Eva My Life Line

Eva My Life Line
Dunia sempit


__ADS_3

Dunia sungguh sangat sempit, hingga aku harus bertemu kembali dengan mu. Dan rasanya sudah sangat berbeda tidak seperti dulu.


.


.


.


.


Memulai aktivitas kembali, di kantor pagi hari, dengan semangat pagi saat mendapatkan notif pesan dari pria yang selalu menggodanya.


Siapa lagi jika bukan Mario yang mengirim chat padanya, mengucapkan selamat pagi dan memberikan image lambang bunga mawar merah. Hanya sebuah chat sudah membuat Anna tersenyum sendiri.


Berjalan memasuki lobby sebelum ia berhenti dan menyapa balik sekertarisnya yang sudah ada di hadapannya dan berjalan bersama untuk menuju ruangannya.


" Anna.?" sapa Dewi saat berada di lift berdua.


" Iya Wi, ada apa?" tanya Anna.


" Apa nanti malam kamu sibuk." tanya Dewi.


" Sepertinya nanti malam tidak ada agenda kan." tanya balik Anna dan di gelengkan oleh Dewi " Ada apa.?" tanyanya lagi.


"Nanti malam aku ingin memperkenalkan mu dangan teman pria ku, apa kamu bisa An." kata Dewi dengan malu-malu.


" Ciye,! pacarnya ya!!." goda Anna yang melihat Dewi tersipu malu. " Hmm baiklah, nanti kamu kirim saja alamat restorannya." ujar Anna


" Terima kasih ya Ann." ucap Dewi dengan senang dan di anggukkan oleh Anna dengan ikut serta tersenyum.


***


Menempati janji pada sekertarisnya untuk ikut makan bersama dengannya dan juga untuk mengenal pacar Dewi. Melihat alamat restoran yang sudah di kirimkan oleh Dewi dan memberikan alamatnya pada sopir untuk segera melajukan mobilnya ke restoran agar dewi tidak menunggunya terlalu lama.


setengah jam yang lalu Dewi meminta izin untuk pulang terlebih dulu saat pekerjaannya sudah selesai.


Anna yang memilih untuk tetap di kantor karena masih ingin memeriksa laporan, serta ingin melihat pemandangan dari atas gedung saat warna jingga sudah mulai menghilang dan tersenyum saat pikirannya mengingat pria itu.

__ADS_1


Merapikan baju tanpa harus berganti pakaian, mencuci muka dan hanya menempelkan sedikit bedak agar wajahnya tidak terlalu pucat dan kusam.


Sampai di restoran yang Dewi kirimkan alamatnya dan mencoba mencari keberadaannya, tersenyum saat melihat Dewi melambaikan tangan padanya dan berjalan untuk menghampirinya.


" Apa aku terlambat." tanya Anna pada Dewi yang berdiri untuk menyambutnya.


" Tidak kok An, kita baru saja datang." jawabnya dengan tersenyum. " Oh iya An kenalkan dia adalah teman ku?" ujarnya lagi, dan Anna pun menatap seorang pria yang ada di sampingnya.


Membulatkan mata serta sedikit terkejut saat mendapati pria yang ada di sampingnya sedang menatapnya dengan rasa yang sama terkejutnya.


Sudah dua bulan lebih Anna tidak pernah bertemu pria yang ada di hadapannya dan tidak saling memberi kabar sama sekali.


Mencoba menetralkan rasa terkejutnya dan kembali dengan wajah yang biasa serta tersenyum untuk menutupi lukanya.


" Anna." ucapnya dengan mengulurkan tangan pada pria yang ada di hadapannya, masih menatapnya dan tersadar saat tangan Dewi menyentuh lengannya.


" Dan.?" tegur Dewi membuat Dani tersadar dan menatapnya.


" Dani." ucapnya dan membalas jabatan tangan Anna dan juga tersenyum.


" Ayo Ann duduk." ajak Dewi dan Anna pun mengangguk serta duduk sendiri di hadapan Dewi dan Dani.


Sungguh hati Anna mulai terluka kembali kala mengingat itu, dan apa lagi sekarang mereka ada di hadapannya.


