Eva My Life Line

Eva My Life Line
i love u


__ADS_3

ranjang yang nyaman membuat siapa saja menjadi tahan untuk tidur berlama lama di sana.


seperti eva saat ini, yang tertidur pulas di tempat tidur revan dengan nyenyak. membuat di si pemilik ranjang juga merasa senang karna ia bisa menikmati wajah eva sepuasnya hingga ia tertidur.


ya revan yang saat itu terbangun dari tidurnya, di saat kepalanya masih berada di paha eva sebagai bantal. tersenyum saat melihat tangan eva yang berada di dadanya, mengambilnya dan mencium tangan itu dengan lama. dan beralih menatap eva yang tertidur dengan kepala yang miring ke samping.


perlahan revan bangun dan duduk di sebelah eva. dan ia pun mengangkat tubuh eva untuk membawanya ke dalam kamar miliknya di lantai atas.


menaruh tubuh eva dengan pelan di ranjangnya agar ia tidak terbangun, serta menyelimuti tubuh eva. melihat wajah eva yang damai saat tertidur membuatnya tersenyum dan tanpa permisi ia pun mencium bibir eva sekilas.


"i love u." ucap lirih revan setelah mencium bibir eva dan ia pun beralih ke sisi ranjang untuk tidur bersama eva di sana.


memberi batasan guling di tengah, agar ia tidak melebihi batasannya. dan tidur menyamping untuk melihat wajah eva.


merusak wanita yang ada di sampingnya bukanlah ke inginannya, ia hanya ingin suatu saat dia lah yang akan menyerahkan dirinya sendiri pada revan tanpa paksaan dan harus saling mencintai.


revan pun mulai melanjutkan tidurnya bersama eva yang berada di sampingnya. cukup lama mereka tertidur hingga revan terlebih dahulu bangun.


senyumann sempurna di bibir revan saat eva tidur berhadapan dengannya dengan tangan yang berada di atas tangan revan.


"selamat malam sayang.?" ucap revan saat melihat mata eva terbuka sedikit.


karna belum sepenuhnya sadar eva pun tersenyum dan akan menutup mata kembali, tapi itu pun di batalkan dan langsung membuka matanya sempurna saat melihat revan yang berada di sampingnya dengan tersenyum.


"revan.!!" pekik eva dan bangun dari ranjangnya.


hal pertama yang eva lihat adalah tubuhnya, ia pun lega saat bajunya masih ada di tubuhnya.


"aku tidak menyentuh tubuh mu yank, hanya bibir kamu saja yang aku cium.!" kata revan dengan bangganya membuat eva melotot kan mata ke arahnya. hingga eva meraih bantal untuk memukul revan.


revan pun segera berlari ke arah kamar mandi saat tau eva akan memukulnya.


"revan.!!!" teriak eva saat melihat revan sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"apa yank, mau mandi bersama. ayo.!" jawab revan dengan menyembulkan kepalanya sedikit di pintu.

__ADS_1


eva pun melempar bantal ke arah kamar mandi berharap agar terkena revan, beruntung tidak kena karna revan cepat cepat menutupnya.


"yank, pintu kamar mandi tidak aku kunci. kalau mau mandi bersama masuk saja ya.!!" serunya dengan tertawa di dalam kamar mandi.


eva pun geram dengan bantal yang di remas kuat oleh tangannya dan kaki yang di hentak hentak kan di atas ranjang saat mendengar ucapan revan.


saat eva turun dari ranjang, mata eva menelisik kamar milik revan yang bernuansa putih dan hitam kamar yang rapi dan klasik dominan kamar para pria. melihat di atas laci hitam yang panjang terdapat beberapa foto revan saat memakai toga kelulusan serta foto keluarga revan.


"aku seperti mengenal orang ini.?" kata eva lirih saat melihat foto revan bersama orang tuanya.


saat eva memegang foto itu dan memperhatikannya. tangan kekar itu mengambil foto di tangan eva hingga membuat eva terkejut.


eva pun menatap revan saat foto itu dia masukkan ke dalam laci.


"dia orang tua mu.?" tanya eva hati hati


"iya?" jawab revan singkat.


"sepertinya aku pernah melihat orang tua kamu, tapi aku lupa di mana."


"tapi sepertinya tidak asing lho van, itu wajah orang tua kamu kay-." belum sempat meneruskan omongannya, revan sudah menarik tangan eva hingga membentur dada talanjang revan.


eva pun terkejut saat berada dalam dekapan revan dengan mata yang saling menatap dengan hembusan nafas revan yang menyapu di permukaan kulitnya


eva merasakan debadan jantung yang begitu kencang di dada revan, dan dia pun juga merasakan yang sama dalam jantungnya yang berdebar tak menentu hingga eva menutup matanya saat wajah revan semakin dekat dengannya.


"jangan pikir yang ngeres ngeres. mandi sana, bau kamu asem.!." bisik revan di telinga eva dan melangkah pergi dari hadapan dia.


eva pun membuka mata dan langsung mencium badannya serta menatap revan yang pergi dari hadapannya.


astaga.!! kadal kampret." gumam eva dan beranjak pergi dari kamar revan karena malu.


revan yang berada di wall in closet merasa sedikit lega saat eva tak meneruskan perkataannya.


sebab ia belum siap jika semua identitasnya terbongkar, ia takut jika eva akan menghindarinya dan malah bersikap hormat padanya saat bertemu dengannya nanti. suatu saat rasa canggung itu pasti ada bila eva mengetahui revan sebagai pemilik perusahaan.

__ADS_1


saat revan selesai mengganti baju, ia mulai duduk di ranjang dan membuka ponselnya untuk mengecek email yang masuk.


cukup lama dia berkutat dengan ponselnya dan beralih melihat pintu kamar mandi.


"kenapa dia lama sekali mandinya." kata revan dan ia pun mulai berjalan ke kamar mandi dan mengetuk pintu.


tidak ada jawaban hingga dia membuka pintu kamar mandi yang ternyata kosong.


kemana dia.!" gumam revan dan ia pun keluar dari kamar dan turun dari lantai atas untuk mencari eva.


"yank.?" teriak revan


"yank.!! kamu di mana!" teriaknya lagi.


"van.! aku di kamar mandi" teriak eva di kamar mandi dekat dengan dapur hingga revan menghampirinya.


"kamu ngapain mandi di sini yank.!! di kamar kan ada kamar madi.!" seru revan


"aku di sini tamu enggak baik pinjam kamar mandi pribadi.!" jawabnya "bajuku jatuh dan basah, boleh aku pinjam baju kamu." kata eva lirih.


"astaga yank.!! kamu ini bukan tamu, ini itu sudah jadi rumah kamu sekarang. tunggu di sini aku akan ambilkan baju untuk mu." kata revan dan beranjak ke kamar untuk mengambil baju buat eva.


sedangkan eva mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan revan yang bilang bila ini sudah menjadi rumahnya juga.


.


.


.


🍃🍃🍃


tu kan babang revan sudah bucin sama janda. 😆😆


kenapa sih bang.!!! gak mau jujur saja dengan identitasnya. kalau tau dari orang lain kan bisa berabe. 😞

__ADS_1


__ADS_2