Eva My Life Line

Eva My Life Line
mencurinya lagi.


__ADS_3

Aku seperti terhipnotis, saat lagi-lagi kau mencurinya dari ku.


.


.


.


.


"Kau.!!" seru Anna yang melihat pria ada di hadapannya sekarang dengan tersenyum saat dia sedang menatapnya.


Tidak percaya akan apa yang Anna lihat sekarang saat bertemu kembali dengan pria yang begitu sangat-sangat menyebalkan dalam hidupnya.


Pria yang ingin sekali dia hilangkan dari dunia ini, karena dia sudah berani mencuri ciuman pertamanya yang seharuasnya itu untuk seseorang yang dia cintai nanti, seperti Dani mungkin.


Tidak, tidak boleh memikirkan Dani karena Anna sudah belajar move on dari pria yang bernama Dani, tukang PHP.!


Menatapnya dengan tatapan permusuhan sedangkan yang di tatap tersenyum merekah dengan alis yang menaik turunkan, tidak peduli akan tatapan sinis dari wanita yang ada di hadapannya.


Sungguh, pria yang sangat menyebalkan dan sangat tengil melebihi mantan pacar sahabatnya itu. Apa ini hukum karma dulu karena sahabatnya pernah nyumpahin dia, bakalan bertemu dengan pria tengil yang sangat menyebalkan.! dan ini lah sumpah sahabatnya yang sudah manjur dan terbukti nyata akan adanya pria tengil yang sedang mengejarnya.


Menghembuskan nafas berat kala pria itu tidak ada sopan-sopannya sama sekali berhadapan dengannya. Siapa lagi jika bukan Mario.?


" Kenapa kau ada di sini." ujarnya dan berjalan untuk menghampirinya Mario.


" Apa kamu tidak ingin menyuruh ku untuk duduk.?" ucap Mario. " Aku kan rekan bisnis mu.!" ujarnya lagi.


Rekan bisnis.! apa dia klien yang di bicarakan sama Dewi." gumamnya dengan mengerutkan kening kala menatap Mario.


Mendekat pada wanita yang hampir satu bulan menghilang dari dirinya, dan tersentak kecil saat tangan Mario menyentuh pinggang Anna serta merapatkan tubuhnya hingga tidak ada jarak bagi mereka.


" Satu bulan tidak bertemu, kamu makin cantik saja." puji Mario.


" Lepas nggak.!" seru Anna dengan mencoba melepaskan dekapan Mario.


" Kamu tidak kangen dengan ku.?" tanya Mario dengan Anna yang masih mencoba melepaskan diri.


" Enggak.!" jawabnya dengan melototkan mata.


" Tapi aku kangen.!!" seru Mario dengan menyandarkan kepalanya di bahu Anna, hingga membuat tubuh Anna menjadi kaku saat Mario menyandar di bahunya dan memeluknya dengan rapat.


" Aku kangen dengan kancil ku." ucapnya dengan lirih dan masih terdengar oleh Anna.


Baru kali ini Anna mendengar kata rindu dari bibir seorang pria. Berdesir hatinya kala pria itu mengucapkan rindu padanya, mameluknya dan menyandarkan kepalanya di bahunya.

__ADS_1


" Jangan mencari kesempatan dech.!! ayo cepat lepasin.!" kata Anna, yang mulai tersadar dari rayuan maut Mario


" Sumpah Kancil.!! aku kangen dengan mu. Kau tau-."


" Enggak.!" sahut cepat Anna


" Dengerin dulu." ucapnya dengan masih mendekap tubuh Anna dan menatap wajah Anna. " Aku enggak bisa tidur, tidak mood makan dan wajah tampan ku mulai tidak terawat karena mikirin kamu Kancil.!"


" Tampan." dengan menatap wajah Mario " Siapa yang bilang kamu tampan.!" ujarnya lagi dengan sinis dan berhenti memberontak.


" Kamu." jawabnya


" Aku.! Kapan aku bilang." dengan melototkan mata.


" Barusan tadi, kamu bilang tampan kan." kata Mario


" Aku enggak memuji mu, aku hanya tanya.! siapa yang bilang kamu tampan. Hanya Mata katarak yang bilang kamu tampan tau enggak.!!" kata Anna dengan sewot membuat Mario menahan tawa.


" Tak bilangin mama ku ya.! kalau kamu menghinanya." kata Mario, membuat Anna bingung.


" Kenapa bawa-bawa mama mu segala dan aku tidak menghinanya." kata Anna


" Kamu kan bilang, hanya mata katarak yang mau memuji aku tampan, dan mama ku yang selalu bilang aku tampan.!" ujar Mario.


