
Jika kau sudah mempercayaiku, jangan pernah ragukan lagi akan ketulusan ku. Walaupun nanti akan ada orang yang menghasut mu.
.
.
.
Pagi di sambut sinar matahari yang begitu cerah saat ke dua pengantin baru sudah bangun dari tidurnya di saat menikmati siksa malam surga dunia yang baru saja di mulai setiap malam.
Wajah yang cerah dan senang saat sudah mendapatkan asupan malam dari istri tercintanya dan tidak akan dia lupakan apa yang istrinya beri untuk malam pertamanya. Mahkotanya, kesuciannya dan kenikmatan yang istrinya berikan untuk menyeimbangi permainannya. Sungguh luar biasa bukan ia mendapatkan wanita seperti istrinya.
Anna yang akan membersihkan badannya dulu terhalang oleh Mario dengan ingin mandi bersama dan tidak akan berbuat apa-apa selain mandi.
Tapi memang bukan Mario, jika itu cuma triknya saja untuk melabuhi istrinya agar ia bisa mulai kembali aktivitas malam di ganti pagi dengan dengan gaya yang baru di kamar mandi. Sungguh luar biasa menghadapi stamina Mario yang mulai kecanduan akan apa yang di berikan istrinya.
Anna yang terbiasa mandi dengan waktu dua puluh menit kini mengulurnya begitu lama sekitar satu jam berada di kamar mandi dengan Mario. Ia memang menikmatinya, tapi ia juga merasa sebal karena ulah Mario ia harus mandi kramas beberapa kali dan harus menutupi bekas kemerahan yang ada di lehernya dengan memakai foundation.
Menuruni anak tangga bersama dengan sepasang pengantin baru yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Rasanya Anna ingin sekali libur kerja merasa lelah karena ulah Mario.
" Kau sudah mencetak cicit untuk ku.?" tanya pria tua dengan menikmati sarapan pagi bersama pengantin baru.
Anna yang tersedak makanan dan Mario yang menahan senyum mendengar ucapan Tuan Varman yang begitu gamplangnya saat bertanya.
Astaga!! perkataan pria tua ini sungguh tak bisa di kondisikan." gerutu Anna dalam hati dan menatap Mario dengan melototkan matanya.
" Kau tenang saja kek, satu bulan pasti kan bunting." jawab Mario dan itu langsung mendapatkan cubitan kecil dari Anna di lengannya.
" Auww, sakit Yank.!!" pekik Mario dengan mengusap lengannya.
" Bagus! saya harap kau membuatkan ku cicit yang banyak."
" Kek! Astaga.!!" pekik Anna dengan menajamkan matanya ke arah Tuan Varman, yang di tatap hanya tersenyum acuh dengan mengangkat bahunya.
" Siap kek, setiap hari akan aku buatkan." jawab Mario dengan tersenyum. Anna merasa malu saat kakek dan suaminya sedang membahas cicit serta malam pertamanya, sungguh ia ingin sekali melabban mulut dua pria yang ada di hadapannya ini agar mereka tidak bisa membahasnya lagi.
Anna memilih diam dan makan dengan wajah yang malu serta cemberut karena obrolan dua pria di hadapannya ini.
" Mario?" ucap Tuan Varman yang tiba-tiba suasana menjadi tenang
__ADS_1
" Iya." jawab Mario dengan melihat Tuan Varman.
" Kamu sudah menjadi suami Anna dan apa kau siap untuk menggantikan posisi Anna di kantornya." kata Tuan Varman yang membuat Mario dan Anna sedikit terkejut.
Menatap ke arah suaminya yang sedang menatap Tuan Varman dengan diam. Ia takut jika suaminya marah karena kakek menyuruhnya untuk keluar dari perusahaan Arzan.
" Bukankah itu perusahaan Anna dan Anna yang harus mengurusnya sendiri." ucap Mario.
" Anna sudah menjadi seorang istri dan sudah kewajibannya untuk melayani keluarga."jawab Tuan Varman dengan memandang cucunya. " Dan saya ingin kau yang menggantikan posisi istri mu sekarang." ujarnya lagi.
" Saya masih terikat kerja dengan kak Arzan."
" Saya tau dan kau bisa membicarakan dulu dengan Tuan Arzan." sela Tuan Varman. " Dan saya mempercayai mu Mario." tambahnya dengan tersenyum, membuat Mario ikut tersenyum dan mengangguk.
