Eva My Life Line

Eva My Life Line
makan dan tidur bersama


__ADS_3

saat mobil revan memasuki kawasan perumahan elit, membuat eva begitu tercengang melihat rumah rumah yang begitu mewah dan besar. tidak pernah berfikir dalam hidup eva untuk menginjak kan rumah di salah satu kawasan elit ini, karna ia tau rumah seperti yang dia lihat hanya untuk orang pebisnis besar.


hingga revan berhenti di sebuah pagar rumah berwarna coklat yang menjulang tinggi. melihat revan yang turun dan menggeser pagarnya untuk segera masuk ke halaman rumah membuat eva bertanya-tanya sebenarnya revan bekerja sebagai apa di pabrik.


revan pun kembali ke dalam mobil dan memasukkan mobilnya ke dalam halaman.


melihat eva yang menatapnya membuat revan tersenyum dan tau apa yang harus dia hadapi pertanyaan dari eva.


"ayo turun yank.?" ajak revan membuat eva mengangguk dan mulai turun dari mobil.


revan mulai turun terlebih dahulu dan menutup kembali pagarnya.


tu rasain babang kadal ribetnya harus buka tutup pagar sendiri. salah siapa harus meliburkan juga penjaga rumah.


eva yang sudah berada di halaman rumah revan begitu terkesiap saat memandangi rumah revan yang bernuansa putih dan klasik dengan pilar rumah yang tinggi. serta halaman rumah yang tidak terlalu luas, terdapat taman dan kolam ikan, serta derdapat ayunan besi yang berhadap hadapan seperti di sekolah tk.


"kenapa bengong sih yank.? ayo masuk."ucap revan saat berada di sampingnya, hingga membuat eva menatapnya.


"ini rumah kamu?" tanya eva


"bukan, rumah tetangga. sudah tau aku buka pagar, masih tanya ini rumah siapa.!! seru revan, membuat eva mengerucutkan bibirnya.


"ini rumah aku yank.?" ucap revan dengan merangkul pundak eva. " tapi masih kredit dan belum lunas. bayarin ya yank.!" bohong revan dengan tersenyum


"umk aku enggak cukup buat bayar kredit rumah sebesar ini.! cukupnya cuma bayar kost dan uang jajan saja harus ngirit, biar akhir bulan tidak ngutang." seru eva


"ya sudah setiap bulan aku akan tranfer uang ke kamu, biar kamu bisa beli apa saja yang kamu mau." kata revan


"nggak usah tranfer, bayar tu cicilan rumah biar gak di tendang sama depkolektor." jawab eva, membuuat revan tertawa dan mengacak rambut eva.


kini mereka melangkah untuk masuk ke rumah, lagi dan lagi eva tercengang melihat isi dalam rumah yang begitu rapi dan klasik.


melihat ruang tamu yang luas serta dengan lampu kristal yang menggantung.


"kamu tinggal sendiri di sini.?" tanya eva saat dia sudah duduk di sofa.

__ADS_1


"iya."


"terus yang bersihin rumah siapa?"


"ada bibik, tapi dia lagi libur sekarang." jawab revan. eva pun hanya mengangguk ngangguk kan kepala.


"aku mandi dulu ya yank." kata revan dan berdiri.


"eh tunggu, dapurnya sebelah mana.?" tanyanya dan revan pun menunjuk kan arah dapurnya pada eva.


eva melangkah ke arah dapur dengan masih memandangi dalamnya rumah evan yang bersih dan klasik


memasuki dapur revan membuatnya tersenyum karna begitu rapi dan bersih tatanan dapur revan.


mencoba membuka lemari es untuk menemukan bahan makanan di sana.


wau sayuran dan buahnya banyak sekali, daging dan ikan juga ada." gumam eva saat melihat isi lemari es


memilih beberapa bahan sayuran dan ikan segar untuk makan siang revan. eva yang sudah terbiasa memasak tidak terlalu sulit dan susah saat masak sendiri.


saat menggoreng ikan tubuh eva menegang karna tangan kekar yang melingkar di perut eva serta kepala yang menyentuh bahunya.


"masak apa yank.?" bisik revan di telinga eva hingga membuat eva geli.


bukannya menjawab, eva malah mengambil centong nasi dan memukul kepala revan hingga kesakitan dan melepaskan pelukannya.


"sakit yank, astaga.!!" pekik revan dengan mengusap kepalanya.


"mau aku sunat dua kali.!!" seru eva dan mengambil pisau dan mengarahkannya pada revan hingga membuat revan mundur.


"jangan yank, ini harta berharga lho. nanti nggak bisa buat warisan gimana.!!" jawab revan


"duduk, jangan macam macam belum mukrim."


"belum mukrim, tapi tiap nangis minta di peluk.!" gerutu revan membuat eva melototkan matanya. karna melihat tatapan horor revan pun berlari ke arah ruang tv untuk menunggu masakan eva selesai.

__ADS_1


astaga.!! kenapa aku jadi murahan sih. mau saja di peluk peluk sama dia." gumam eva dalam hati meratapi kebodohannya sendiri.


eva pun merasa malu saat mengingat setiap dia menangis revan selalu memeluknya dan mencium kepala untuk menenangkannya.


saat masakannya selesai eva mulai menyiapkannya di meja makan dan memanggil revan yang berada di ruang tv.


revan yang sedang mengecek email masuk di laptopnya itu seketika berhenti saat eva memanggilnya untuk makan siang. ia pun segera menutup laptopnya dan berjalan menghampiri eva yang sedang berdiri di hadapannya. dia pun tersenyum dan melangkah bersama ke ruang makan.


eva melayani revan mengambilkan nasi untuknya hingga membuat revan tersenyum.


"masakan kamu enak yank, makasih.?" ucap revan tulus membuat eva tersenyum.


menikmati makan berdua dengan eva membuatnya ingin cepat cepat menikahinya agar di rumah dia tidak merasa sendiri lagi.


selesai makan, revan yang akan membantu eva mencuci piring itu di tolak olehnya dan eva pun menyuruhnya untuk kembali ke ruang tv.


revan pun menurut dan kembali ke ruang tv untuk melanjutkan mengecek email di laptopnya.


"sibuk apa sih?" tanya eva dan membawakan teh hangat untuk revan


"duduk sini yank." perintah revan untuk duduk di sebelahnya.


"enggak ah, nanti kamu macem macem lagi.!" seru eva dan memilih duduk di sofa panjang. revan pun tertawa dan melanjutkan pekerjaannya sedangkan eva memilih menonton tv.


eva yang lagi asyik nonton film drama korea itu pun terkejut saat kepala revan berada di paha eva sebagai bantalnya. revan pun tersenyum dan mulai ikut melihat film yang eva liat tanpa mempedulikan eva yang masih menatapnya.


eva hanya menghela nafas beratnya dan membiarkan revan tidur di pahanya. saat film itu telah selesai eva menatap wajah revan yang tertidur, ingin rasanya ia membangunkannya tapi itu tidak mungkin karna ia melihat revan tertidur dengan pulas hingga akhirnya dia mematikan tv dan ikut tertidur dengan posisi eva yang duduk serta pahanya sebagai bantal untuk revan.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


tu kan babang kadal mencari kesempatan.!!! masih beruntung kau bang nggak di sunat dua kali sama tu janda.😄😄


__ADS_2