" Eh.!!" pekik Anna dengan membulatkan mata, dan itu sungguh menggemaskan di mata Mario saat expresi Anna yang terkejut.


Mario yang tidak bisa menahan lagi saat melihat wajah Anna yang menggemaskan karena kebingungan hingga dia pun tertawa dengan kencang dan membuat Anna menatapnya.


" Kenapa kamu tertawa.?" tanya Anna.


" Kamu lucu kalau sedang takut." jawab Mario dengan masih tertawa kecil serta mencubit gemas pipi Anna.


" Apaan sih.!" ketus Anna dengan memukul tangan Mario yang nakal karena sudah berani mencubit pipinya, serta memalingkan wajahnya yang malu.


" Takut ya kalau aku bilang ke mama ku.!! karena kamu menghinanya dengan kata katarak." ucap Mario.


" Eng-gak tuh.!!" jawabnya dengan gugup.


" Yakin nich.!! enggak takut. Mama ku galak lho Cil" godanya lagi dan di gelengkan oleh Anna " Oke kalau gitu, aku mau telpon mama ku ah.!! biar di obrak-abrik nich kan-."


" Jangan.!!" Saut Anna dengan cepat. karena Anna pernah dengar bila emak-emak sudah bertindak dunia pasti akan heboh. " Dasar anak mama sukanya ngancem.!" cibik Anna.


" Biarin.!!" ujar Mario dengan menjulurkan lidahnya ." Cium.!!." pinta Mario membuat Anna melototkan mata.


" Kau gila apa.!! enggak mau. Ayo cepat lepasin." geram Anna dan mulai memberontak.

__ADS_1


" Mau cium atau aku bilangin ke mama." ancam Mario dan mengambil ponselnya di dalam saku celananya.


Mencoba menekan ponselnya saat Anna tidak merespon ancamannya dan akan menghubungi seseorang sebelum akhirnya Anna dengan cepat mencium pipi Mario dengan rasa terpaksa.! dan akan melepaskan ciumannya tapi di tahan oleh tangan Mario dengan cepat Mario mencium bibir Anna.


Terkejut lagi-lagi Mario mencium bibirnya dn entah kenapa Anna hanya diam seperti menikmatinya. Dan rasanya ia tidak bisa menolak saat Mario mempermainkan bibirnya dengan sangat lembut.


Terhipnotis dengan ciuman Mario yang begitu memabukkan dan tersadar saat suara pintu terbuka dengan cepat Anna mendorong tubuh Mario hingga dekapan itu terlepas.


Berbalik ke belakang untuk mengatur nafas serta mengusap bibirnya yang di cium oleh Mario.


" Permisi Nona, maaf bila mengganggu." ucap Dewi yang membuka pintu dan mengerutkan kening saat melihat klien terdiam dan bosnya yang berbalik memunggunginya.


" Ah, iya ada apa Wi." ucap Anna dan berbalik menatap Dewi.


" Sepuluh menit lagi kita ada rapat." ujarnya dengan menatap Anna.


" Baik lah, tolong kamu siapkan semuanya. Sebentar lagi saya akan menemui mu di ruang rapat." perintah Anna dan di anggukkan oleh Dewi.


Menutup pintu ruangan bosnya dan menatap pintu dengan mengerutkan kening " Kenapa dengan Anna, kok dia seperti gugup gitu.!" gumam Dewi dan mencoba kembali mengetuk pintu dan terdengar sautan dari dalam ruangan.


" Nona tidak apa-apa.?" tanya Dewi membuat Anna dan Mario menatapnya.


" Saya enggakpapa, memangnya ada apa Wi." tanya Anna.


" Ah.! tidak Nona, maaf saya mengganggu. Permisi." ujar Dewi dan kembali menutup pintu.


Menatap kembali ke arah Mario dengan rasa yang tak karuan serta cemberut.


" Mau di lanjut.!" ajak Mario hingga membuat Anna langsung melototkan mata, melepaskan sepatu hig heelsnya serta melemparkannya ke arah Mario dan Mario pun dengan cepat menghindar.


" Pergi gak.!!" geram Anna.


" Oke aku akan pergi. Tapi besok aku akan kembali lagi." jawab Mario dengan tersenyum dan berlari kecil untuk segera keluar dari ruangan Anna sebelum dia di lempari lagi oleh sepatu.


"Astaga.!! aku bisa gila lama-lama bertemu dengannya." gumam Anna menatap pintu yang sudah tertutup dan meremas tanganya.


.


.


.


.🐨🐨🐨


Ciuuwwii.!! pasti senyum-senyum sendiri.😆😆

__ADS_1


Karena kelakuan kang Mario.


__ADS_2