Eva My Life Line

Eva My Life Line
part Ana 1


__ADS_3

Kau hanya menganggap ku sebagai teman spesial tidak lebih dari itu. Karena aku tau jika kau mempunyai wanita yang sudah mengisi hati mu.


.


.


.


.


Menghembuskan nafas berat saat Ana sedang berada di ruang makan dengan dia yang hanya mengaduk makanan tanpa mencicipinya.


Mengingat di mana kemarin sore Dani datang ke rumah bersamaan dia melihat Mario yang juga ada di rumahnya hanya untuk mengantarkan dia pulang karena kakinya yang terkilir.


Dani yang menatap Ana dengan tatapan biasa saja hanya tersenyum kecut jika Dani memang tidak mempunyai perasaan.


Rasanya memang benar jika tidak ada celah sedikit pun di hati Dani untuknya. Apa karena dia meresa trauma dengan wanita atau dia memang sudah mempunyai wanita lain.


tapi di sisi lain Ana sedikit terenyuh kala melihat Dani yang khawatir saat dirinya yang kesakitan saat berjalan. Membantunya untuk ke kamar Ana, memasak air panas untuk di kompreskan ke kaki Ana yang bengkak.


Meskipun sikapnya cuek dan acuh dia tetap perhatian dengan Ana dan itu yang membuat Ana jatuh cinta padanya.


Tapi dia tau jika Dani memiliki wanita yang entah itu kekasihnya atau teman. Ana selalu melihat status Dani yang di unggahnya lewat chat maupun media sosial saat dia foto bersama wanita itu maupun bersama teman-temannya, wanita itu selalu saja dekat dengan Dani.


Rasanya sesak sekali di dada, saat Dani bersama wanita lain. Tidak sekali pun Dani mengajaknya foto bersama ataupun keluar untuk jalan-jalan pun tidak pernah.


Hanya bermain ke rumah, mengantarkan makanan kesukaan Ana dan singgah pun hanya sebentar.


Jika Dani tidak mencintai Ana setidaknya jangan membuat harapan kepada Ana. Dengan perhatian dengannya, saling berhubungan lewat chat, telpon ataupun ke rumahnya.


Menarik nafas dalam-dalam dengan pikiran yang sudah matang, jika Ana sudah bertekat untuk memberi jarak antara dirinya dan Dani. dan ia pun akan mencoba perlahan untuk menghapus cintanya untuk Dani.


Sudah cukup rasanya ia menunggu Dani yang tidak pernah peka akan tatapan sukanya pada dia. Akan apa yang selalu dirinya lakukan untuk Dani, menghindari pria yang akan mendekatinya, yang suka dengannya dan ada pula yang menolak cinta pria lain hanya demi Dani.


Menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sebelum dia mendengar ketukan pintu dari luar, membuat Ana mengerutkan kening saat mendengarnya di pagi hari.


Beranjak dari duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu. Memicingkan mata saat seorang pria bertamu di pagi hari.


" Kamu.!" seru Ana dengan memandang Mario.


" Hanya mengantarkan motor mu." ucap Mario pada Ana dan memberikan kunci motor Ana.

__ADS_1


Menerimanya dengan tersenyum dengan menatap Mario.


" Terima kasih." ucap tulus Ana.


"Itu tidak gratis.! Kau harus memberiku imbalan." kata Mario membuat Ana membulatkan mata serta senyumnya pun memudar.


" Kamu tidak iklas membantu ku.!"


" Di dunia ini tidak ada yang gratis, buktinya saja kau kemarin meminta imbalan saat aku meminta tolong pada mu." jawab Mario.


Membuat Ana mengerucutkan bibirnya saat Mario kembali mengingat akan lerlakuan Ana yang memalaknya begitu banyak.


" Kamu mau meminta imbalan apa?" tanya Ana " Kalau kau meminta uang, aku tidak akan memberikannya. Karena uang mu sudah banyak kan." ucapnya lagi dengan ketus, membuat Mario tersenyum samar.


" Berikan aku sarapan pagi dan malam hari selama satu minggu.!" ucap Mario membuat Ana Melototkan mata saat mendengar ucapan Mario.


