Eva My Life Line

Eva My Life Line
Mestirius.


__ADS_3

Entah kebetulan atau tidak, tapi rasanya jantung ini berdetak kencang saat bertemu kembali dengan mu. Antara senang dan benci.!


.


.


.


.


Suasana siang hari yang membuat semua karyawan pria begitu betah berada di kantin kantor karena mereka sedang menatap kagum akan kecantikan CEO baru di kantornya.


Memutuskan untuk bergabung makan di kantin kantor dengan di dampingi sekertarisnya. bukan hanya karyawan pria yang menatap kagum tapi juga karyawan wanita begitu kagum dengan kecantikan dan stylis fasion CEOnya yang bukan seperti mereka memakai gaya formal.


Stylish fasion Anna memang formal tapi terbilang santai dan elegan, tidak terlalu ribet dan bosan.


Pertama kali dalam sejarah seorang CEO mau makan dan istirahat di kantin bersama seluruh karyawannya yang juga sedang menikmati istirahatnya.


Tidak sombong saat semua karyawannya menyapanya, membalasnya dengan tersenyum serta mengangguk.


Memilih makan di tempat pojokan bersama sekertarisnya dan menikmati pemandangan dari lantai sepuluh yang memperlihatkan jalanan tidak terlalu padat akan kendaraan.


" Apa Nona suka dengan makanannya.?" tanya Dewi sekertarisnya.


" Jika jam istirahat dan tidak ada orang kau bisa memanggil ku Anna saja." ucap Anna.


" Tapi Non-."


" Umur mu dua tahun lebih tua dari aku, seharusnya aku memanggil mu mbak kan.!" selanya dengan tersenyum, membuat Dewi ikut tersenyum.


" Baiklah Anna.? dan kamu tidak perlu memanggil ku mbak, seperti aku kelihatan tua saja." jawabnya hingga sukses membuat Anna tertawa dan menular ke Dewi yang juga ikut tertawa.


" Hhmm." dengan menganggukkan kepala " Kamu mengingatkan ku dengan sahabat ku." ucap Anna yang mengingat sahabatnya.


" Kamu punya sahabat." tanya Dewi.


" Punya, sudah hampir empat tahun aku berteman dengannya. Mungkin kali ini dia akan marah dengan ku." jawab Anna dengan sambil mengunyah makanan.

__ADS_1


" Kenapa.?" tanyanya lagi dengan mengerutkan kening.


dan menjeda untuk menjawab pertanyaan dari Dewi saat dua karyawan berjalan dan menyapanya.


" Satu bulan aku tidak mengaktifkan ponsel jadul ku, tidak berkomunikasi dengannya. Pasti dia mencari ku dan akan marah saat dia tau aku yang sebenarnya." jawabnya dengan tersenyum dan membayangkan wajah Eva yang marah dan cemberut saat bertemu nanti.


" Jika kamu bertemu dengannya, pasti kamu juga suka dengannya Wi karena dia begitu asyik untuk di ajak berteman. Ya walaupun sekarang dia sangat mengesalkan." ujarnya lagi.


" Kamu beruntung sekali mempunyai sahabat wanita yang begitu asyik." ucap Dewi yang sedikit merasa iri. " Selama aku sekolah hingga sekarang tidak ada teman wanita yang mau berteman tulus dengan ku, mereka hanya memanfaatkan ku saja." ujarnya lagi dengan mengingat masa lalunya dengan wajah yang mulai memelas hingga membuat Anna yang melihatnya merasa kasihan.


" Kalau kamu mau, kamu bisa menganggap ku sebagai sahabat dan aku akan memperkenalkan mu dengan sahabat ku nanti." ajak Anna dengan tersenyum membuat mata Dewi berbinar saat menatapnya.


" Benarkah.!!" seru Dewi dan di anggukkan oleh Anna dengan jari manis yang menjular di hadapan Dewi.


" Sahabat." ajak Anna pada Dewi membuat Dewi mengangguk dan melingkarkan jari manisnya pada jari manis Anna sebagai tanda sahabat baru.


" Sahabat." jawab Dewi dengan bahagia karena mendapatkan sahabat wanita yang dia inginkan selama ini.


Melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, serta menyeruput minuman tetesan terakhir sebelum mereka akhirnya berdiri dan berjalan bersama untuk kembali ke ruangannya yang sebentar lagi jam istirahat telah selesai.


