Eva My Life Line

Eva My Life Line
So Sweet


__ADS_3

Seperti ini rasanya di cintai, menjadi ratu satu-satunya dalam hidup mu.


.


.


.


Flashback.


"Mario.?" sapa Anna dengan ragu-ragu saat mereka sedang berada di mobil untuk menuju pulang ke rumah Anna.


" Iya." jawab Mario dengan melihat sekilas Anna dan kembali lagi fokus menyetir mobil.


Sempat ragu untuk mengungkapkannya atau tidak hingga Anna memilih diam kembali untuk tidak mengucapkannya.


Mario yang melihat sekilas ke Anna dengan dia yang sedang meremas tanggan dan menundukkan kepala membuat Mario mengerutkan kening dan kembali untuk bertanya.


" Ada apa Yank.?" tanya Mario yang menatapnya dan memegang tangan Anna saat berada di lampu merah.


" Ada apa? hhmm." tanyanya lagi, melihat mata keraguan Anna yang ingin mengucapkan sesuatu.


" Malam ini ada pria yang ingin bertemu dengan ku, dan dia menunggu ku jam tujuh malam di bon cafe." ucap Anna.


" Pria! siapa." tanya Mario


" Dani, kakaknya Eva." lirih Anna, membuat Mario menatap sekilas dan kembali melajukan mobilnya saat lampu merah berganti hijau.


Anna yang melihat Mario diam dan fokus kembali pada jalanan, membuatnya bingung saat Mario tidak mengucapkan apapun, hanya menundukkan kepala dan malas untuk membahasnya karena ia takut jika Mario kecewa dan marah dengannya.


Menepikan mobilnya kala memasuki jalanan yang sepi dan mematikan mesin mobil untuk memnatap kekasihnya yang sedang melihatnya.


" Dani ingin menemui mu." tanya Mario dan di anggukkan oleh Anna.


" Apa kamu ingin menemuinya." tanyanya lagi.


" Aku bingung." jawab Anna dengan jujur.


" Bingung kenapa Yank."


" Jika aku menemuinya aku takut membuat mu terluka dan marah, tapi jika aku tidak menemuinya, aku juga merasa penasaran." jawabnya dengan jujur, Membuat Mario tersenyum dengan jawaban Anna.


" Temui saja dia Yank, mungkin dia ingin menyampaikan sesuatu pada mu." ucap Mario.


" apa kamu tidak marah, tidak cemburu."


" Aku tidak marah dan hanya sedikit cemburu saja." jawabnya, membuat Anna tersenyum sebelum tertawa kecil.

__ADS_1


" Kalau gitu ikutlah dengan ku." usul Anna.


" Boleh." jawab Mario dengan tersenyum dan kembali menjalankan mobilnya untuk menuju cafe yang sudah di beritahu Anna tempatnya.


Berhenti di parkiram mobil saat mereka sudah sampai di depan cafe, Anna dan Mario keluar dari mobil dan sudah sampai di depan pintu kaca cafe. Menarik tangan Anna berhemti berhenti masuk ke dalam cafe


" Ada apa?" tanya Anna.


" Kamu masuk saja, aku akan menunggu mu di luar." perintah Mario.


" Kamu tidak mau masuk dengan ku." kata Anna yang sedikit kecewa saat Mario tidak ingin menemaninya masuk untuk bertemu dengan Dani.


" Bukannya aku tidak mau sayank! tapi lihat lah dia seperti sedang serius untuk ingin bertemu dengan mu." jawab Mario dengan menunjukkan Dani yang sedang menunggunya dengan wajah yang gelisah. " Aku tidak ingin dia kecewa dan tidak leluasa untuk mengajak mu berbicara jika ada aku, lebih baik kamu masuk saja sendiri biar aku menunggu mu di luar." ujarnya lagi dengan tersenyum dan menyentuh pipi Anna.


" Hmm, baik lah." jawab Anna yang memang membenarkan perkataan Mario meskipun sebenarnya Anna merasa tidak enak hati pada kekasihnya.


Memasuki cafe tanpa kekasihnya yang berada di luar sedang menunggu dan menatapnya. Mario memberikan privasi untuk Dani berbicara pada Anna berdua ya walaupun ada sedikit rasa cemburu.


****


Berjalan keluar dari cafe, menuju kekasihnya yang sedang meunggunya di luar dengan tersenyum saat melihatnya berjalan ke arahnya.


" Sudah selesai.?" tanya Mario saat Anna berada tepat di depannya dengan bibir yang melengkung.


" Sudah, ayo?" jawab dan ajak Anna.


