
Rasa ini sudah beda saat aku masih bersama dengan mu, aku harap kamu mengerti.
.
.
.
" Kamu masih cinta denga dia.!" ucap Ana pada Eva yang berada di rumah Ana. karena hari libur ia memilih untuk berkunjung ke rumah sahabatnya.
rasanya lama sekali dia tidak pernah berkunjung ke rumah Ana tidak pernah berbagi cerita berhadapan langsung hanya lewat chat ataupun telepon saja, bukan karena lupa tapi karena pekerjaan yang sulit mencari waktu luang yang pas untuk bersama sahabatnya itu.
" Entah lah An, tapi rasa ini tidak seperti dulu saat aku masih bersamanya." jawab Eva dengan menerawang masa dulu dia bersama Revan. rasa itu seperti sudah hilang di hati Eva saat tepat Arzan mulai menggantikan posisinya.
" Dia masih mengejar kamu." tanya Ana dengan menatap intens sahabatnya yang sedang rebahan di ranjangnya
" Sudah satu minggu ini dia selalu datang ke kost, mengirim pesan, kadang mengajak makan bersama." jawab Eva dengan menatap dinding langit
" Kamu terima ajakannya." tanya Ana
" tidak, aku seperti menghindar darinya. Entahlah kenapa aku juga tidak tau." jawab Eva yang memang benar adanya
jika Revan mengajaknya keluar ia selalu menolak, pesan Revan pun juga jarang ia balas, tapi jika Revan datang ke kost ia menemuinya dan tidak mungkin menghindar karena itu adalah tamu.
" Bagaimana dengan bos mu itu." ucap Ana, sedikit tersenyum saat mengingat Arzan.
Eva sempat cerita jika dia pernah di ajak menikah oleh bosnya itu lewat chat, tapi belum dia jawab hingga sekarang.
" Dia memang beda, kaku tapi masih bisa untuk di ajak mengobrol. tenang saat bersamanya aku suka jika dia tersenyum dan tertawa." dengan membayangkan wajah Arzan dengan tersenyum saat dia selalu bersamanya.
" Saat dia bertemu dengan Revan dia begitu tenang, santai dan tidak ada guratan marah di dalam wajahnya. dia seperti tidak cemburu bila Revan menghampiri ku di kost." ujarnya lagi dengan wajah yang sedikit bingung.
" Kamu suka dengannya?" kata Ana yang refleks membuat Eva menatap sahabatnya itu.
Apa iya aku mulai suka dengan Arzan, tapi aku memang senang bila bersamanya! " gumam Eva dalam hati.
Tersenyum saat melihat Eva yang termenung mendengar kata Suka, dia tau jika sahabatnya itu sedang bimbang antara bos dan mantan sekasih yang pernah singgah di hatinya yang pernah membuatnya jatuh cinta.
tapi rasa tidak bisa bohong jika Eva sudah mulai berpindah hati. dia begitu tenang dan senang saat bersama Arzan seperti seorang sedang kasmaran.
__ADS_1
Berbeda saat bersama Revan tidak ada perasaan sedikit pun di hati Eva tidak seperti dulu, hanya sebatas teman dan tidak lebih dari itu.
mencoba meyakin kan hatinya kembali saat akan memutuskan mana yang akan dia ambil nanti, karena dia tau cintanya sudah mulai tumbuh lagi tapi dengan orang yang berbeda.
saat mereka asik bercerita, ponsel Eva bergetar dengan notif pesan.
Apa malam ini kamu ada acara?" pesan masuk hingga membuat Eva mengerutkan keningnya butuh beberapa menit ia mulai menjawab pesan itu.
***
Revan yang berada di rumah utama kini duduk di ruang tamu dan berhadapan dengan ke dua orang tuanya.
" Kamu masih marah dengan mama, Van.?" ucap Nyonya Vani.
" Aku tidak marah ma hanya kecewa saja?" ucapnya jujur.
