" pekik Anna " Sana ke kamar mandi." usir Anna dengan masih memejamkan meskipun sekali-kali mengintipnya.


" Astaga yank.!! kamu tidak kasihan apa sama aku.!" rengeknya lagi dan di gelengkan cepat oleh Anna.


" Cepat sana Mario.!!" usir Anna sekali lagi dengan mendorong tubuh Mario untuk menjauh.


dan inilah Mario dengan terpaksa menuntaskan sendiri di dalam kamar mandi, meskipun sebenarnya dia tidak berniat untuk meminta lebih pada Anna, tapi jika Anna mau Mario juga tidak menolak. Pikirnya.!


.


.


.


.

__ADS_1


🐨🐨🐨


Yuk votenya di hari senin sayank.😍😍


__ADS_2