Eva My Life Line

Eva My Life Line
kantor part 1


__ADS_3

Begitu banyak musuh yang mengelilingi ku, hingga aku tidak ingin membuat mu terlibat dengan semua itu.


.


.


.


.


"Jika kalian berani menyentuh Istri ku akan aku pastikan kalian mati.!" Hardik seorang pria tidak juah melihat istrinya yang sedang di hina dan di usir oleh karyawannya.


Berbalik ke belakang untuk menatap suara dari sang suami, tersenyum saat melihat suaminya yang tidak jauh darinya.


Semua karyawan yang ada di sana melihat dan mendengar ucapan bosnya begitu terkejut dan menundukkan diri untuk tidak berani menatap pemilik perusahaan yang menatap tajam pada empat karyawan lain saat mencoba mengusir serta menghina istrinya.


Beruntung saat itu Arzan dan Mario sudah selesai meetingnya dengan klaen dari singapure yang juga ingin berkunjung untuk melihat kantor Arzan.


Berniat untuk mengantarkan klaennya hingga ke lobby saat klaenya sudah selesai dengan urusannya, pintu lift yang terbuka dengan langsung terdengar teriakan suara wanita yang tidak familiar hingga terdengar pula karyawannya yang mencoba mengusir wanita itu.


Mencoba mendekat hingga Arzan sedikit terkejut melihat istrinya ada di antara semua karyawan yang sedang melihatnya. begitu marah saat resepsionisnya memperlakukan istrinya dengan tidak sopan dan menyuruh security mengusirnya.


Berjalan ke arah istrinya yang sedang menatapnya di ikuti oleh Mario dan klaennya yang juga menghampiri Eva.


" Kamu tidak apa-apa sayang.?" tanya Arzan dengan mengusap pipi istrinya.


" Tidak.?" jawab Eva dengan tersenyum.


" Kenapa ke sini tidak menghubungi ku.?" ujar Arzan.


" Aku hanya ingin membuat kejutan untuk mu." ucap Eva. " Maaf jika membuat keributan di kantor kamu." ujarnya dengan sedikit merasa bersalah.


" Ini juga kantor kamu Ay? dan sesuka kamu untuk berbuat apa saja." kata Arzan dengan merengkuh tubuh istrinya untuk mendekat.


" Apa dia istri anda pak Arzan.?" tanya sopan klaen saat melihat Arzan mendekap wanita yang ada di hadapannya.


Berbalik untuk menatap klaennya dan merengkuh pinggang istrinya serta tersenyum saat menatap wajah cantik Eva.


" Benar, dia adalah istri saya.?" jawab Arzan dengan tersenyum, membuat semua orang merasa terkejut.

__ADS_1


Bagaimana tidak terkejut kala mereka tidak pernah mendengar Arzan menikah ataupun sudah mempunyai istri.


Dan ini pertama kalinya mereka melihat istri pemilik perusahaan yang tampil dengan sederhana. Tidak seperti istri dari pemilik perusahaan yang selalu memakai pakaian yang glamor serta polesan make up yang sedikit tebal.


Arzan memang menyembunyikan pernikahannya dan tidak ingin siapa pun tau tentang statusnya yang sudah menikah.


Bukan karena dia malu, tapi memang Arzan ingin melindungi Eva dari musuh musuhnya agar Eva tidak di incar oleh musuhnya dan agar Eva juga bisa bebas untuk pergi kemana saja tanpa harus merasa tertekan kala banyaknya paparazi yang sedang mengintainya.


" Anda sudah menikah pak Arzan.?" tanya klaennya dengan tidak percaya.


" Sudah, umur pernikahan kami baru delapan bulan pak Anton.?" ucapnya dengan tersenyum. " Terima kasih sudah berkunjung ke kantor saya." ujar Arzan dengan sedikit menganggukkan kepala sebagai rasa terima kasih serta tersenyum dan tidak ingin lagi melanjutkan percakapannya.


" Ayo sayang.?" ajak Arzan dan di anggukkan oleh Eva serta tersenyum, serta menyapa klaen Arzan dengan tersenyum dan mengangguk sebelum ia melangkah pergi bersama suaminya.


" Mario, urus mereka.!" ucapnya dengan menatap tajam dua resepsionis yang bertingkah dengan kasar pada istrinya.


