
Menyesal, pasti iya. Karena aku sudah menyianyiakan mu saat aku sudah lama mengenal mu.
.
.
.
.
Hari yang sangat bahagia bagi Anna karena sudah di lamar oleh orang yang baru dia kenal dan selalu nyosor saja saat bertemu dengannya. Tidak pernah menyangka jika Mario mencintainya, Anna mengira jika Mario hanya menggoda atau pun hanya ingin bersenang-senang saja sama wanita.
Tapi lihat lah sekarang Mario begitu serius akan cintanya dan bertemu dengan kakeknya untuk melamar dirinya, sungguh dia sangat senang dan bahagia mendapatkan pria yang tampan, enggak seberapa kaya dengannya, gagah, tegas dan humoris yang di tunjukkan hanya untuk dirinya saja.
Awalnya hanya benci dan selalu marah jika bertemu dengan Mario, tapi kini malah sebaliknya. Benci menjadi cinta, marah menjadi sayang padanya.
Mario, pria yang bisa membuat dirinya marah dan sebal, tapi juga bisa membuatnya rindu akan kejailannya. Bisa membuatnya move on dari pria yang dia cintainya dulu secara diam diam dan sudah tergantikan isi hatinya oleh Mario.
Berada di kantor dengan senyum yang merekah dan tidak luntur saat semua karyawan menyapanya dari pagi hingga kini jam makan siang.
Makan bersama dengan Dewi yang seperti biasa memilih di kantin pojok dekat dengan jendela.
" Kamu keliatan senang sekali, ada apa?" tanya Dewi yanh sedari tadi melihat Anna tersenyum.
" Masak sih." tanya balik Anna.
" Hmm, wajah mu enggak bisa bohong jika kamu keliatan bahagia." kata Dewi dengan sambil makan " Ada apa, kamu tidak mau cerita dengan ku.!" ujarnya lagi dengan cemberut.
Anna tidak bisa menyembunyikan saya bahagianya dan tertawa kecil saat melihat sekertaris plus sahabat barunya itu merajuk padanya.
" Hhmm, maaf ya." ucap Anna dengan wajah yang memelas dan tersenyum, Dewi mengangguk dan juga ikut tersenyum.
" Semalam aku habis di lamar." ucap Anna dengan suara pelan.
" Di lamar.!" pekik Dewi dan di anggukkan oleh Anna dengan tersenyum. " Aaahh, selamat sayang. Akhirnya sahabatku mau menik-." ucapnya menggantung saat semua orang yang ada di kantin menatap ke arahnya dan Anna dengan cepat menendang kaki Dewi.
Menutup bibirnya dan kembali menunduk untuk makan agar semua orang tidak lagi melihatnya. Sedangkan Anna hanya tersenyum dan mengangguk untuk karyawannya melanjutkan lagi makan siangnya yang terganggu karena ulah sekertarisnya.
" Kamu ini keras sekali kalau ngomong." gerutu Anna pada Dewi.
__ADS_1
" Refleks An! karena aku sangat bahagia melihat sahabat ku yang sudah di lamar sama kekasihnya." jawab Dewi dengan menyengir kuda. " Ceritain dong An!!" ujarnya lagi dengan sedikit memohon.
" Semalam dia datang ke rumah untuk bertemu dengan kakek."
" Terus.?"
" Kakek menerimanya Wi!!" ucapnya dengan bahagia, membuat Dewi tersenyum dan menyentuh tangan Anna.
" Hhhmm, aku ikut bahagia sayang!! selamat ya Ann." ucap tulus Dewi.
" Terima kasih sayang." ucapnya dan membalas menyentuh tangan Dewi dan mereka melanjutkan makan siangnya, sebelum mereka kembali melanjutkan kerjanya.
Anna yang sudah selesai dengan pekerjaannya, dan mendapatkan notif pesan di ponselnya dengan segera dia mengambilnya dan membuka pesan itu.
Mengerutkan kening saat mendapati notif pesan dari dia.
" Bisa kau datang di Bon cafe, ada yang ingin aku sampaikan. jam tujuh malam." pesan untuk Anna.
Sudah lama dia tidak mengirim pesan pada ku, dan sekarang ingin mengajak ku bertemu. Apa yang ingin dia bicarakan." gumamnya dalam hati. Dan sempat bingung harus menemuinya atau tidak.
****
cafe milenial yang tidak terlalu ramai akan pengunjung, selalu memilih duduk di dekat jendela dengan meja bundar dan dua kursi.
