Eva My Life Line

Eva My Life Line
cemburu


__ADS_3

Aku tau aku salah, tapi ini adalah pilihan yang sulit untuk aku memilih. Antara kamu dan mama ku.


.


.


.


.


Mereka seperti menikmati jalan bersama di taman kota melupakan sejenak kemarahan dan kekecewaan yang mereka alami.


Tersenyum dan tertawa bersama saat melihat tingkah anak kecil yang menggemaskan. Tak terasa hari sudah mulai sore hingga Arzan dan Eva memutuskan untuk pulang.


Sungguh ini pertama kali Eva melihat Arzan tertawa dan tersenyum saat bersamanya. Dia tidak seperti biasanya yang pendiam dengan tatapan yang tajam serta muka yang datar.


Dalam perjalanan pun tak henti hentinya mereka mengobrol hingga tak terasa mobil yang mereka naiki sampai di depan kost Eva.


" Terima kasih untuk hari ini.?" Ucap Eva dengan tersenyum tulus.


" Iya sama-sama." Jawabnya " Jangan menangis lagi." tambahnya dan di anggukkan oleh Eva


Saat Eva akan turun dari mobil, suara ponsel Eva berbunyi hingga dia tidak jadi turun dari mobil dan mencari benda pipihnya itu dalam tasnya.


"Hallo.?" ucap Eva.


" Selamat sore, apa benar ini dengan mba Eva sekar sari.!" jawabnya dari sebrang telpon


" Iya saya sendiri, maaf ini dengan siapa.?" tanya Eva.


" Kami dari hotel Ravindra ingin menyampaikan bila besok mba Eva sudah bisa bekerja dia hotel ravindra." ucapnya membuat eva menatap Arzan dengan sedikit terkejut, Arzan yang di tatap seperti itu hanya bisa mengangkat alisnya untuk bertanya dalam diam.


" Benar kah itu mbak.?" tanya eva untuk memastikan pendengarannya lagi.

__ADS_1


" Iya mba, apa bisa besok mba Eva datang ke hotel Ravindra jam delapan pagi."


" Bisa mba bisa, terima kasih!" serunya hingga mereka pun mengakhiri panggilannya.


"Aaahhh!" jerit Eva dengan tersenyum dan memeluk Arzan tanpa sadar, Arzan yang mendapatkan pelukan dari Eva mendadak tubuhnya menjadi tegang dan jantung menjadi berdebar serta tangan yang tak berani menyentuh tubuh Eva.


"Aku di terima kerja.!" serunya yang sudah melepas pelukannya dan menatap Arzan dengan tetawa senang.


" Terima kasih untuk hari ini, kalau aku sudah gajian aku janji akan mentraktir kamu." ucapnya dan beranjak keluar dari mobil dengan senyum yang mengembang tanpa memperhatikan Arzan yang masih menegang.


Arzan tersadar saat pintu suara pintu mobil tertutup dan melihat Eva yang sudah berjalan ke arah kost


Dia memelukku." gumam Arzan dengan jantung yang masih berdebar menatap punggung Eva hingga tidak terlihat.


Masih menetralkan detak jantungnya hingga kemudian dia tersenyum dan mulai menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah, serta masih memikirkan Eva yang memeluknya.


******


" Kamu kenapa masih berhubungan dengannya.!" kata Nyonya vani pada anak semata wayangnya.


" Dia tidak baik Van! serunya " kamu dengar kan perkataan bella jika dia pergi meninggalkan restoran dengan pria lain dan dia menyiram air minum ke muka mama bella.!" tambahnya dengan nada sedikit marah.


" Mama percaya sama mereka.?"


"Iya, mama percaya karena mama sudah mengenal mereka lama sekali dan enggak mungkin mereka mengarang cerita apa lagi memfitnah orang." jawabnya.


" Mama tidak mau ya Van kamu berhubungan lagi dengan wanita itu, mama tidak mempersalahkan statusnya tapi mama tidak suka dengan sikapnya." tambahnya lagi.


" Tapi Revan cinta ma sama dia.!" jawab revan "Dan maaf ma aku enggak bisa putus dengannya."


