
Sebelum janur kuning melengkung, tidak ada masalah untuk aku mencoba berjuang mendekati mu, meskipun aku tau kau sudah ada yang punya.
.
.
.
Eva yang melihat pesan dari Ana yang mengabarkan jika Revan mencarinya membuat matanya berkaca kaca kembali.
Dua bulan tidak bertemu, tidak ada kabar serta tidak ada kejelasan tentang hubungannya dan sekarang Eva yang sedikit melupakan masa lalunya bersama Revan kini kembali lagi.
Entah apa yang di rasakan Eva sekarang dia merasa senang, tapi dia juga merasa benci marah dengan Revan yang menggantungkan hubungannya dengan seenak jidatnya.
Eva mencoba menarik nafasnya dalam-dalam dan benghembuskannya dengan perlahan, serta menunduk untuk menghapus cairan bening yang akan turun dari matanya.
Diam diam Arzan memperhatian Eva, seperti dia melihat saat pertama kali bertemu dengan wajah yang menangis dan mata yang sembab.
" Ada apa.?" tanya Arzan, membuat Eva menatapnya.
" Tidak papa, hanya kemasukan debu saja." elak Eva,
Arzan tau jika Eva menangis hingga dia bemberikan sapu tangannya untuk Eva, Eva pun segera mengambilnya dan menunduk lebih dalam untuk menghapus air matanya.
" Banyak orang, jangan menangis lagi.?" ucapnya pada Eva, Eva hanya mengangguk dan meminta izin untuk ke kamar mandi.
sedikit malu rasanya ia menangis lagi di hadapan Arzan, Eva pun segera membasuh muka agar sedikit rileks dan melupakan masalahnya dengan Revan.
saat berbalik ke meja, makanan pun sudah ada di meja tapi tidak satu pun tersentuh, hingga Eva menatap Arzan.
" Kamu tidak makan.?" tanya Eva.
" Iya sebentar?" jawab Arzan karena dia masih berkutat dengan benda pipihnya.
sebenarnya dia menunggu Eva untuk makan bersama dan karna kebetulan ponsel Arzan berdering hingga menemukan Email masuk dari asistennya hingga dia mulai membalas email itu.
cukup lama Arzan masih setia dengan ponselnya hingga Eva menatapnya dengan sebal dan mulai berceramah.
" Main ponselnya nanti saja, sekarang makan dulu, sebelum kuahnya dingin.!" ucap Eva membuat sang penatap ponsel berhenti dan melihat Eva yang sedikit cemberut.
" Kamu makan lah dulu.?"
__ADS_1
" Tidak sopan jika aku makan terlebih dahulu, sedangkan kamu masih setia dengan ponsel.!" gerutu Eva, Arzan pun akhirnya menaruh ponselnya dan mulai makan bersama dengan Eva.
selesai dengan makan siang, Eva yang akan membayar ke kasir di tahan oleh Arzan untuk tidak membayarnya karna Arzan sudah membayarnya terlebih dahulu.
kini mereka kembali ke dalam mobil dan akan melanjutkan perjalanan kembali, saat melihat Eva yang menggosok kan tangannya ke mata kening Arzan berkerut.
" Kenapa.?" tanyanya
" Sepertinya bulu mata ku masuk ke dalam mata, mengkanya mengganjal." jawab Eva
tanpa di duga Arzan menyentuh wajah Eva hingga eva menatapnya dengan terkejut. wajah mereka saling dekat, perlahan Arzan membuka mata Eva untuk meniup mata dia yang terasa mengganjal.
Hembusan nafas Arzan menyeruak begitu saja di hidung Eva, rasa mint dan bau parfum coklat membuatnya menjadi tenang. sedikit berdebar saat wajah mereka begitu dekat dan pandangan mereka saling mengunci, jika di lihat mereka seperti sedang berciuman.
Eva segera memukul tangan Arzan untuk menyingkir dari wajahnya dan berpaling untuk menghadap luar jendela, sedangkan Arzan kembali ke posisi semula dan sama canggungnya seperti Eva.
" Terima kasih" ucap Eva dan di balas deheman oleh Arzan.
canggung dan tak ada percakapan hingga mobil mereka melaju untuk menuju kota. Sore hari mereka sudah sampai di tempat kost Eva, Arzan pun ikut turun dan membantu Eva untuk mengambil kopernya di bagasi.
