Eva My Life Line

Eva My Life Line
Mantan


__ADS_3

Apa kamu tidak cemburu saat dia ada di hadapan kamu, kamu begitu tenang dan tidak ada marah di wajah mu. Hingga membuat aku heran.


.


.


.


.


" Eva.?" sapa pria itu hinga membuat Eva dan Arzan menatap sumber arah yang memanggilnya.


Terkejut dan membulatkan mata saat orang yang memanggilnya itu adalah mantan kekasihnya.


" Revan." ucap lirih Eva, dan entah kenapa dia malah menatap Arzan seakan takut dengan dua pria yang ada di hadapannya itu akan bertengkar.


Arzan yang di tatap oleh Eva hanya tersenyum dan mengangguk, tidak ada di wajahnya terdapat kemarahan ataupun kecemburuan, dia hanya tenang dan santai.


" Aku berangkat ya." ucap Arzan.


" Kamu tidak menemani ku di sini." ucap Eva.


" Tidak, aku percaya pada mu." ucapnya dan mengusap pipi Eva dan tersenyum, Eva yang di sentuh oleh Arzan membuat hatinya hangat dan tersenyum.


" Hati-hati ya." ucapnya dan di anggukkan oleh Arzan.


masuk ke dalam mobil dan masih di lihat Eva hingga mobil Arzan pergi meninggalkannya.


Aku tidak berani untuk cemburu karena aku takut nanti akan menyakiti mu, diam itu adalah jalan pilihan ku." gumam arzan dan meninggalkan Eva yang masih menatapnya.


melihat kepergian Arzan membuat Eva menghembuskan nafas beratnya, rasanya ia seperti menyakiti hati Arzan.


dalam lamunannya Eva tersentak kecil saat sapaan itu terdengar kembali dan berada di belakangnya.


Menatap Revan dengan tersenyum dan menyuruhnya untuk masuk ke ruang tamu kost.


" Bagaimana kabar kamu." tanya Revan yang memulai percakapannya dahulu.


" Aku baik, kamu?" tanya balik Eva.


" Seperti yang kamu lihat." ucap Revan, jika di lihat Revan seperti tidak seperti dulu, wajah yang tengil berubah menjadi muram, kusam, dan sedikit tidak terawat. hati Eva sedikit teriris melihat Revan yang sekarang.


" Kamu ke sini ada apa." ucap Eva.


" Aku kangen Va dengan mu." jawab lirih Revan dengan menundukkan kepala, ucapan Revan yang muncul dengan gamplang membuat Eva terkejut dan menatapnya.


Di saat aku mulai bisa melupakan mu, kamu datang kembali dan bilang rindu pada ku. apa kamu tau van bagaimana siksanya dulu aku menahan rindu saat kamu meninggalkan ku.!" gumam Eva.

__ADS_1


Memejamkam mata untuk menahan air mata yang akan turun dari pipinya, dan menghembuskan nafas berat untuk menetralkan detak jantungnya.


" Van.!"


" Aku tau Va aku salah, tapi bisakah kamu memaafkan aku dan mencoba untuk ku merebut hati mu kembali." ucap Revan dengan suara yang parau.


" Aku tidak ingin merusak hubungan orang, dan aku tidak ingin orang tua mu tambah membenciku." jawab Eva


" Aku bukan milik orang aku hanya milik mu, dan tentang ibu ku dia akan tau semuanya nanti." kata Revan. " jadi bisakah kamu memberiku kesempatan."


" Kesempatan untuk berteman." ujar Eva dan di anggukkan oleh Revan meskipun terpaksa yang terpenting dia bisa dekat terlebih dulu pada Eva.


"Kamu harus tau, hidup ku tanpa mu hampa bagaikan kopi tanpa gula. pahit!" ucap Revan entah kenapa Eva yang tegang kini malah tertawa dan menggelengkan kepala.


" Revan. astaga!" seru Eva, membuat Revan ikut tertawa.


" Beneran Va aku kangen kamu, malah semalam tidak bisa tidur dan sampai sekarang belum mandi hanya demi menemui kamu."


" Pantesan bau asem.


" numpang mandi ya.?"


" Pulang, mau di semprot sama bu kost pagi pagi." ucap Eva dengan melototkan matanya.