Mungkin dia tidak datang." gumamnya dengan melihat jam di ponselnya yang hampir menunjukkan pukul delapan malam.
Menghembuskan nafas beratnya dan menutup mata sebentar sebelum dia beranjak dari duduknya.
" Maaf aku terlambat." ucap wanita itu yang sudah di depan meja pria yang mengirim pesan padanya.
" tidak papa." jawabnya saat melihat wanita itu ada di hadapannya.
Anna yang terlambat datang saat pria itu mengirim pesan ingin bertemu dengannya yang ternyata pengirim pesan adalah Dani.
Sempat bingung Anna harus datang atau tidak, karena Anna sudah tidak ada hubungan lagi dengannya, tapi karena menghormati dan tidak ingin membuat Dani kecewa hingga dia pun datang untuk menemuinya. Mungkin saja ada yang ingin di sampaikan. pikir Anna!
" Mas Dani ingin menyampaikan apa.?" tanya Anna saat sudah duduk di depan Dani.
" Apa kamu akan menikah dengan Mario.?" tanya Dani dengan menatap Anna.
__ADS_1
" Iya, Apa Dewi yang memberitahu mas Dani." jawab Anna dan di anggukkan oleh Dani.
" Apa kamu mencintainya An." tanyanya lagi, membuat Anna mengerutkan keningnya.
" Kenapa mas tanya begitu.!"
" Karena aku juga mencintai mu An." ucap Dani, membuat Anna melebarkan mata saat Dani mengungkapkan cintanya pada Anna yang selama ini dia pendam sendiri, karena Dani masih belum percaya akan hatinya untuk membuka kembali cintanya.
Terkejut karena Dani mencintainya dan Anna juga mencintainya, tapi tidak ada satu pun yang mau mengungkapkan cintanya saat itu.
" Aku mencintai mu Ann, tapi hati ini masih belum yakin dulu untuk aku mengungkapkannya pada mu." ucap Dani, membuat Anna menatapnya. " Saat kamu berdekatan dengannya hati ku sedikit sakit, mencoba melupakan mu, aku tidak bisa dan saat aku tau kamu sudah di lamar sama dia, rasanya aku ingin marah pada diri ku sendiri karena terlalu lama tidak mengungkapkan cinta ku pada mu." ujarnya lagi dengan menundukkan kepala
" Aku seperti seorang pria pecundang dan plin plan karena cinta yang tidak tau akan berlabuh dimana." tambahnya dengan tersenyum miris.
" Aku juga mencintai mu." jawab Anna membuat Dani menatapnya dengan tatapan yang tidak percaya karena Anna juga mencintainya. " Tapi itu dulu mas, sebelum aku mengenal Mario." ujarnya lagi dengan membalas tatapan Dani.
" Sudah lama aku mencintai mu dalam diam dan hanya mendapatkan respon sedikit saja dari mu waktu itu. Mario datang ketika aku mulai belajar untuk tidak mengejar cinta mu lagi mas." tambahnya.
" Apa kamu masih mencintai ku An." tanya Dani.
" Maaf mas aku sudah tidak mencintai mu lagi, karena hati ku sudah ada yang memiliki." jawab Anna dengan jujur dan tersenyum membuat Dani juga ikut tersenyum walaupun dia kecewa akan jawaban Anna.
" Jika kamu sudah bahagia dengan pilihan mu aku juga ikut bahagia dan aku juga tidak bisa memaksa mu untuk mencintai ku lagi Ann." ucap Dani.
" Terima kasih mas sudah mau mengerti dan sudah mau mengungkap kan perasaan mu pada ku." jawab Anna dan di anggukkan oleh Dani.
" Masih ada orang yang sangat mencintai mu mas dan dia menunggu mu lebih lama dari aku, bahkan dia sangat setia dengan mu selama ini." ucap Anna membuat Dani mengerutkan keningnya.
" Kamu akan tau siapa dia." kata Anna yang mengerti akan kebingungan Dani. " Aku pergi dulu ya mas sudah di tunggu sama orang itu." pamit Anna dengan menunjukkan pria yang ada di luar cafe sedang menatapnya dengan tersenyum.
Dani yang juga ikut melihat pria di luar cafe yang sedang menatapnya dengan senyum pun ia balas dengan tersenyum juga serta.
" Iya hati-hati, salam untuk Mario." jawab Dani dan di anggukkan oleh Anna dengan tersenyum beranjak dari duduknya, pergi melangkah untuk menuju kekasihnya yang sedang mununggunya di luar.
.
.
.
__ADS_1
.🐨🐨🐨
Damai lho rek..😄😄