
Ingin aku ungkapkan tapi belum saatnya, karena hati ini masih bimbang untuk siapa yang akan mengisi kekurangannya.
.
.
.
.
" Biar saya bawa mobil sendiri, bapak bisa pulang bersama mereka." perintah Arzan saat berada di depan mobilnya dengan sopir yang membukakan pintu penumpang, dan mengarahkan pandangannya pada mobil yang berada di belakang Arzan.
" Baik Tuan." ucap sopir itu dengan sedikit membungkuk kan badan, saat Arzan memerintahkannya.
Arzan membukakan pintu mobil untuk Eva dan menyuruhnya masuk di susul dengan dirinya yang masuk ke dalam mobil dengan mengemudi sendiri.
"Mau ke taman?" ajak Arzan.
"Boleh." ucapnya dengan tersenyum.
Melajukan mobil dengan kecepatan sedang, untuk membelah jalanan yang sudah tidak terlalu ramai saat malam hari.
Memilih taman kota untuk mereka ijakkan kaki di sana, memakirkan mobil dan mulai turun bersama.
Tidak terlalu ramai saat malam sudah mulai pekat hanya ada beberapa sepasang kekasih dan anak remaja untuk sekedar menongkrong walau bukan di malam minggu.
Membeli minuman hangat untuk di malam hari sambil duduk di kursi taman dengan tamaran lampu yang tak terlalu terang.
" Terima kasih." ucap Eva dengan menerima cappucino latte, hanya anggukan dan tersenyum untuk membalasnya.
Duduk berdua sambil menikmati angin malam dan bulan yang begitu terang malam ini.
Cukup lama mereka menikmati diam dengan pikiran masing masing, dengan Eva yang memandang bulan dan Arzan yang melipat kedua tangannya di dada dengan menatap hamparan rumput.
" Kenapa tidak di terima lamaran itu.?" kata Arzan, hingga membuat Eva beralih menatapnya.
" Dia menerima ku karena dia sudah tau kebusukan Calon menantunya, bukan karena dia memang benar benar percaya dengan ku." jawabnya.
" Apa kamu masih mencintainya." tanyanya
" Entah, tapi tidak semudah itu untuk melupakan cintanya." jawabnya lagi dan membuat Arzan menatapnya.
__ADS_1
" Jika masih mencintainya kenapa tidak mengasih kesempatan." ucap Arzan.
" Apa kamu mau mengasih kesempatan jika berada di posisi ku." tanya Eva dan menatap Arzan.
" Tanyakan pada hati mu jangan tanyakan pada orang, karena yang menentukan hidup mu adalah kamu, bukan orang lain. Jika sudah tidak mencintainya lagi jangan membuat dia berharap kepada mu, sakit jika harapan itu tidak sesuai dengan apa yang dia ingin kan." jawab Arzan dengan tersenyum hangat.
" Apa kamu mencintai ku.?" tanya Eva dengan cepat dan menatap Arzan begitu dalam.
" Iya." jawabnya tegas. " Tapi aku tau jika cinta tidak bisa di paksa, jadi kejarlah cinta mu jika kamu masih mencintainya. karena aku tidak suka jika cinta ku hanya di balas dengan rasa kasihan." terangnya lagi dan entah kenapa itu membuat Eva tersenyum.
" Sudah malam, ayo pulang." ajak Arzan dengan berdiri dan mengulurkan tangannya pada Eva, sempat melihat dan tersenyum hingga tangan itu di balas oleh Eva menggenggamnya dengan lembut.
Berjalan bersama, mengitari taman kota dengan tangan yang saling mengenggam dan tersenyum untuk menikmati malam yang indah ini, meskipun mereka tidak tau akan apa yang akan terjadi setelah ini.
tetap seperti ini menjadi teman, sahabat, atau pacar. tapi yang pasti mereka sudah sama saling terasa nyaman. Arzan tidak ingin berharap yang lebih karena dia tau sulit sekali untuk melupan orang yang pernah singgah di hatinya dengan kenangan yang begitu indah.
memaksa wanita yang tidak mencintainya bukan keinginannya apa lagi jika membalasnya dengan rasa kasihan, itu sangat menyakitkan dan terhina.
mengantar wanita itu pulang ke kostnya membiarkan suasana itu menjadi hening hanya terdengar suara musik yang menemani mereka hingga tiba di depan kost Eva.
