Eva My Life Line

Eva My Life Line
nasehat kakak ipar


__ADS_3

Terlalu sibuk dengan bekerja hingga dua hari ini revan tidak menghubungi eva ataupun membalas pesan dari kekasihnya itu.


pekerjaan dia kali ini menguras banyak waktu hingga tidak sempat untuk memegang ponselnya. tapi beruntungnya hanya empat hari revan di luar kota karna pekerjaannya yang sudah selesai dengan sempurna dan tidak ada kendala sedikit pun.


sore hari Revan memutus kan pulang ke kotanya, karna ia begitu merindukan kekasihnya. sengaja tidak memberi kabar karna dia ingin membuat Eva kejutan.


sampai di bandara Revan menyuruh Rizal pulang menaiki taksi, karna dia ingin pergi ke kost Eva, meskipun lelah ia tetap semangat untuk bertemu kekasihnya itu.


tiba di depan kost eva, dia yang akan keluar dari mobil sempat memicingkan matanya. menatap tajam arah samping jendela saat melihat Eva berpelukan dengan seorang pria yang tidak dia kenal.


Eva yang di peluk dan di cium puncak kepalanya serta tersenyum itu membuatnya meradang. tangan yang mengepal dan mata yang memerah membuat hatinya sakit.


ia pun keluar dari mobil dengan wajah yang memerah dan tatapan yang membunuh.


"va.?" panggil revan saat berada di belakang eva dan pria itu yang duduk di ruang tamu kost.


eva pun berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya, sedikit terkejut. ia pun berdiri dan tersenyum pada pria yang di rindukannya


"revan, kamu kapan pulang.?" tanya eva dengan tersenyum


"tadi sore, langsung ke sini." jawab singkat Revan membuat eva sedikit bingung, karna tidak biasanya dia memanggilnya dengan sebutan nama.


revan menatap pria yang masih duduk itu dengan tajam dan sama halnya dengan pria itu yang tak mau kalah menatap Revan dengan tajam.


eva yang baru menyadari jika revan menatap pria yang berada di hadapannya itu dengan tajam segera menjelaskan kesalah pahamannya


"Mas, kenalin ini Revan.? yang kemarin aku ceritakan di telpon kepada mu." kata Eva pada Dani.


"oh, iya Van. ini kakak aku, mas Dani." imbuh eva pada Revan dan membuat Revan beralih menatapnya.


Dani pun berdiri dan mengulurkan tangannya di hadapan Revan, Revan pun membalas uluran tangan itu, berjabat tangan dengan tersenyum.


"Dani, senang berkenalan dengan mu. dan terima kasih sudah menolong Eva saat berada dalam bahaya." ucapnya dengan tulus dan tersenyum pada Revan.


"senang bertemu dengan mu juga. sudah kewajiban seorang lelaki kan untuk melindungi wanitanya." jawab Revan, sedikit penekanan dengan kata wanitanya membuat Dani mengangguk dan tersenyum kecil.

__ADS_1


Eva yang menyadari ucapan revan dengan menyebutkan kata wanitanya, membuat dia sedikit tersipu malu. menunduk kan kepala dan menahan senyum agar mereka tidak melihatnya.


mereka pun melepaskan jabatan tangan dan Eva menyuruh Revan untuk duduk. meninggal kan kakak serta kekasihnya untuk mengambil minum di kamar kost.


sama sama diam belum ada yang memulai berbicara terlebih dahulu. hingga akhirnya Dani mencoba untuk bertanya.


"Sejak kapan kalian pacaran.?" tanya Dani.


"Sejak pertama aku bertemu dengannya, dan sudah aku anggap dia sebagai wanita ku." jawab tegas Revan.


"kamu sudah tahu kan status dia.!"