Tidak ada keraguan di diri Tuan Varman saat ia sudah mempercayakan Mario untuk mengelola perusahaannya, karena ia tau jika menantunya ini lah orang yang tepat dan tegas serta sangat mencintai cucunya saat ia melihat sendiri di acara akad nikah Mario melindungi cucunya dari penjahat yang mencoba menembak ke arahnya.
****
Kembali ke kantor dengan status Mario yang berbeda sekarang dan masih tetap saja ada sebagian karyawan yang masih tidak percaya akan Mario yang sudah menikah.
Berjalan menuju lift khusus dengan dia yang tersenyum ramah saat semua karyawan menatapnya dengan tersenyum.
" Hanna." sapa Mario, membuat Hanna menatap sumber suara dan berdiri saat mengetahui Mario ada di hadapannya.
" Pagi pak Mario." sapa ramah Hanna dengan sedikit menundukkan kepala.
" Pagi. Apa Tuan Arzan sudah datang." tanya Mario.
" Sudah pak." jawab Anna, di anggukkan oleh Mario dan pergi menuju ke ruangan Arzan terlebih dahulu.
Menatap kepergian Mario membuatnya tersenyum dan mulai cemberut saat ia tersadar jika Mario sudah menjadi suami orang. Dan kini Hanna tidak bisa mengejar dan ganjen dengan Mario, karena Hanna bukan wanita yang suka merusak rumah tangga orang.
Hais! dia sudah laku dan menjadi suami orang sekarang. Dan aku harus move one sekarang." gumamnya dalam hati dengan menghembuskan nafas beratnya dan kembali bekerja lagi.
Mengetuk pintu dahulu sebelum ia masuk ke dalam ruangan Arzan dengan Arzan yang sudah menyuruhnya untuk masuk.
Mendapati Mario yang masuk ke dalam ruangannya Arzan hanya tersenyum samar melihat Mario yang tersenyum dan duduk di hadapannya.
" Sudah puas kau liburannya." tanya Arzan yang masih melihat berkas di tangannya.
__ADS_1
" Belum puas kak." jawab Mario.
" Kalau begitu libur lah lagi selama seminggu, dan aku akan memotong gaji mu lima puluh persen." ucap Arzan membuat Mario membulatkan mata dan duduk tegak menghadap kakaknya.
" Bercanda kak.!" seru Mario dengan menyengir kuda.
" Cepat kembali ke ruangan, pekerjaan mu menumpuk di sana." perintah Arzan, dan di anggukkan Mario sebelum ia pergi dari ruangan Arzan.
Berdiri dari duduknya dan akan kembali ke ruangan tapi ia teringat sesuatu dan kembali lagi menghadap Arzan dengan berdiri.
" Kak." sapa Mario, membuat Arzan menatapnya sekilas.
" Tuan Varman menyuruhku untuk mengelola perusahaannya." ucap Mario.
" Istri mu."
" Dia akan di rumah." jawab Mario, mengisyaratkan Mario untuk duduk kembali dan Mario pun mulai duduk di hadapan Arzan.
" Sudah waktunya kau mengurus perusahaan mu sendiri, dan kau masih saja betah ikut dengan ku." ucap Arzan,
Yang memang ada benarnya sudah dua tahun Arzan selalu bilang pada Mario untuk mengelola perusahaannya sendiri tanpa harus bekerja lagi di perusahaannya, tapi Mario selalu menolak dan masih ingin bekerja di perusahaan Arzan.
" Aku tidak ingin meninggalkan mu kak.!" jawab Mario jujur.
" Kau tidak akan meninggalkan ku, dan aku tidak akan meninggalkan mu. Apa lagi perusahaan kita bekerja sama." jawab Arzan.
" Mulai sekarang urus perusahaan mu, aku akan memberi dukungan untuk mu." ujarnya lagi dengan tersenyum, Mario yang mendapatkan dukungan dari Arzan pun tersenyum dan mengangguk.
" Kau perlu di carikan Asisten kak." tanya Mario.
" Ya, carikan yang pria jangan yang wanita jika kau tidak ingin di labrak oleh ibu hamil." kata Arzan membuat Mario tertawa kecil dan mengangguk.
.
.
.
.π¨π¨π¨
__ADS_1
Yee!! tinggal beberapa capther lagiππ