" Maafkan mama jika tidak jujur selama ini." dengan suara menyesal dan mata yang mulai berkaca kaca, melihat mamanya yang mulai menangis Revan pun menghampirinya dan memegang tangan mamanya serta mengusap sair matanya.
" Jangan menangis lagi ma, Revan sudah memaafkan mama" ucapnya dengan tersenyum membuat mamanya memeluk Revan.
" Terima kasih sayang." Ucap mama Revan
" Aku tidak ingin bertunangan dengannya" ralat cepat Revan. "dan lihatlah ini" ujarnya lagi dengan menyerahkan amplop coklat itu pada mama dan papanya.
Saat Nyonya Vani dan Tuan Gio membuka amplop itu dan melihat foto foto Bella bersama pria lain saat di club dan di hotel membuatnya terkejut dan menutup mulutnya yang tak bisa ia katakan lagi.
Sungguh wanita itu sudah membuatnya marah dan kecewa, wajah yang polos dan sopan terhadapnya itu adalah tipuan semata untuk mencari muka agar ia bisa mendapatkan putranya. Beruntung saat itu Bella dan Revan tidak jadi bertunangan.
" Maaf kan mama karena mama kamu hampir menikahi wanita yang salah." ucap Nyonya Vani
" Tidak apa-apa ma, jadi ku mohon jangan pernah menjodohkan aku lagi pada siapapun itu." pinta Revan pada orang tuanya.
" Apa kamu masih mencintai Wanita itu." tanya Tuan Gio.
" Iya." jawab tegas Revan.
" Bawalah dia kemari Van mama ingin meminta maaf dengannya." kata Nyonya Vani membuat Revan menatapnya dan mengangguk serta tersenyum.
Rasanya senang jika mama dan papanya meminta Revan untuk membawa Eva ke rumah utama dan itu berarti ke dua orang tuanya sudah setuju dan merestui dia bersama Eva.
__ADS_1
Tuan Gio dan Nyonya Vani begitu senang saat anaknya tersenyum untuk pertama kalinya pada mereka, karena sebelumnya Revan sangat dingin dan muram saat putus dengan Eva dan memilih pilihan orang tuanya dengan terpaksa.
Meminta izin untuk pergi ke kamarnya, melangkah menaiki anak tangga dengan tersenyum dan memegang ponsel untuk mengirim pesan pada seseorang.
butuh beberapa menit hingga pesan dia di balas oleh wanita itu.
Tidak aku libur kerja, ada apa?" jawab pesan itu dari Eva.
Ya Revan mengirim pesan pada Eva menanyakannya apa kah dia ada acara malam ini, Revan senang dan tersenyum saat mengetahui Eva libur bekerja.
Orang tua aku ingin bertemu dengan kamu." jawab pesan Revan, dari sebrang sana sedikit terkejut saat orang tua Revan ingin bertemu dengannya.
Bertemu dengan ku! memang ada apa." balas Eva
Ingin mengajak kamu makan malam, jangan menolak ya aku mohon." pinta Revan dengan penuh harap, berharap-harap cemas karena begitu lama Eva tidak membalasnya.
Jam berapa?" jawab Eva
Jam tujuh, nanti aku jemput ke kost ya"
Iya." jawab singkat Eva, membuat Revan tersenyum dan senang karena Eva mau untuk bertemu dengan orang tuanya.
Kita akan bersama lagi Va, dan aku akan menikahi mu secepatnya.!" gumam Revan dengan menatap foto Eva.
sedangkan Eva masih sedikit merasa trauma dengan keluarga Revan terutama Nyonya Vani yang selalu menatapnya dengan kebencian. Tapi kali ini dia harus memberanikan diri untuk bertemu kembali karena permintaan orang tua Revan.
Entah kenapa orang tua Revan yang mendadak ingin bertemu dengannya, rasanya seperti aneh dan berharap semoga ia tidak akan di caci maki lagi.
.
.
.
.
.🍒🍒🍒🍒
Besok boleh libur kan authornya.😀😀
__ADS_1
Terima kasih Vote dari kalian.😇