
Dan aku mulai mempunyai kebiasaan yang baru di pagi dan malam hari.
Menumpang makan serta menggoda mu.
.
.
.
" Kenapa kamu masih di sini. Sana kerja.!" usir Ana saat melihat Mario sedang duduk santai di sofa panjang.
" Ini hari sabtu tidak terlalu banyak pekerjaan di kantor dan bisa di handel lewat rumah." jawab Mario dengan masih menatap ponselnya.
" Kalau begitu sana pulang.!" usir Ana lagi dengan ke dua tangan bersendekap di pinggangnya.
" Nanti siang aku pulang, aku numpang tidur sebentar di sini." kata Mario dengan santai dan lagi-lagi membuat Ana marah.
" Kau pikir ini motel apa.!" pekik Ana " enggak bisa pulang sana."
" Tapi aku sudah mengantuk." jawab santai dan merubah posisinya dengan memberbaringkan tubuhnya di sofa panjang.
Ana yang melihat Mario tidur di sofa segera menghampirinya dan menarik tangan Mario untuk segera bangun, saling tarik menarik dan Ana kalah dengan tenaga Mario hingga Ana terjatuh di atas tubuhnya.
Membelalakkan mata saat Ana berada tepat di atas tubuh Mario dengan tangan Ana yang menyentuh dada Mario.
Mengunci tubuh Ana yang berada di atas tubuhnya dengan tangan yang merapat.
" Kamu cantik bila di lihat sedekat ini." puji Mario, membuat Ana tersadar dan mencoba melepaskan dekapan Mario.
" Lepasin.!" ucap Ana dengan memberontak di atas tubuh Mario.
"Kamu bisa diam tidak. Kalau kamu bergerak terus tugu ini bisa berdiri.!" gerutu Mario yang menahan diri saat Ana memberontak di atas tubuhnya.
Ana yang mendengar perkataan Mario membulatkan mata, serta berhenti untuk tidak memberontak lagi karena yang ada di bawah mulai mengeras.
" Kau mau melecehkan ku." lirih Ana dengan menatap tajam Mario.
" Aku tidak melecehkan mu, kamu sendiri yang membuat tugu ku jadi seperti ini." bantah Mario
" Kalau begitu lepa-." belum sempat menjawab perkataan Mario.
__ADS_1
Ana dan Mario mendengar jeritan seseorang yang memanggil Ana dan membuat mereka menatap sumber arah itu. Membelalakkan mata serta berdiri dengan cepat saat mereka tau siapa yang datang.
" Ahh. !! Ana.!!"" pekik seorang wanita yang berada di belakang seorang pria yang menatap Mario serta sahabat istrinya dengan menggelengkan kepala.
Ya, siapa lagi kalau bukan Eva yang ingin berkunjung ke rumah Ana hanya untuk menumpang makan dengan alasan jika yang ada di dalam perut sedang menginginkan masakan auntynya.
Menuruti keinginan istrinya dan juga ingin meluangkan waktu saat Arzan tidak ke kantor dan bisa menghandel pekerjaannya lewat rumah.
Tapi lihatlah apa yang di lakukan pria dan wanita yang belum menikah dengan posisi seperti itu di ruang tamu dengan pintu yang terbuka sedikit hingga membuat Eva membelalakkan mata serta menjerit saat melihatnya.
Entah kenapa melihat adegan seperti itu membuat Eva malu sendiri. Dan Arzan yang menatap Mario dari atas hingga berakhir melihat hal tidak di inginkan segera menyembunyikan istrinya di belakang tubuhnya agar mata istri tidak ternodai dengan melihat punya orang lain.
Mario yag di tatap Arzan pun dengan susah payah menelan selivanya dan beralih melihat bawah hingga dia tersadar dan segera berbalik ke belakang dengan menutupi tubuh Ana yang sedang di tatap oleh Arzan dan Eva yang mengintip dari balik punggung suaminya.
sedikit terkejut saat mario menutupi pandangannya untuk menatap sahabatnya.
