Eva My Life Line

Eva My Life Line
sudah bahagia


__ADS_3

Benda lingkaran kecil berwarna putih sudah aku lingkarkan ke jari manis mu dan kini kau sudah menjadi milik ku.


.


.


.


.


Pesta yang di adakan terbuka, dengan tiga keluarga berkumpul di gedung hotel milik Arzan yang sudah di hias begitu mewah dan cantik.


Dewi dan Dani mengadakan pesta pertunangan ya dia bantu oleh dua sahabatnya yang begitu antusias karena perayaan pertunangannya.


Tiga wanita memakai baju yang sama dengan model yang berbeda, saat akan memasuki gedung hotel membawa calon wanita untuk bertemu calon pria.


Dewi yang memakai baju kebaya begitu anggun dan cantik, membawanya ke depan calon pria yang sedang menunggunya dengan tersenyum.


Berhadapan dengan Dani membuat Dewi tersenyum malu dan gugup saat calon tunangannya menatapnya seperti kagum. Menyewa seorang Mc untuk memberi tuntunan acara pertunangan.


Membuka kotak brudu merah di hadapan Dewi dengan sepasang cincin berwarna putih yang begitu elegan.


Mengambil tangan kanan Dewi dan menyematkannya di jari manis Dewi yang sudah pas dengan ukuran cincinnya.


Tersenyum saat jari manisnya tidak kosong dan sudah terisi cincin putih yang di pakaikan oleh Dani dan mendapatkan ciuman bibir di punggung tangannya membuatnya merasa terharu dan malu karena di lihat seluruh orang.


Anna dan Eva begiti heboh akan perlakuan romantis Dani pada sahabatnya, membuat dua pria yang ada di samping mereka berdehem keras karena tidak terima akan sanjungan yang di lontarkan dari bibir istrinya itu, seakan mereka cemburu.


" Aku kapan ya seperti itu?" kata Eva dengan sedikit keras, seakan menyindir suaminya yang ada di sampingnya karena tidak pernah di lakukan seromantis itu, pikirnya.


" Enggak usah ngumbar keromantisan di depan umun, cukup di kamar saja." sahut Arzan, membuat Eva menatapnya dan mengerucutkan bibirnya karena perkataan suaminya. Arzan yang melihat istrinya mengerucutkan bibirnya membuatnya tersenyum dan langsung merangkul bahu istrinya untuk mendekat dan mencium puncak kepala Eva, agar istrinya tidak cemberut lagi.


" Hah!! romantis sekali, ku iri!!" ucap Anna dengan melihat Dani dan Dewi.


" Enggak usah iri, aku juga bisa romantis. apa lagi jika di ranjang." jawab Mario dengan menaik turunkan alisnya.


Anna yang mendengar jawaban Mario seketika itu menatapnya dan mengerutkan kening saat suaminya bermain alis dengan menatapnya.


Memukul lengan suaminya yang mulai ganjen dan nakal saat menatapnya, membuat Mario tertawa dan langsung memeluk istrinya tanpa rasa malu di hadapan semua orang.

__ADS_1


" Mario! lepasin, banyak yang lihat ini." pinta Anna, sedikit malu karena Mario memeluknya.


" Biarin semua orang lihat, kan kita sudah menikah." jawab Mario.


" Malu Mario!! astaga.!!" seru Anna dan sedikit memberontak


" Ekhemm!! banyak orang jangan nyosor di tempat umum apa lagi di depan anak dinbawah umur." decak Eva yang melihat Anna dan Mario berpelukan.


Mario pun segera melepaskan pelukannya saat mendapatkan teguran dari Eva dan mendapatkan gelengan dari Arzan. Hanya meringis yang Mario perlihatkan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan Anna melototkan mata ke arah suaminya yang tengilnya kebangetan.


Acara tukar cincin pertunangan telah selasai dan kini mereka menikmati sajian yang sudah di siapkan oleh pihak hotel dengan sekali kali menyapa tamu undangan.


Arzan dan Eva yang melihat Tuan Gio dan Nyonya Vani hadir dalam undangan segera menghampirinya.


" Mama." sapa Arzan membuat Nyonya Vani dan Tuan Gio menatap ke sumber suara.


" Arzan?" sapa balik Nyonya Vani dengan tersenyum dan memeluk putranya, di ikuti Arzaj membalas pelukan Nyonya Vani.


" Mama kangen kamu sayang." ucapnya dengan melepas pelukannya dan mengusap lembut pipi putranya.