Dani merasa terkejut akan pertemuannya dengan Anna karena selama ini dia tidak pernah mengasih kabar serta ke rumah Anna, dengan terakhir kali melihat Anna bersama seorang pria yang ada di rumahnya.


Mereka seperti orang yang tidak saling mengenal dan sama-sama diam untuk tidak berbicara. Rasanya Anna dan Dani sungguh canggung saat ini, tiga tahun mereka saling kenal dan sering bertemu, kini mereka seperti orang asing saja.


" Dani, Anna ini adalah sahabat baru ku dan juga Atasan kita." ucapnya dengan tersenyum saat memperkenalkan Anna.


Lagi-lagi mereka sama terkejut saat Dani mengetahui Anna adalah CEO baru, dan Anna juga terkejut kala mendengar ucapan Dewi saat mengatakan " atasan kita" itu berarti Dani bekerja di perusahaannya.


" Anna, Dani ini bekerja di bagian Account Exesecutiv dan dia jarang sekali berada di kantor." ujarnya lagi.


" Oh iya." ucap Anna dengan expresi yang di buat terkejut


"Hmm, tapi dia selalu ada waktu untuk ku." jawabnya dengan tersenyum dan memandang Dani. " Dia ini jika ke luar kota selalu membawakan aku oleh-oleh, selalu mengirim pesan, telpon menanyakan kabar ku dan kalau ada waktu senggang dia mengajak ku jalan-jalan." ujarnya lagi dengan tersenyum menatap Dani yang sedang menatapnya.

__ADS_1


Perkataan Dewi membuat hati Anna sungguh terluka, membawakan oleh-oleh, menelpon, mengirim pesan dan jalan bersama, seperhatian itukah Dani dengan dia.


Dani saja jarang sekali mengirim pesan jika bukan Anna dulu yang mengirimnya pesan, pengirim pesan perhatian dengannya, menanyakan kabarnya.! Anna seperti seorang pengemis cinta jika mengingat itu kembali.


Menatap ke arah Anna yang tersenyum miris dan merasa sangat bersalah akan apa yang dia lakukan pada Anna.


" Oh, iya An ayo kita pesan makanan. Karena banyak berbicara sampai aku lupa." ujarnya dengan tertawa kecil dan mengambil daftar menu makanan untuknya dan memberikannya pada Anna juga. Anna hanya mengangguk dan mulai melihat daftar menu restoran tanpa mempedulikan lagi Dani yang sedang menatapnya.


" Yank.?" ucap seorang pria yang menghampiri tempat duduk mereka bertiga saat wanita itu sedang memilih menu makanan sendiri.


Mendongakkan kepala saat mendengar suara, dan membulatkan mata mendapati Mario yang ada di hadapannya.


" Kam-." ucap Anna dan berdiri dari duduknya.


" Kamu kenapa ada di sini.?" sahut cepat Mario dengan mencium pipi Anna dan membuat Anna merasa terkejut akan perlakuan Mario di hadapan dua orang yang sedang menatapnya, Dani dan Dewi menatap pria yang sedang mencium pipi Anna dengan rasa terkejut juga.


" Tuan Mario.?" sapa Dewi berdiri dari duduknya dan Dani pun juga ikut berdiri.


" Ah? maaf saya tidak tau jika ada kalian." ucap Mario dengan sedikit terkejut.


" Pak Dani.?" sapa Mario dengan tersenyum " Anda juga ada di sini pak." ujarnya lagi, Dewi menatap Mario dan bergantian menatap Dani.


" Malam pak Mario, saya di sini sedang menemani pacar saya." jawab Dani dan menatap Dewi dengan tersenyum.


Terkejut saat mendengar perkataan Dani yang menyebut Dewi adalah pacarnya dan Dewi pun juga sama terkejut saat Dani berkata jika ia adalah pacarnya.


" Berarti kita bisa doble date." kata Mario dengan tersenyum dan merangkul bahu Anna.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🐨🐨🐨


Ciye.!! yang mau ngamok.😆😆


__ADS_2