Bukan hanya pada istrinya saja, tapi pada siapa pun tamunya yang di perlakukan dengan cara yang tidak etis oleh karyawannya pasti Arzan juga akan marah.


Karena yang di utaman dalam bekerja dan melayani tamu harus dengan cara sopan dan tutur kata yang baik, meskipun tamunya bukan dari kalangan orang atas.


" Baik Tuan." jawab Mario.


Melangkah bersama dengan saling bergandengan tangan membiarkan semua orang tau jika Arzan sudah mempunyai istri dan tidak akan menyembunyikan lagi pernikahannya, walaupun dia akan tau bagaimana resikonya nanti.


Ada karyawan wanita yang diam-diam mengirim pesan dan memberikan informasi pada seseorang tentang Arzan yang sudah menikah dan menyembunyikannya dari semua orang.


Mata-mata dari seseorang masa lalu yang ingin sekali menghancurkan Arzan, menghancurkan repotasinya, menghancurkan perusahaannya. Beberapa kali mencoba menghancurkan perusahaan Arzan tetap saja mereka tidak bisa menjatuhkannya pun tidak bisa, yang akhirnya membuat Arzan semakin tangguh dan semakin berjaya serta di segani oleh semua orang dari kalangan pebisnis.


Kini mungsuh Arzan memiliki celah sedikit untuk bisa menghancurkan dan membalas dendamkan apa yang telah ia alami beberapa tahun yang lalu.


" Awasi wanita itu dan carikan informasi tentang dia." pesan singkat untuk wanita yang sedang memata-matai Arzan.


Pintu lift yang terbuka saat sudah tiba di lantai dua puluh memperlihatkan akses ruangan yang begitu elegan dengan terdapat empat ruangan.


Memperlihatkan wanita yang sedang berdiri dari duduknya dan menunduk saat melihat Atasannya kembali ke ruangannya.


" Hanna, tolong beritahukan pada OB untuk membawakan piring serta sendok ke ruangan saya." ucap Arzan pada sekertarisnya.


" Baik pak." jawab Hanna dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


" Hay.?" sapa ramah Eva pada Hanna, membuat Hanna tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


Apa dia istri Tuan Arzan.?" gumam Hanna dengan menatap sepasang suami istri yang masuk ke dalam ruangan.


Hanna, sekertaris Mario telah mengetahui jika Arzan sudah menikah ketika dia tidak sengaja melihat foto pernikahan Arzan dan Eva di atas meja kerja Arzan.


Mario yang tau akan Hanna yang melihat foto pernikahan Arzan, menyuruh Hanna untuk merahasiakannya jika masih ingin bekerja di perusahaan Arzan dan jika tidak ingin membuat karirnya hancur.


Mendapatkan Ancaman dari Mario yang akan memecatnya dan membuat karirnya hancur membuatnya tidak bisa berkutik dan diam untuk merahasiakannya.


Ini pertama kalinya Hanna melihat Istri Tuannya dengan berpenampilan sederhana serta polesan make up yang tipis dan tidak glamor seperti istri-istri pebisnis lainnya.


" Sepertinya aku terlalu menor.!" gumamnya dengan lirih memperhatikan penampilannya serta wajah yang di hiasi make up terlalu tebal.


Menghembuskan nafas berat dan segera menelpon OB untuk membawakan peralatan makan ke ruangan bosnya.


" Apa dia sekertaris kamu Ay.?" tanya Eva saat sudah duduk di sofa.


" Bukan, dia Sekertaris Mario.?" jawab Arzan


" Dia cantik ya.?"


" Kalau dia cantik, aku tidak akan nikah sama kamu Ay.?" jawab cepat Arzan.


" Gombal." jawab Eva dengan menahan senyum.


" Kamu masak Apa.?" tanya Arzan.


" Bik Santi masak cap cay, ayam koloke. Kamu suka.?"


" Apa pun suka yang terpenting makannya sama kamu."


" belajar dari mana sih Ay bisa gombal gini.!!" seru Eva.


" Di ajarin Mario." jawab jujur Arzan karena memang beberapa kali melihat Mario yang sedang menelpon dengan cara menggombal pada seorang wanita yang sedang di telponnya.


.


.

__ADS_1


.🐨🐨🐨


Kalau enggak nganggur update. 😅😅


__ADS_2