" Aku mau kencan dengan kekasih ku." ucapnya yang membuat Mario tertawa dan mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.


" Mau kencan ke mana, sayank.!!" ucapnya dengan di buat manja, membuat Anna merasa geli dan tertawa karena ulah Mario yang alay.


" Taman kota yang banyak makanannya." jawab Anna ." lapar.!!" ujarnya lagi dengan sedikit merengek.


" Enggak di kasih makan buk sama yang di dalam." ucap Mario.


" Di kasih, cuma gak enak saja makan tanpa kekasih ku yang sedang menunggu ku di luar." jawabnya, yang memang benar Anna tidak menyentuh makanan yang di pesankan Dani, mungkin Anna memikirkan kekasihnya di luar yang juga belum makan malam.


" So Sweet!!" seru Mario dan Anna pun tertawa karena ucapan Mario " Ayo Yank kita makan malam, mau cari yang mahal atau yang biasa saja." ujarnya lagi.


" Hhmm sok gaya, mentang-mentang tanggal muda gajian sudah keluar bisa makan di restoran, coba kalau tanggal tua pasti makannya di.-"


" Warteg." sahut cepat Mario dengan tertawa. " kekasih ku kan kaya, bisa aku manfaatin kan untuk makan di restoran bintang lima, kalau bisa bintang tujuh." imbuhnya lagi.


" Matrek." cibik Anna dengan tertawa yang membuat Mario juga ikut tertawa.


Mengulurkan tangannya ke Anna dan di terima baik oleh Anna dengan menggenggam tangan Mario. Berjalan beriringan menuju parkiran dengan saling bergurau dan tertawa bersama.


Sedangkan orang yanh berada di dalam cafe menatap kepergian sepasang kekasih yang sangat mesra dan bahagia. Dani pun hanya bisa tersenyum dan juga ikut bahagia, walaupun sebenarnya dia kecewa.

__ADS_1


Semoga kamu bahagia Ann." gumam Dani dan beranjak dari duduknya untuk ke kasir dan pergi dari cafe dengan rasa lega karena sudah mengungkapkan cintanya walaupun kenyataannya dia di tolak.


****


"Ay.?" sapa Eva saat makan malam bersama dengan suaminya


" Iya.?" jawab Arzan dengan sambil makan.


" Apa kamu sudah mendengar kabar." kata Eva, yang membuat Arzan menatapnya dengan mengerutkan keningnya.


" Kabar apa Ay.?" tanya Arzan dan kembali melanjutkan makannya.


" Kabar Mario sudah melamar Anna.?" jawab Eva dengan tersenyum yang membuat Arzan menatapnya.


" Mario sudah melamarnya." ucapnya dan di anggukkan Eva dengan cepat. " kenapa tu bocah tidak memberitahuku dulu." ujarnya lagi.


" Memangnya kenapa Ay.?" tanya Eva.


" Hanya takut jika dia di tolak Ay." jawab Arzan dan di tertawakan kecil oleh Eva.


" Kok tertawa Ay.?"


" Dia sama seperti kamu Ay.?" cibik Eva, membuat Arzan mengerutkan keningnya karena di bandingkan sama dengan Mario.


" Datang melamar anak orang tidak bawa apa-apa! dasar orang kaya pelit." ujarnya lagi, dan perkataan Eva sukses membuat Arzan tertawa saat mengingat kembali dulu melamar istrinya tanpa membawa buah tangan atau seserahan, dan kini yang Mario lakukan sama persis seperti dirinya dulu.


" Hahahaha, Maaf Ay? aku enggak tau harus bawa apa waktu itu, aku gugup Ay." jawab Arzan dengan menyengir kuda, Eva hanya memasang wajah cemberutnya kala mengingat lamaran Arzan yang tidak ada romantisnya sama sekali.


" Dan sekarang apa pun yang istri ku mau akan aku turutin." ujarnya lagi yang langsung mendapatkan senyuman dari Eva saat mendengar ucapan suaminya.


" Kalau gitu tolong ya Ay!! malam ini carikan aku asinan sayur.!" dengan bibir yang melengkung sempurna saat meminta pada suaminya, menghembuskan nafas berat saat ia kelepasan ucapan yang bakal menurutin ke mauan istrinya.


Dan ini lah yang terjadi, malam hari harus mencari asinan sayur yang di minta istrinya dengan alasan lagi mengidam.


.


.


.


.🐨🐨🐨


Pantun woyy.


Baju tiba di hari raya, baju baru ada di mana.


Kalau boleh saya bertanya, kalian yang baik dari mana?😆😆

__ADS_1


__ADS_2