" Arzan juga kangen Mama. Mama bagaimana kabarnya." tanya Arzan


" Mama baik, kamu bagaimana kabarnya." tanya balik.


" Eva sayang." sapa Nyonya Vani dengan tersenyum dan memeluk menantunya


" Buk." sapa balik Eva dan membalas pelukannya.


" Perut kamu sudah membesar." ucapnya dengan tersenyum dan mengusap perut menantunya.


" Sudah jalan tujuh bulan Ma." jawabnya.


" Maafkan mama ya Va, tidak bisa datang di acara tujuh bulanan kamu." ucapnya dengan rasa bersalah.


" Tidak papa Ma." jawabnya dengan mengusap tangan Nyonya Vani. " Ma kan waktu itu lagi di luar negeri." ujarnya dengan tersenyum.


" Mama bawa sesuatu untuk kamu." ucap Nyonya Vani dan mengambilnya dari tangan suaminya, memberikan buah tangan untuk cucu dan menantunya dalam paberbag dengan lambang logo yang terkenal.


" Buat aku Ma." tanya Eva saat membuka paberbagnya.

__ADS_1


" Buat cucu dan menantu mama." jawabnya membuat Eva tertawa kecil.


" Terima kasih." ucapnya dengan tulus dan tersenyum.


" Sama-sama sayang." jawabnya dengan membalas senyuman Eva.


Mencari tempat duduk untuk Nyonya Vani dan Tuan Gio, dan menemaninya untuk mengobrol dan saling tertawa membuat suasana mereka seperti lengkap akan keluarga.


" Revan kemana pa." tanya Arzan yang tidak melihat Revan.


" Revan sedang ada urusan kerja di luar kota." jawabnya. " dia mengirim salam untuk kamu dan istri mu." ujarnya lagi.


" Salam balik ke Revan pa." ucap Arzan dan di anggukkan oleh Tuan Gio, Eva yang melihat suaminya menanyakan kabar adik tirinya itu membuatnya tersenyum dan bersyukur Arzan tidak membencinya karena masa lalunya.


Arzan adalah orang yang tidak pernah membenci atau membalas dendamkan masa lalunya, ia sangat menerima dan berdamai akan masa lalunya. Sungguh pria ini sangat penyabar, penyayang, pengertian dan pelindung bagi keluarganya terutama pada istri dan anaknya.


Ingin rasanya Nyonya Vani bercerita tentang Revan yang sedikit berubah saat di tinggal menikah oleh Eva, tapi ia urungkan karena Nyonya Vani mengerti pembicaraan itu adalah hal yang sensitif dan akan menimbulkan kecemburuan bagi putra sulungnya, hingga dirinya lebih baik memilih untuk memendamnya.


Eva yang pernah melihat Revan di taman kota bersama seorang gadis manis pun tidak ingin membicarakannya, karena iya takut akan membuat suaminya cemburu atau salah paham. Mungkin Nyonya Vani tau soal hubungan Revan dengan gadis itu hingga Eva pun juga tidak ingin membicarakannya, lebih baik ia pendam sendiri.


Memperkenalkan Nyonya Vani dan Tuan Gio pada kerabat dan tamu undangan sebagai orang tua dan mertuanya. Sungguh Tuan Gio dan Nyonya Vani begitu senang dan terharu akan perkataan Arzan dan Eva yang menganggapnyab sebagai orang tuanya dan tidak ada sedikit pun rasa benci di mata Arzan dan Eva tentang masa lalunya dulu yang begitu jahat pada putra dan menantunya.


Arzan dan Eva mengajak Nyonya Vani dan Tuan Gio untuk foto keluarga bersama agar ia bisa mencetakkannya dan menaruh foto itu di dinding rumah mereka, seperti mereka mencetak foto pernikahannya bersama keluarga besarnya.


bergantian foto bersama Anna dan Dewi juga bersama pasangan masing-masing dengan berbagai gaya yang elegan dan kocak sebagai album kenangan saat mereka sudah menua nanti dan berharap semoga persahabatan mereka akan tetap abadi.


Dan mereka berterima kasih pada pembaca setia yang sudah mendukung dan selalu memberikan like dari cerita ini. salam dari kami.


EVA MY LIFE LINE.


.


.


.


.🍃🍃🍃🍃


Yey, terima kasih atas dukungan kalian.😘😘

__ADS_1


Tanpa kalian cerita ini tidak akan seperti ini sekarang.


Salam jauh dari @Cuzie


__ADS_2