
Biarkan dunia tau jika aku menyukai mu, dan aku tidak peduli akan apa yang terjadi nanti.
.
.
.
.
Kembali ke dalam ruang kerjanya, duduk di depan komputer dengan kembali menyiapkan laporan untuk di berikan pada bosnya.
Tidak ikut masuk ke dalam ruang bosnya karena mungkin itu adalah urusan antara bos dan kliennya yang ingin mengenal CEO baru.
Menjadi sekertaris yang baru saja dia terima sungguh membuat Dewi harus extra bekerja keras dan di siplin serta tidak ingin membuat nama baik ayahnya rusak di mata pemilik perusahaan yang sudah percaya dengan ayahnya selama puluhan tahun.
Ya, ayah Dewi sudah bekerja dan mengabdi pada Tuan Varman saat dirinya masih mudah hingga menikah dan sampai sekarang pun masih setia dengan Tuan Varman.
Karna pengabdian dan kesetian ayah Dewi, Tuan Varman menyekolahkan Dewi hingga lulus kuliah, membelikan rumah, mobil serta fasilitas yang begitu banyak dan sama seperti yang Tuan Varman punya.
Jika mengingat kembali, Tuan Varman begitu menyukai sifat ayah Dewi dan ingin sekali menikahkan ayah Dewi dengan putrinya dulu yang sama-sama masih belum menikah.
Tapi apa boleh buat, karena sifat keras kepala putrinya yang tidak ingin di jodoh kan hingga terpaksa Tuan Varman membatalkan perjodohannya dengan Aris (ayah Dewi) karena ancaman anaknya yang ingin bunuh diri.
Kecewa sekali saat putrinya membuat kesalahan fatal dan lebih memilih hidup dengan pria baj*ngan daripada ayahnya. Tuan Varman memang kehilangan Anak semata wayangnya tapi dia masih mempunyai cucu dari anak tunggalnya hingga Tuan Varman tidak merasa kesepian serta masih mempunyai harapan untuk hidup.
Ayah Dewi orang yang pendiam, sabar dan tidak pernah dendam akan penolakan putri Tuan Varman karena jika di ingat Ayah Dewi dulu juga mempunyai kekasih dan sekarang sudah menjadi istrinya dan mempunyai putri manis bernama Dewi.
Saat mengetik laporan kerja terdengar suara ponselnya yang berbunyi, ia pun segera mengambilnya dan tersenyum saat nama panggilan masuk di layar ponselnya.
" Hallo.?" sapa Dewi dengan loudspeaker agar dia bisa meneruskan pekerjaannya sambil mendengar suara yang selalu membuatnya senang.
" Kamu lagi apa, sudah makan belum.?" ucapnya dari sebrang telpon, membuat Dewi tersenyum saat mendengar suara pria itu yang sangat perhatian sekali dengannya.
__ADS_1
" Nich lagi buat laporan, aku sudah makan.? kamu lagi apa, dan sudah makan apa belum." jawab Dewi dan bertanya kembali.
" Barusan selesai makan, dan ini juga mau buat laporan.?" jawabnya " Besok aku akan kembali ke kantor." ujarnya lagi.
" Kamu sudah selesai dengan cabang yang di sana.?" tanya Dewi
" Sudah. kamu mau di belikan apa." tanyanya.
" Apa saja, yang terpenting kamu pulang dengan selamat." kata Dewi, membuat pria yang ada di sebrang sana tersenyum mendengar jawaban wanita yang di telponnya.
" Oh iya, kamu sudah melihat berita tentang CEO baru kita belum." tanya Dewi.
" Aku belum melihat beritanya, pekerjaan ku begitu banyak sekali.!" keluh pria di sebrang telpon, membuat Dewi merasa kasihan.
" Hhmm, kacian sekali sih.!! semangat dong." kata dewi untuk mengemangati pria itu dengan manja
" Semangat untuk cari uang buat nanti nikahin kamu ya.?" gombalnya hingga membuat Dewi tertawa.
" Hahaha, nikahin aku apa nikahin dia nich.!!" tanya Dewi dengan tertawa.
dan entah mengapa Dewi mesara malu, tersenyum dengan pipi yang merona merah saat mendengar ucapan pria yang selama tujuh tahun dia tunggu, dia pendam sendiri cintanya itu membuatnya seperti kenyataan akan ucapa pria dari sebrang telpon.