" Kamu gil-."


" Aku tidak peduli." saut Mario cepat dengan menggeser tubuh Ana untuk dia masuk ke dalam rumah Ana.


" Eh.!" pekik Ana dengan terkejut dan menghadang Mario dengan dekat. " Kamu mau apa, ayo cepat keluar.!" perintah Ana.


" Kalau Aku tidak mau.?" jawab Mario dengan ke dua tangan bersendekap di dada.


" Teriak saja, aku tidak takut. Biar sekalian saja kita di nikahkan dan aku akan bilang kalau kita sudah kumpul keb*?" ancam Mario dengan tersenyum dan mengangkat ke dua alisnya.


Membuat mata Ana membulat serta mulut yang terbuka lebar menyentuh dagu Ana untuk menutup mulut Ana yang terbuka dan meninggalkan Ana untuk menuju meja makan.


" Pria gila.!!" teriak Ana dengan mengepalkan ke dua tangannya dan berjalan dengan menghentakkan kaki untuk mengikuti Mario dari belakang.


Melihat Mario yang sudah duduk di kursi makan dengan tenang dan memainkan ponsel untuk melihat email yang masuk.


" Cepetan makan dan segeralah pulang." perintah Ana dengan ketus.


" Ambilkan aku makanan.?" Kata Mario dengan santai.


" Kau pikir aku pembantu mu apa!" geram Ana " Makan sudah menumpang, sekarang minta di layani." ujarnya lagi dengan ketus.


" Bukankah itu kewajiban wanita untuk melayani seorang pria." jawab Mario.


" Tapi aku bukan istri mu.!" seru Ana

__ADS_1


" Siapa yang bilang kau istri ku." sekak Mario dengan menatap Ana, hingga membuat Ana menjadi kikkuk dengan ucapannya.


" Cepat ambilkan aku makanan." perintah Mario dengan rasa dongkol dan mengerucutkan bibirnya Ana pun mengembilkan makanan untuk Mario.


Tersenyum samar saat melirik Ana yang merasa sebal dengannya, dan entah kenapa itu membuat Mario merasa suka dan akan tetap menggodanya.


Mengambilkan makanan dan kembali duduk di tempatnya dengan makan lahap dan malas untuk menatap Mario yag ada di hadapannya.


" Apa kaki mu masih sakit.?" tanya Mario dengan di sela mengunyah makanan.


" Kenapa tanya-tanya, mau kamu pijitin.!" kata Ana ketus.


" Boleh kalau kamu mau, aku pijitin." jawab Mario, hingga Ana tersedak dengan makanan yang ada di mulutnya.


Mario yang melihat Ana tersedak dan batuk-batuk pun segera memberikan air minum pada Ana. Mengambilnya minuman dari tangan Mario meminumnya hingga habis dan menatap Mario dengan tajam.


" Kau.!"


" Kenapa?" tanya Mario santai " Kan kau yang meminta ku untuk memijat mu."


" Aku tidak meminta mu." kilah Ana


" Yang tadi itu apa." tanya Mario.


" Cepat habis kan makanan mu, dan cepat sana pulang. Bisa mati muda aku bila bersama mu terus." gerutu Ana dengan kembali makan dan tidak menghiraukan Mario yang tersenyum menatapnya.


Melanjutkan sarapan paginya dengan diam dan sekali-kali Ana mencuri pandang Mario yang memakan masakannya dengan lahap dan tenang.


Makan di pagi hari bersama wanita yang semalaman memikirkannya dan membuatnya tersenyum sendiri saat mengingat kelakuan Ana yang berada di kantor.


Wanita yang cerdik, pemarah, dan acuh kepada pria membuat Mario tertarik dengan sikap Ana. Mempunyai kesempatan saat Mario ingin bertemu kembali dengan Ana memanfaatkan motor Ana yang dia sita dan akan membuat perjanjian padanya, agar Mario bisa dekat dengan Ana.


.


.


.


.🐨🐨🐨


Maaf atas keterlambatannya.🙏

__ADS_1


semoga kalian di beri kesehatan.


Amin.


__ADS_2