Eva My Life Line

Eva My Life Line
bertemu kembali


__ADS_3

Aku memang tidak pernah berada di posisi mu, tapi aku tau bagaimana rasanya jika berada di posisi itu.


Sakit, marah dan kecewa, itu yang kamu rasakan saat ini.


.


.


.


Menunggu di dalam mobil selama tiga puluh menit saat asisten dan sopirnya pulang terlebih dahulu dan meninggalkannya sendiri di dalam mobil yang begitu gelap di dalamnya, serta dengan hujan yang sangat deras di luar sana.


Pria dingin itu selalu menatap ke arah taman di mana ada seorang wanita duduk di kursi taman dengan termenung, seperti menikmati hujan malam untuk menghapus jejak kemarahan dan kekecewaan yang sangat dalam di hatinya.


Entah kenapa saat wanita itu keluar dari restoran dengan menghapus air mata, ia sedikit merasa iba dan dia pun juga ikut keluar untuk pulang ke rumahnya. Tapi nasib berkata lain saat berada di jalan ia melihat ke arah luar jendela dan tanpa sengaja dia melihat wanita itu duduk di taman dengan menangis sebelum datangnya hujan.


Ia pun memerintahkan sopirnya untuk memutar balik dan menepi setelah berada di sebelah taman dan di situlah dia menyuruh asisten dan sopir pulang untuk menaiki taksi sedangkan dia masih setia menunggu wanita itu hingga hujan turun membasahi tubuhnya.


Eva, wanita yang lemah karena dia selalu mengalah dalam hinaan dan cemooh dari semua orang. Meratapi nasibnya yang tidak pernah beruntung dalam hidupnya, di tinggalkan ke dua orang tua, rumah tangga yang hancur, di hianati oleh teman, dan menjadi janda di usia muda serta banyaknya orang yang menganggapnya wanita penggoda suami orang.


Ia pikir mempunyai kekasih seperti Revan akan membuat hidupnya berwarna dan damai serta akan mendapatkan kebahagian bila bersamanya.


Tapi ketika dia mengetahui Revan adalah anak pemilik pabrik itu, ia merasa di bohongi dan di hianati saat acara pesta karena orang tua Revan akan menjodohkannya dengan wanita lain. Beruntung kesalah pahaman itu bisa di jelaskan dengan baik oleh Revan dan membuatnya percaya lagi.


Tapi malam ini dia sangat malu dan sangat marah serta kecewa dengan dirinya sendiri.


malu saat ke dua orang tua Revan tau dari orang lain jika dia sudah menikah dan bilang sendiri jika dia sudah bercerai hingga membuat ke dua orang tua Revan kecewa dengan statusnya.


Marah dengan diri sendiri saat dia tidak bisa membalas caci maki serta hinaan orang, dan kecewa saat kekasihnya itu pergi tanpa berpamitan dahulu dengannya, seakan dia terpojokkan sendiri dengan situasi saat itu hingga akhirnya dia pergi dari restoran setelah di hina dan di siram minuman oleh mantan calon tunangan Revan.


terlalu kecewa dan marah hingga dia melupakan hujan yang begitu deras mengguyur tubuhnya.

__ADS_1


begitu lama ia termenung dengan air hujan hingga dia di sadarkan oleh seorang pria memayungi tubuhnya.


menatap ke arah ke samping dan mendongakkan kepala begitu terkejut saat mengetahui pria yang memayunginya itu adalah pria yang pernah menolongnya.


" Tuan.?" ucap lirih Eva dan berdiri tepat berada di hadapan pria dingin itu dengan jarak yang begitu dekat.


" Tidak baik hujan malam bagi tubuh.!" katanya dengan dingin dengan menatap Eva dengan bibir yang sudah mulai membiru karena kedinginan.


" Aku akan mengantar mu pulang.!" ucapnya


" Terima kasih, aku bisa pul-."


" Jangan membantah, sudah malam dan tidak ada satu kendaraan pun yang lewat." sergahnya, hingga membuat Eva tidak bisa menolak karena memang tidak ada satu pun kendaraan yang lewat.


Pria itu berjalan beriringan dengan dia yang memegang payung dan Eva yang memeluk tubuhnya karena sudah merasa kedinginan.


membuka pintu mobil untuk Eva dan berjalan untuk menuju tempat duduknya sendiri.


" Pakai lah agar tidak kedinginan." ucapnya tanpa melihat Eva. mendengar perintah pria dingin itu dia pun membalutkan jas dia di tubuhnya karena Eva memang sudah merasa kedinginan.


Pria itu menjalankan mobil dengan sedikit memperlambat lajunya, sedangkan eva memilih menatap luar jendela dengan menyandarkan kepalanya di samping pintu hingga dia tidak tersadar menutup mata.


Pria itu masih mengingat di mana arah rumah wanita yang ada di sampingnya itu, hingga mereka sudah sampai di samping rumah berlantai dua.


mematikan mesin mobil dan menatap ke arah Eva yang ternyata tertidur dengan keadaan baju yang setengah mengering.


rasanya ia ingin membiarkan wanita itu tidur, tapi ia tau jika tidur dengan keadaan basah membuat wanita itu akan sakit. Hingga di memberanikan diri untuk menepuk lengan Eva.


Eva mengerjabkan matanya saat mendapatkan tepukan di bahunya, dan beralih menatap ke arah pria dingin. Sekilas pandangan mereka saling bertemu memperlihatkan mata Eva yang sembab akibat terlalu menangis dan mereka pun saling memutuskan saling menatapnya.


"Maaf, aku ketiduran.?" ucap lirih Eva dan hanya di jawab deheman olehnya.

__ADS_1


Eva menatap sekeliling luar jendela yang ternyata sudah sampai di depan kostnya.


" Terima kasih Tuan sudah mengantarkan saya.!" ucap Eva sedikit menunduk dan di anggukkan olehnya.


Eva mulai keluar dari mobil dan berjalan untuk menuju kostnya dan seperti biasa pria itu menatap punggung Eva hingga tidak terlihat.


"Dua kali aku bertemu dengan kamu di saat kamu menangis dan saat hujan. Apa kamu menyukai hujan saat menangis, untuk membuat rasa kecewa, marah dan sakit di hati mu itu mereda.!" gumamnya dan mulai menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.


Saat Eva sudah berada di dalam kost, ia pun segera mengganti bajunya karena basah. Sungguh Eva lupa jika ia memakai jas pria itu untuk menutupi tubuhnya waktu kedinginan.


Mencoba meraba saku jas mungkin saja dia bisa mendapatkan sesuatu agar bisa mengembalikan jas serta pakaian yang di pinjamkan oleh Eva. Karena Eva tidak ingin menyimpan barang yang bukan miliknya apa lagi dari seorang pria yang tidak dia kenal.


mungkin ini adalah keberuntungannya hingga dia menemukan satu kartu nama yang terselip di saku jas pria itu.


" Arzan Ravindra Malik." gumam Eva dengan menatap kartu nama yang berada di tangannya.


ia pun manaruh kartu nama itu di laci dan segera pergi untuk ke kamar mandi. melupakan sejenak masalah dia dengan Revan dan mulai tidur untuk memulai esok hari yang mungkin sulit untuk ia jalani nantinya.


Berharap kepada Tuhan semoga ia mendapatkan jalan terbaik dalam hubungannya bersama Revan. Meskipun pada akhirnya ia akan terluka untuk ke dua kali.


.


.


.


.🍁🍁🍁🍁


Terima kasih ya atas dukungannya.


salam jauh dari pria dingin dan babang kadalπŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2