" Dewi, aku tutup dulu ya telponnya. Nanti aku hubungi lagi." ucap pria itu.
" Hhmm, iya. Hati-hati ya Dani." jawabnya, dan mematikan sambungannya kala sudah mendengar jawaban dari sebrang sana.
Ya, siapa lagi jika bukan Dani yang menelpon Dewi. Pria yang sudah tujuh tahun berteman dengan Dewi hingga sekarang satu kantor, perteman yang sangat lama sekali dan masih menyambung hingga sekarang.
Tapi sayangnya dari pertemanan itu salah satu dari mereka diam diam mencintainya. Siapa lagi kalau bukan Dewi yang menyukai Dani saat Dani pernah menolong Dewi kala dia pernah di bully waktu sekolah. Bagai dewa penolong di waktu yang tepat, saat Dewi akan perlakuakan kasar oleh teman sekolahnya. Membela wanita pendiam dan mendekapnya kala Dewi sedang menangis kesegukan sungguh pria pelindung bukan.!
Ingin rasanya ia mengungkapkan perasaannya pada Dani, tapi dia sangat malu dan takut jika Dani menolak cintanya dan dia lebih takut jika Dani menghindarinya serta tidak ingin lagi berteman dengannya.
Dia sangat tau jika Dani ada rasa dengan seorang wanita yang bernama Anna, setiap kali bercerita tentang Anna dia tersenyum manis seperti Dani tersenyum dan tertawa saat bersamanya. Nama Anna begitu banyak hingga tidak mungkin kan jika Anna yang di maksud adalah bosnya. Pikir Dewi.!
__ADS_1
Andai saja Dani mempunyai foto Anna pasti Dewi akan terkejut dan tidak akan menyangka kalau itu benar jadinya jika yang di sukai Dani adalah Anna cucu pemilik perusahaan.
Aku mencintainmu Dani.!gumam Dewi dengan tersenyum dan mulai kembali melanjutkan pekerjaannya.
****
" Apa kau ingin menemuinya." tanya seorang pria yang seperti kakak pada adiknya saat berangkat ke kantor bersama di pagi hari.
" Apa kakak mengizinkan ku." tanya adiknya, yang duduk di depan samping sopir dengan melihat kebelakang.
" Buat lah janji pada Asisten Tuan Varman, jika kau ingin berkunjung ke kantornya dan ingin bertemu dengan pengganti CEO baru." perintahnya dan itu membuat sang adik tersenyum dan mengangguk cepat.
" Terima kasih kak." ucap sang adik hanya mengangguk dan tersenyum.
Kakaknya tau benar jika adiknya menyukai cucu Tuan Varman dan sudah lama rasanya mereka tidak bertemu. Bukan hanya adiknya saja, istrinya juga sama tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi dengan cucu Tuan Varman yang hampir satu bulan lamanya.
Sedikit mengejutkan juga saat kakaknya tau kebenaran tentang wanita yang di sukai dari adiknya itu ternyata cucu dari Taun Varman klien yang sedang bekerja sama dengannya. Sangat rapi sekali mereka menyembunyikan identitasnya hingga tidak ada paparazi satu pun yang tau tentang kenyataan cucu tunggal Tuan Varman.
Dia akan bertindak jika adiknya akan membutuhkannya dan tidak akan membiarkan adiknya terluka meskipun kakak beradik ini tidak sekandung dan serahim. Ibu yang berbeda dan tidak mempunyai ikatan keluarga.
Bukan keluarga sesungguhnya, hanya saja orang yang sudah di anggap adiknya ini sangat berjasa baginya akan apa yang dia lakukan enam tahun lalu di saat dirinya kecelakaan, dia yang membawanya ke rumah sakit dan dia lah yang mendonorkan darahnya begitu banyak pada kakaknya.
Kita akan bertemu hari ini.!" gumam pria itu yang tidak sabar ingin bertemu dengan cucu Tuan Varman.
.
.
.
.🐨🐨🐨
Ea, ea ,ea.!!!
__ADS_1
Pasti nunggu kan!!😆😆
Sabar ya.😆😆