" Terima kasih sudah mengantarku pulang." ucap Eva.
saat Eva akan keluar, ia sempat melihat Arzan dengan mengucapkan.
" Zan?"
" hmmm.?
" Kamu tampan hari ini." ucapnya dan membuka pintu mobil dengan berjalan tanpa melihat ke belakang, merutuki kebodohannya sendiri karena bukan itu yang sesungguhnya ingin ia ucapkan.
Arzan yang mendengar ucapan Eva sempat mengerutkan kening sebelum ia benar benar tertawa menggelengkan kepala saat Eva begitu malu karena ucapanya pada dirinya.
Dekat dengan mu membawa hidup ku berwarna kembali, aku berharap kita berjodoh.!" gumam Arzan dengan tersenyum.
****
Wanita seksi yang sedang menikmati alunan musik disco dengan mengalungkan ke dua tangannya di leher pria kencannya meliuk-liuk kan tubuhnya yang sudah mendekat pada tubuh pria kencannya itu.
Tidak bisa di pungkiri jika pria itu sudah tergoda dan mempererat tubuh wanita itu untuk masuk ke dalam dekapannya.
" Aku menginginkan mu.!" bisik pria itu di telinganya dengan suara berat meminta hal lebih pada wanita sexsi yang dia dekap dengan erat, tidak mempedulikan orang yang berada di sekitarnya.
__ADS_1
" Aku bisa memuaskan mu, tapi aku ingin kamu melakukan sesuatu untuk ku." ucap wanita itu.
" Apa pun akan aku lakukan." jawabnya, dan menggeret wanita seksi untuk keluar dari club menuju lantai atas untuk masuk ke dalam kamar hotel yang sudah pria itu pesan sebelumnya.
kamar hotel yang penuh dengan desahan wanita sexsi, saat bermain dengan gaya erotis untuk memberikan kenikmatan yang ada di bawahnya, desahan demi desahan terdengar jelas membuat sang pria begitu senang dan menikmatinya.
"Bella.. " suara pria itu dengan membalikkan tubuhnya untuk berada di atas menghentakkan tubuhnya kian cepat, dengan nafas yang memburu saat wanita itu mengimbanginya begitu hebat dan sama sama mencapai puncaknya hingga benihnya tumpah di dalam tubuh Bella. Pria tubuh itu melemas dan menjatuhkan tubuhnya di samping Bella.
" Kamu hebat, aku puas." ucapnya pada Bella dan wanita itu tersenyum dengan menyandarkan kepalanya di bidang dada pria itu.
" Kamu mau apa aku akan memenuhi permintaan kamu." ujarnya lagi, hingga membuat Bella menatapnya dan mencium bibir pria itu sekilas, duduk di sebelah pria itu dan mengambil tas yang berada di atas laci membongkar isi tasnya dan mengambil foto dan memberikannya pada pria itu.
Menatap foto itu dengan mengerutkan keningnya hingga kemudian dia tersenyum.
Cantik!" gumam pria itu.
" Kenapa.!" tanya Bella saat pria kencannya itu saat menatap lama wanita yang ada di foto.
" Ah, tidak ada apa-apa!" ujarnya " Kamu menginginkan apa."
" Aku ingin anak buah mu menculiknya, dan membawanya pergi dari kota ini." kata Bella dengan seringai licik.
" Cuma itu saja." tanyanya.
" Kalau bisa bunuh dia." ujarnya lagi, membuat pria itu tersenyum dan mengangguk kecil.
Sayang bila di bunuh, menjadi peliharaanku lebih baik.!" gumamnya dalam hati.
" Terima kasih sayang." ucapnya dan mulai menggelayut manja, mencium bibir pria itu dengan lama hingga mereka mulai bercinta kembali saat hasrat menggelora di dalam tubuh mereka.
.
.
.
.πΈπΈπΈ
Kalau di suruh buat gini rasanya ngilu!!!ππ
Vote, komen, like yuk.!!
__ADS_1