" Ana.!!" pekik Eva lagi membuat Ana melihat sahabatnya dari samping tubuh Mario yang ada di hadapannya.
" Ini enggak seperti yang kalian kira. Sumpah." ucap Ana dengan menahan malu serta tangan membentuk huruf V.
" Kalau begitu itu tadi Apa." tanya Eva.
" Dia menarik ku, dan membuat ku terjatuh." jawab Ana.
" Diam lah dan jangan membuatku di omelin sama wanita hamil." ucap lirig Ana ada mario.
" Kau kenapa ada di sini." tanya Arzan pada Mario.
berbalik untuk tidak memunggungi kakaknya yang sedang berbicara dan beruntungnya tugu Mario sudah tidak menegang lagi. Bisa malu jika tugunya masih menegang.
" Aku hanya mengembalikan motor Ana kak." ucap Mario.
" Kalian mau aku nikahkan." kata Arzan membuat Mario dan Ana menatap sepasang suami istri yang ada di depan pintu.
" Iya." jawab Mario "tidak." jawab Ana bersamaan.
" Kau.!" seru Ana dengan menatap Mario saat mendengar jawaban dia yang ingin menikah dengannya.
Mario hanya menaikkan alis dan sedikit tersenyum saat membalas tatapan Ana.
" Nikahkan saja Ay.! kalau bisa sekarang juga enggakpapa. Biar gak berzina lagi." kompor Eva pada Arzan dan menakut nakuti sahabatnya.
__ADS_1
Karena Eva tau jika Ana tidak pernah melalukan seperti itu, orang yang mencoba mendekati Ana saja dia tolak apa lagi berbuat zina.
" Va.! sumpah aku enggak seperti itu." pekik Ana. " Kalian salah paham.?" ujarnya lagi dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
" Aku melihat dengan mata ku sendiri lho An." ujar Eva yang semakin ingin menggoda sahabatnya.
" Astaga.!!" Aku tidak seperti itu Va.!" bantah Ana dan menginjak kaki Mario hingga membuat Mario memekik kesakitan."
" Kau harus jelaskan semua pada Eva." ujar Ana pada Mario dan meninggalkan sahabat dan ke dua pria yang menatapnya untuk masuk ke dalam kamar.
Eva yang melihat kepergian Ana hanya tersenyum dan akan berjalan menuju kamar Ana dan berhenti saat Mario ingin menjelaskan kesalah pahaman dan apa yang di lihatnya.
" Kak Eva, ini tidak seperti yang kakak lihat." ucap Mario dengan merasa bersalah.
"Aku tau Mario.? dan kamu tidak perlu merasa bersalah." jawab Eva dengan tersenyum. " Teman ku tidak akan melakukan seperti itu, pria yang mencoba mendekatinya saja selalu dia tolak." ujarnya lagi.
" Aku ke kamar dulu Ay." kata Eva pada suaminya dan di anggukkan oleh Arzan.
pergi meninggalkan dua pria yang sedang berada di ruang tamu untuk menuju kamar Ana.
Arzan menatap Asistennya yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Yang di tatap hanya menunduk takut jika Arzan marah akan kelakuannya.
" Aku pikir kau pendiam, ternyata aku salah." dengan menggelengkan kepala.
" Diam diam menghanyutkan, bertemu wanita yang sudah pas langsung nyosor saja." ucap Arzan, membuat Mario menatap kakaknya, tersenyum dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.
Merasa kikkuk saat kakaknya mengetahui sikap Mario yang asli yang sudah lama ia pendam.
Karena selama lima tahun bersama Mario, Arzan tidak pernah melihat dia dekat dengan wanita apa lagi menggoda wanita. Di kantor pun dia bersikap profesional dan tetap bekerja walaupun banyak wanita yang mengagumimya juga, apa lagi sekertaris yang juga menyukai Mario.
Dan kini Arzan baru tau jika Mario orang yang tengil dan suka menggoda wanita yang menurut Mario sudah pas di hatinya.
.
.
.
.🐨🐨🐨
Selamat pagi setengah siang.😁😁
__ADS_1
Yuk, komen salam dari Fb.Cuziie