" Kamu pilih mama atau dia." kata Nyonya Vani. " Jika kamu pilih dia jangan harap mama menganggap mu anak lagi! Dan anggap saja mama mu sudah tiada." ancamnya hingga membuat Revan tersentak kecil dan serta membulat kan mata akan perkataan mamanya.


Nyonya Vani pun berdiri dan meninggalkan Revan yang berada di ruang tamu dengan wajah yang terkejut dan menatapnya hingga tiada di balik pintu kamarnya.

__ADS_1


Sungguh ancaman mamanya membuat dia menjadi orang ling lung, dia begitu sayang dengan mamanya dan dia juga sayang dengan Eva tidak mungkin dia harus memilih antara mamanya dan kekasihnya itu.


Jika dia memilih kekasihnya, dia akan di anggap anak durhaka dan melupakan jasa ibu yang melahirkan dan membesarkannya dengan kasih sayang, jika dia memilih Mamanya itu berarti dia harus rela meninggalkan Eva meninggalkan cinta pertamanya. Sungguh pilihan yang sulit bukan.


Revan pun meremas rambutnya dengan kasar serta menunduk frustasi akan perkataan mamanya untuk memilih dua wanita yang berada di hatinya itu, pilihan yang sulit bukan.


Berjalan keluar rumah Utama untuk pulang ke rumahnya sendiri, memikirkan dengan baik sebelum dia bertindak siapa yang akan dia pilih nantinya.


Saat Revan berada di mobil, ia mendapatkan chat nomer yang tidak di kenal. Mengerutkan keningnya karna ini pertama bagi Revan mendapatkan nomer tanpa nama di ponselnya.


Saat membuka chat itu yang menunjukkan gambar seorang pria yang sedang membersihkan bibir wanita itu saat memakan permen kapas dengan tersenyum, dan berbagai pose wanita dan pria itu duduk di taman dengan saling tertawa serta tersenyum saat mereka saling menatap, membuat Revan merasa panas dan rahang mengeras serta meremas ponselnya dengan kuat.


Entah siapa yang sudah mengirim foto kekasihnya itu dengan pria yang pernah mengantarkannya pulang ke kost. tidak menyangka jika Eva seperti itu di belakangnya.


Cemburu itu pasti, melihat foto Eva dengan pria itu saat tertawa, saat tersenyum, dan saat pria itu dengan lancangnya menyentuh bibir wanitanya.


Sungguh pikiran dia sudah kacau di tambah lagi melihat foto kekasihnya itu membuat hatinya panas tanpa menunggu lama dia pun segera menyalakan mobilnya dan bergegas menuju kost Eva untuk menanyakan foto dia dengan pria yang di anggap eva sebagai teman atau mungkin itu selingkuhan Eva, hingga pikiran Revan yang sudah kemana-mana dan pikiran negatif tentang Eva bermunculan.


Sedangkan yang mengirim chat foto Eva dengan pria lain saat di taman, merasa senang dan merasa menang akan apa yang dia lakukan saat ini.


Dia pun mengirimkan gambar bukan cuma Revan saja tapi juga ke Nyonya Vani agar dia akan merasa semakin benci dan tidak akan merestui hubungan putranya dengan seorang janda.


Bella ya dia yang mengirim chat itu pada Revan, saat itu bella yang kembali ke dalam restoran karena meninggalkan sesuatu di dalam restoran itu sempat melihat Eva bersama pria lain dan keluar bersama dengan pria itu pula, Bella yang penasaran dengan siapa Eva pergi membuatnya mengikuti dia hingga di taman, kesempatan itu tidak Bella sia-siakan. Dia memfoto Eva sebanyak mungkin dengan pria itu dan mengirimkannya ada Revan dan Nyonya vani, agar Revan marah dan membuat hubungan mereka retak, serta Nyonya Vani semakin tidak suka dengan Eva.


.


.


.


.🐨🐨🐨


Seharusnya aku enggak update, karena aku enggak ingin melihat kalian kecewa aku paksain untuk up meskipun aku lagi di perjalanan ke luar kota untuk berbela sungkawa sama tetangga yang meninggal di kampung halamannya.

__ADS_1


karena rasa sosialisasi itu penting ya gaes.😇


__ADS_2