"Sudah, dan aku tidak peduli dengan status dia. yang terpenting aku nyaman dengannya." imbuhnya


"Apa orang tua kamu sudah tau hubungan kamu dengan adik ku." tanya Dani


"Belum, minggu depan aku akan mengajaknya untuk bertemu dengan orang tuaku." katanya,


yang sebenarnya memang Revan ingin segera jujur pada Eva tentang statusnya sebagai bos di tempatnya bekerja serta ingin segera membawanya ke hadapan keluarganya. meminta restu untuk menikahi kekasihnya itu.


Mendengar ucapan Dani membuat Revan sedikit terdiam. pasalnya Revan memang belum memberitahu orang tuanya tentang Eva, tentang statusnya yang sudah mempunyai kekasih dan status kekasihnya yang janda itu. Revan pikir tidak akan ada masalah karna orang tuanya selalu mendukung apa yang Revan pilih untuk dirinya sendiri.


tapi jika ada pilihan di antara orang tua dan kekasihnya itu, ia bingung harus memilih yang mana. karna pada dasarnya Revan mencintai mereka dan tidak ingin meninggalkan mereka.


Dani yang tau akan diamnya kekasih adiknya itu hanya bisa tersenyum kecut.


"aku tau itu adalah pilihan yang sulit dan berbijaklah untuk memilih. ingat, jangan pernah menyakiti siapa pun. jika kamu menyerah berbicaralah dengan dia baik baik, karena dia pasti akan mengerti." kata Dani dengan bijak dan tersenyum pada Revan. Revan mengerti dan mengangguk.


Dani dan Revan mengakhiri pembicaraannya karna eva datang dengan membawa makanan ringan serta minuman untuk mereka.


"kok pada tegang sih, ada apa.?" tanya eva yang melihat Revan dan Dani sama sama diam.


"Mana ada tegang sih dek, kita dari tadi sudah ngobrol lho. sampek haus tu pacar kamu.?" ucap dani dengan mencairkan suasana membuat Eva dan Revan tertawa.


"mas pinjam kamar kamu ya sebentar, capek nich.?" pinta dani dan di anggukkan oleh eva, dani pun berdiri menepuk bahu revan dan berjalan meninggalkan adik dan kekasihnya itu sendiri.

__ADS_1


buk kos tau jika Dani adalah kakaknya Eva hingga dia di perbolehkan untuk berkunjung ke kamar kost Eva tapi tak boleh menginap.


"Ada apa.?" tanya Eva yang melihat Revan hanya diam.


"tidak apa apa yank, maaf ya yank jika tadi aku marah?" kata Revan.


"ulu ulu.!! ada yang salah paham nich ceritanya.?" goda eva membuat revan tertawa.


"cemburu lah yank.? mana ada sih yang terima kekasihnya di peluk peluk, di cium cium sama pria lain." kata Revan dengan mimik sedih.


"mau di peluk?" kata Eva membuat Revan semangat menganggukkan kepala serta tersenyum.


bukannya di peluk, malah terkena tabokan oleh Eva.


"enggak tau malu minta peluk peluk di tempat umum." gerutu Eva " Lagian ya itu kakak ku bukan orang lain." jawab Eva dengan mengerucutkan bibirnya.


"kamu ini yank.!" serunya dengan mengacak rambut Eva. " kawin yuk yank biar aku puas peluk kamu." ajak Revan


"kawin doang, gak di nikahin nich. kucing kali. !!" seru Eva


"hahahaha, yayank ku marah nich.!! gemesss, boleh cium.!" goda Revan, membuat eva melototkan matanya.


akhirnya mereka mengobrol dan tertawa bersama menikmati indahnya malam dengan rasa rindu. tapi tertawa itu hanya menutupi rasa takut jikalau waktu yang akan datang tidak berpihak kepadanya.


pilihan yang sulit untuk Revan, jika suatu saat dirinya harus memilih atau harus berhenti dan meninggalkan orang yang berada di hadapannya itu sekarang.


.


.


.


🌲🌲🌲


sepertinya babang kadal harus berjuang dech.

__ADS_1


mana nich vote, like, komennya untuk babang kadal.


__ADS_2