
Aku berharap ini adalah benar dan nyata, karena semua ini adalah keinginan kamu dan aku untuk menjadi keluarga yang sempurna.
.
.
.
.
"Ay.?" rengek Arzan dengan wajah melas berharap ini tidak akan sungguhan.
" Apa." jawab Eva dengan wajah jutek.
" Ay, masak kmu tega sama suami mu sendiri.? Aku mohon lah Ay jangan begini.?" pinta Arzan yang berdiri di ambang pintu kamar.
" Aku enggak mau deket-deket sama kamu." jawab Eva mengambil bantal dan selimut di ranjangnya dan menaruhnya di sofa. " Mau tidur di sofa apa di ruang tamu." kata Eva.
"Eh.!" pekik Arzan " Aku mau tidur di kamar ku, di ranjang saja." jawab Arzan, beranjak dari ambang pintu berjalan menuju ranjang dan merebahkan badanya di sana.
Eva yang melihat Arzan sudah berbaring di ranjang mulai cemberut dan masih tetap berdiri melihat suaminya yang tersenyum padanya.
Merebahkan tubuhnya di sofa, menyelimuti tubuhnya dan meringkuk membelakangi Arzan yang sedang menatapnya.
Arzan yang melihat istrinya memilih tidur di sofa sedikit terkejut dan mulai berdiri dari tidurnya serta menghampiri istrinya.
menyentuh lembut punggung Eva hingga membuat Eva menangis kencang.
" Lho kok nangis.?" bingung Arzan.
" Kamu jahat.!" seru Eva " Kamu udah gak sayang sama aku." ujarnya lagi dan masih sama dengan posisi meringkuk di bawah selimut membelakangi Arzan.
" Aku sayang Ay sama kamu, cinta mati malah." rayu Arzan.
" Tapi aku enggak mau kamu mati.!" jawab Eva dengan menangis lebih kencang.
Membuat Arzan semakin bingung, dan ini seperti bukan sifat istrinya yang gampang tersinggung dan menangis hanya dalam hal kencil apa lagi manja seperti ini.
Mencoba bersabar dan mengontrol emosi agar tidak melukai istrinya.
" Ay? aku masih hidup enggak sakit dan gak terluka. dan aku masih ingin kita bersama sampai tua nanti Ay?" kata Arzan " Jangan menangis ya oke." ujarnya lagi
__ADS_1
"Kamu mau makan apa? katanya sopir tadi kamu makan rujak manis tiga bungkus ya." tanya Arzan untuk mengalihkan perhatian dan itu sukses membuat Eva berhenti menangis, membuka selimut dan menatap suaminya.
" Apa kamu mau membelikan ku sesuatu." pinta Eva dan di anggukkan cepat oleh Arzan agar istrinya tidak marah dan menangis lagi.
" Aku ingin martabak manis, yang ada di depan komplek." ucap Eva dengan tersenyum.
" Yakin cuma itu saja.?" tanya Arzan dan di anggukkan oleh Eva dengan tersenyum penuh.
" Ya sudah biar aku suruh penjaga membel-."
" Aku maunya kamu yang membelikannya bukan penjaga." saut cepat Eva, membuat Arzan membulatkan mata.
" Ay.!"
" Ya sudah kalau enggak mau." ucap Eva dan kembali membelakangi suaminya menarik selimut hingga ujung kepala.
" Iya iya iya, aku belikan sekarang." jawab Arzan dengan pasrah membuat Eva senang dan mulai duduk dari tidurnya.
" Ayo? aku akan mengunggu mu di ruang tamu." kata Eva dengan tersenyum dan berjalan lebih dulu meninggalkan Arzan yang masih berjongkok di depan sofa.
Berjalan dengan lesu, mengambil kunci mobil, menyetir sendiri tanpa sopir serta pergi dari rumah untuk membeli martabak manis yang istri inginkan.
beruntungnya martabak manis masih ada dan tidak mengantri hingga Arzan bisa dengan cepat pulang ke rumah untuk merebah kan badan serta pikirannya yang lelah akibat istrinya.