" pinjam ponselnya." ucap Revan, membuat Eva mengerutkan keningnya.


" Buat apa." tanyanya dan memberikan ponselnya pada Revan.


" hanya memastikan saja kalau kamu masih menyimpan nomer ku." jawab Revan dan mengembalikan ponsel Eva.


" Lapar yank.?"


" yank yank yank aku bukan pacar kamu lagi.!" serunya


" Tenang, habis ini CLBK lagi kok." jawabnya dengan percaya diri membuat Eva menggelengkan kepala tak percaya sikap tengilnya mulai kembali lagi.


" Mau kemana yank" tanya Revan yang melihat Eva berdiri dari duduknya.


" Di depan ada Nasi pecel, mau beli berapa porsi." ucap Eva.


" Dua sama kamu ya, temanin aku makan." pintanya


" Aku sudah kenyang makan sendiri saja." jawab Eva dan pergi meninggalkan Revan yang masih duduk dan menatapnya hingga jauh.


Aku akan mengejar cinta mu kembali." gumam Revan dengan menatap punggung Eva.


****

__ADS_1


Rasanya tidak percaya jika anak mantan ibu tirinya itu adalah mantan pacar Eva, mantan yang membuat Eva menangis tapi juga membuatnya cinta.


Sungguh dunia sempit sekali dia harus mencintai wanita yang sama dengan putra mantan ibu tirinya itu.


Dia tau jika Eva masih mencintainya, dia tau jika Eva masih ada rasa dengan mantan kekasihnya.


Cinta memang tidak bisa paksa, dia akan kembali pada pemilik hatinya. Tapi bolehkah Arzan egois kali ini memperebutkan cintanya walaupun ia akan bersaing dengan putra mantan ibu tirinya.


Dia tidak marah pada putra mantan ibu tirinya itu dia hanya marah dan kecewa pada ibunya, tapi dia juga rindu pelukan ibunya. Bukan sifat Arzan untuk menjatuhkan keluarga Nyonya Vani yang sudah merawatnya selama lima tahun walaupun menyakitkan saat di tinggalkan.


Merasa termenung hingga tersadar saat ponselnya berbunyi notif pesan dari Eva.


Sudah sampai kantor.?" pesan Eva pada Arzan membuat Arzan tersenyum dan senang.


Sudah, apa dia sudah pulang." jawab Arzan dan mengirimkan pesan pada Eva.


Belum, dia lagi numpang makan katanya lapar. kamu lagi apa?" tanya Eva. mengerutkan keningnya saat Arzan membaca pesan Eva.


Modus, boleh aku marah?" kata Arzan membuat di sebrang sana tersenyum dan menahan tawa saat menatap ponsel dan jawaban dari Arzan


Cemburu ya.?" jawabnya membuat Arzan tertawa.


Selesai makan suruh bayar sendiri dan suruh pulang, jangan lama lama duduk berduanya. aku tinggal metiing dulu."


Selamat bekerja๐Ÿ’ช" pesan singkat eva, pesan Eva membuat moodnya kembali senang dan tersenyum sendiri seperti orang kasmaran mendapatkan semangat dari kekasihnya.


metiing bagi karyawan yang menegangkan saat berada di ruangan, karena ketegasan Arzan saat bekerja dan tidak terima akan kesalahan kecil. Tapi kali ini berbeda metiing ini tidak terlalu menegangkan kesalahan kecil pun Arzan hanya menyuruhnya mengulang kembali dan tidak marah terlalu berlebihan seperti dulu.


metiing yang cukup lama dan di akhiri dengan senyuman Arzan membuat siapa saja di dalam sana terpesona dan heran dengannya hari ini.


Pak arzan senyum?


Pagi ini pak Arzan kesambet apa ya.


Tumben dia gak marah marah saat ada kesalahan kecil.!


Dia cakep ya kalau senyum gitu!


bahan gosipan di siang hari saat bosnya sudah keluar dari ruangan metiing, dan masih banyak lagi yang bertanya tanya akan keajaiban pagi itu di kantor.


.


.


.


.๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


Nich aku up dua kali.


gak di Vote, aku santet online.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


__ADS_2