"Gak mampir dulu.?" tawar Eva untuk basa basi hingga Arzan pun mengangguk kan kepala.
Eva pikir Arzan tidak akan mau mampir ke kostnya, tapi dia salah ternyata Arzan mau untuk singgah sebentar ke kost.
" Di minum dulu.?" kata Eva saat sudah berada di bawah dengan membawa makanan ringan serta teh hangat.
" Terima kasih" ucap Arzan dan di anggukan oleh Eva serta tersenyum.
Saat Eva sedang bersama Arzan, dia mendengar suara yang familiar saat memanggilnya hingga dia melihat ke belakang, serta di ikuti oleh Arzan yang menatap pria itu.
"Yank?"
Eva tersentak kecil kala pria itu ada di hadapannya sekarang, dengan wajah yang lelah.
"Revan." ucap lirih Eva hingga dia berdiri dari kursinya.
" Siapa yank." tanya Revan dengan menatap tajam Arzan, Arzan yang di tatap tajam hanya memasang jawah datar dan sedikit menyunggingkan bibirnya.
" Aku pulang dulu, Terima kasih tehnya." ucap Arzan.
" Iya, Terima kasih juga atas tumpangannya." jawab Eva dengan tersenyum dan itu membuat Arzan juga tersenyum serta mengangguk.
__ADS_1
Arzan berjalan dengan menatap sekilas Revan yang menatapnya dengan tajam seakan ia tidak suka jika wanitanya di dekati olehnya, tapi bagi Arzan itu tidak masalah sebelum janur kuning melengkung dia akan tetap mendekati Eva.
Arzan yang sudah pergi dari kost Eva, Kini Revan menatap Eva dengan sedikit menajamkan matanya.
" Siapa.!" tanya Revan sekali lagi.
" Teman, enggak sengaja bertemu di kampung." Jawabnya. " Ada apa kamu ke sini." tanya Eva
" Apa aku enggak boleh ke sini, ke rumah kekasih ku." jawab Revan.
" Kekasih!" dengan mengerutkan kening " aku pikir kamu sudah memutuskan hubungan dengan ku, meninggalkan ku sendiri di restoran dan dua bulan menghilang tak ada kabar dan sekarang datang mengucapkan kekasih." ejek Eva yang sedikit marah dengan pria di hadapannya itu.
" Bukannya kamu yang meninggalkan restoran dengan seorang pria." jawab Revan
" Kata siapa." tanya Eva
" Kata bella dan mamanya?"
" Kamu percaya!" kata Eva.
" Tidak, dan aku menunggu mu di sini hingga hujan turun." jawab Revan, membuat Eva menatapnya dengan tidak percaya.
" Dua bulan menghilang tak ada kabar."
"Maaf jika dua bulan ini aku tidak mengabari kamu, Dua bulan aku di singapure perusahaan di sana mengalami kekacauan hingga membuatku kesulitan dan tidak ada waktu sedikit pun untuk aku memegang ponsel apa lagi untuk beristirahat. Jika kamu tidak percaya tanyakan saja pada Rizal." jawab Revan.
" Saat aku masih berada di singapure aku mencoba menghubungi mu tapi nomer kamu selalu tidak aktif, aku khawatir hingga menyuruh rizal untuk mencari kabar mu dan aku terkejut saat kamu mengundurkan diri dari perusahaan." jawab Revan.
" Aku mengundurkan diri karna aku pikir kamu menghindar dari ku dan memutuskan hubungan dengan ku karena orang tua mu kecewa dengan status ku yang janda." jawab Eva jujur hingga membuat Revan terdiam, diamnya Revan membuat Eva mengerti dan sedikit ragu dia bertanya pada kekasihnya.
" Kenapa, apa benar yang aku katakan jika orang tua kamu tidak merestui hubungan kita." tanya Eva, Revan meraih tangan Eva dan memeluk tubuh kecil itu dengan erat.
" Tetaplah di sisi ku meskipun orang tua ku tidak merestui hubungan kita?" ucap Revan dengan memeluk tubuh Eva yang mulai menegang karena ucapannya.
.
.
.
🐨🐨🐨
__ADS_1
babang kadal hadir nich.
Vote yuk kalau mau di doble up lagi.😁