Makan bersama sang istri, dengan Eva yang menjaga jarak untuk tetap tidak berdekatan dengan Arzan, dan dengan terpaksa Arzan rela untuk tidur di sofa asalkan bukan di kamar tamu yang penting masih bisa satu ruangan dengan Eva.
****
Pagi hari dengan kehebohan Arzan saat mendengar Eva mual di dalam kamar mandi ia pun segera memijat tengkuk leher Eva dan Eva mengeluarkan semua sisa makanan semalam yang dia makan bersama suaminya.
Menghubungi dokter pribadinya dan meminta bik Santi untuk membuatkan teh hangat untuk istrinya.
" Mba Eva beberapa hari ini aneh bik." ucap salah satu Art pada bik santi saat mereka berada di dapur.
" Bibik juga merasa begitu." jawab bik santi " Beberapa hari ini makannya selalu banyak, minta makanan yang aneh dan pagi ini pertama kalinya dia mual." ujarnya lagi
" Dan tadi malam Tuan begitu kelimpungan saat Mba Eva minta martabak manis dan enggak mau dekat dekat sama Tuan Arzan." saut salah satu Art.
" Apa jangan jangam mba Eva hamil ya." dan itu sukses membuat semua orang yang ada di dapur menatapnya termasuk bik Santi.
" Hamil.!" pekik bik Santi dengan terkejut dan kemudian tersenyum dengan cepat membuat teh hangat dan membawanya ke kamar Arzan.
__ADS_1
Art yang berada di dapur itu pun juga merasa senang dan bahagia jika benar adanya Istri Tuannya itu hamil dan akan membuat suasana di rumah semakin ramai dengan kehadiran anak kecil.
Mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam kamar Tuannya dan mendapatkan ijin dari dalam kamar.
" Di minum dulu mba Eva." ucap bik Santi dan memberikan tehnya pada Eva yang sedang duduk di atas ranjang dengan wajah yang pucat.
" Terima kasih buk." jawab Eva dan di anggukkan oleh bik Santi.
" Apa setiap hari istri ku seperti ini bik saat aku tidak ada di rumah." ucap Arzan dengan khawatir.
" Tidak Tuan ini dan ini pertama kali saya liat Nona mual." jawab bik Asih dengan jujur.
" Aku kan sudah bilang ini pertama kali aku mual dan sebelumnya aku tidak apa apa." kata Eva " mungkin masuk angin saja." ujarnya lagi.
" Boleh bibik bertanya mba Eva.?" tanya bik Asih dengan hati-hati.
" Ibu Asih mau tanya apa.?" jawab Eva
" Apa mba Eva bulan ini sudah datang bulan." tanyanya, mengerutkan kening termasuk Arzan saat bik Asih bertanya seperti itu.
dan membulatkan mata saat Eva baru tersadar jika dia sudah hampir empat minggu telat datang bulan.
" Buk.?" sapa Eva dan di anggukkan oleh bik Sinta hingga membuat Arzan penasaran.
" Ada apa.!" tanya Arzan tidak sabar.
" Buk tolong belikan aku tes pack." ucap Eva dan di anggukkan oleh bik Sinta serta pergi dari hadapan dua majikannya.
" Tunggu sebentar bik.!" hadang Arzan untuk bertanya pada bik Sinta.
" Nanti kamu juga akan tau Ay." selat Eva " Tolong buk." kata Eva pada bik Sinta agar pergi dan tidak memberitahukan Arzan terlebih dahulu karena dia takut jika nanti akan membuat Arzan kecewa jika itu tidak sesua dengan pikiran Eva.
Berharap pagi yang cerah akan membawa keberuntungan dan kebahagian dalam rumah tangganya. Tersenyum untuk menatap suaminya yang sedang menatapnya dengan rasa penasaran akan apa yang sedang di sembunyikan darinya.
.
.
.🐨🐨🐨
Selamat pagi!!
__ADS_1
Jum'at yang cerah semoga kita di beri kelancaran dan kebahagiaan.
Amin.😇😇