Berjalan menuju lift dengan sedikit banyak karyawan yang mengantri saat akan kembali ke ruang kerjanya. Melihat karyawan yang tidak berani menaiki lift khusus CEO dan orang orang yang penting membuatnya merasa kasihan saat karyawannya mengantri.


Sedikit merasa tidak enak hati, dan mencoba menatap bosnya lagi saat melihat bosnya tersenyum dan mengangguk. Membuat sebagian karyawan berhambur masuk ke dalam lift khusus CEO, ada yang ingin merasakan menaiki lift CEO dan ada pula yang ingin berdekatan dan mengenal dengan CEO cantik yang ramah senyum itu.


" Kamu baik sekali." puji Dewi dengan berbisik.


" Benarkah.!" kata Anna dan di anggukkan oleh Dewi. " Jangan bilang aku baik, kamu belum tau melihat ku marah nanti." ujarnya lagi dengan tersenyum.


" Akan aku lihat nanti." jawab Dewi dengan tertawa kecil.


Pintu lift terbuka dengan sebagian karyawan yang mulai keluar dan sedikit longgar serta tidak berdesakan lagi. Menuju ke lantai atas hingga berakhir dua wanita yang masih berada di lift untuk menuju ruangan khususnya.


" Setengah jam lagi akan ada klaen yang ingin menemui kamu." ucap Dewi saat pintu lift sudah terbuka dan berjalan menuju ruangan Anna.


" Klaen!" dengan mengerutkan kening " Apa hari ini ada jadwal pertemuan." kata Anna.


" Tidak ada, hanya saja klaen yang sudah bekerja sama dengan kita ingin bertemu dengan CEO baru. Katanya ingin memastikan apa kau pintar atau tidak." jawabnya, yang menirukan perkataan klaennya.

__ADS_1


" Klaen macam apa itu yang menanyakan kepintaran seorang CEO." gerutu Anna yang tidak terima akan penghinaan dari seorang klaennya. " Batalkan saja kerja samanya kalau dia meragukan ku." ujarnya lagi dengan rasa marah


" Eh.!! jangan ini klaen penting dan sangat sulit sekali untuk mendapatkan kerja sama dengan perusahaan ini." ucap Dewi dengan menolak permintaan Anna yang seenaknya membatalkan kerja sama dengan perusahaan terbesar nomer satu di negaranya.


" Masak.!!" seru Anna dan duduk di kursi kebesarannya


" Iya.!! banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan klaen ini, tapi klaen ini selalu memilih dan menseleksinya dengan ketat dan perinci sekali." jawabnya " lagian kita juga akan merugi besar jika membatalkan kerja samanya, dan mereka akan membuat perusahaan kita hancur. Kamu mau itu.!!" kata Dewi yang memang pernah mendengar soal klaennya yang tidak main-main dalam bertindak saat merasa perusahaannya merasa di rugikan oleh perusahaan lain saat menjalin bekerja sama.


" Baiklah-baiklah, kamu atur saja pertemuannya dan aku menyambutnya." kata Anna yang mengalah demi kebaikan perusahaan.


" Oke, kalau gitu aku akan kembali ke ruang kerja ku." ucapnya dengan tersenyum dan berjalan keluar dari ruang Anna.


Termenung saat mengingat perkataan Dewi yang mempunyain klaen harus begitu perfeck dalam bekerja sama dan tidak boleh mendapatkan kesalahan sedikit pun.


*Seperfect apa sih pemilik perusahaan itu*.!" gumamnya dan mulai kembali bekerja.


Mendengar ketukan pintu dan menyuruhnya untuk masuk tanpa melihatnya karena masih mengerjakan keperjaannya.


" An, klaen kita sudah datang." kata Dewi.


" Suruh dia masuk Wi." ujarnya tanpa menatap Dewi.


Membukakan pintu untuk klaennya dan menutup kembali saat kaennya sudah masuk ke dalam ruangan.


Anna yang sedang berdiri dan merapikan mapp yang sedikit berantakan serta mendengar pintu yang sudah tertutup.


" Selamat siang Tu-." Menggantung saat menatap pria yang ada di hadapannya sekarang dengan tersenyum.


" Kau.!!" pekik Anna dengan terkejut.


.


.


.


🐨🐨🐨

__ADS_1


Besok up enggak yah.😬😬


Besok hari senin Vote yuk kalau penisirin.😆 karena vote di hari senin begitu berarti bagi ku.😀


__ADS_2