
Mencari pasangan itu tidak lah susah hanya saja dia mau atau tidak menerima kita dengan kekurangan yang begitu banyak.
.
.
.
.
" Sudah cukup." ucap Ana dan menarik kakinya yang berada di pangkuan Mario dan membuat mario menatapnya.
" Terima kasih." ujar Ana lagi, hanya anggukkan dan duduk di atas sofa.
" Apa bisa jalan." tanya Mario
" Hmm." jawab Ana dan mulai berdiri dari duduknya, merasakan sakit yang begitu menyiksa saat dia berdiri dan jalan dengan perlahan seperti menyeret satu kaki yang terkilir.
Melihat wanita yang berjalan dengan sangat pelan dan menahan rasa sakit membuatnya merasa tidak tega hingga dia beranjak berdiri dari duduknya.
" Tunggu." kata Mario membuat Ana berhenti dengan berpegangan tembok dan berbalik menatap Mario.
" Ada apa." jawab Ana " Kau mau mengembalikan kunci motor ku." ujarnya lagi.
" Tunggu sebentar dan jangan bergerak." perintah Mario membuat Ana mengerutkan keningnya.
Berjalan ke arah meja, menelpon resepsionis untuk menyuruh sopir kantor menyiapkan mobilnya di lobby dan mematikan laptop serta mengambil ponsel dan dompet yang berada di laci.
" Aku akan mengantar mu pulang." kata Mario dan memunggungi Ana dengan sedikit membungkuk membuat Ana semakin tidak mengerti.
" Aku akan menggendong mu, ayo cepetan naik." ujarnya, hingga Ana membulatkan mata.
" Aku bisa ja-,"
" Kau pikir aku buta tidak memperhatikan mu sedari tadi yang menahan sakit saat menggeret kaki mu seperti itu.!" seru Mario " Ayo cepetan naik." perintahnya lagi.
" Aku tidak mau." tolak Ana dan mencoba untuk berjalan dengan langkah kaki yang lebar dan benar saja Ana memekik kesakitan saat mencoba berjalan seperti biasa.
Merasa geram dengan sifat teman istri kak Arzan, Mario pun dengan cepat menarik Ana untuk menghadapnya dan menggendongnya seperti karung beras yang dia pikul di bahu.
terkejut saat Mario menggendongnya seperti ini hingga Ana memukul punggung Mario.
" Turunin.!!" teriak Ana " Oke, oke, aku mau di gendong tapi tidak seperti ini." ujarnya lagi hingga membuat Mario sedikit tersenyum dan menurunkan tubuh Ana.
__ADS_1
" Ayo cepat." perintah Mario dan berbalik memunggungi Ana dengan setengah membungkuk.
Menghembuskan nafas berat mau tidak mau Ana harus naik dan menyentuh bahu Mario, hingga dia tersentak kecil saat Mario menyentuh ke dua pahanya untuk menaikkannya agar Mario bisa berdiri serta berjalan tegak.
" Kau kenapa menyentuh paha ku.!" seru Ana dan memukulnya.
" Aku tidak bisa berdiri tegak dan berjalan bodoh." jawab Mario dengan ngegas. " Kau kecil tapi berat sekali." ujarnya lagi, membuat Ana langsung memukulnya.
" Kau.!!" geramnya " cepatlah jalan." perintah Ana membuat Mario mengulum bibirnya menahan senyum serta tawa.
Berjalan keluar ruang kerjanya dan berjalan menuju lift untuk turun ke lobby, Melihat Asisten bosnya yang menggendong wanita dia pun segera berdiri dan menghampiri Mario.
" Pak Mario mau kemana.?" tanya sekertaris wanita seksi dengan menghadangnya.
" Saya mau pulang, tolong kamu kirim kan pekerjaanku lewat email nanti akan saya periksa." perintahnya, membuat sekertaris itu terdiam dan mengangguk sekilas, serta beralih menatap Ana dengan tajam karena dia tidak suka saat Mario menggendong Ana.
Ana yang di tatap oleh sekertaris sexsi itu hanya mengerutkan keningnya dan tersenyum mengejek saat dia mengerti jika wanita itu menyukai wakil bosnya.
Mencoba menggoda sekertasis itu menyandarkan kepalanya di bahu Mario dengan tersenyum dan mengangkat alisnya.
" Apa kau tidak bisa minggir." kata Mario yang melihat sekertarisnya masih berada di hadapannya.
" Maaf pak." ucapnya dengan sedikit membungkuk dan memberi jalan pada Mario.
" Sudah puas kau menggodanya.?" ucap Mario saat berada di lift.
" Eh.? bagaimana kau bisa tau." pekik Ana dengan terkejut dan menatap wajah Mario dengan dekat hanya terpisah sejengkal saja.
" Bisa minggirkan wajah mu." ucap Mario dengan menatapnya, membuat Ana langsung memundurkan wajahnya dengan mengerucutkan bibir.
" Kau pikir aku tidak tau sedari tadi kau mengejeknya, tersenyum-senyum, menyandarkan kepala mu di bahu ku pula." cibir Mario, membuat Ana mengulumkan bibirnya menahan senyum karena ketahuan oleh Mario.
" Eh, tapi dia keliatannya suka sama kamu." ucap Ana. " Buktinya tadi dia marah saat aku menggodanya. Apa dia pacar gelap mu." ujar Ana membuat Mario menatapnya.
" Kau kira tampang ku pria hidung belang yang menyimpan wanita begitu banyak." kata Mario dan di anggukkan oleh Ana dengan cepat.
" Kau-." belum sempat melanjutkan perkataannya pintu lift terbuka dan memberlihatkan depan lobby dengan begitu banyak karyawan yang lalu lalang.
Ana segera menyandarkan kepalanya di punggung Mario untuk menutupi wajahnya yang masih di gendong dengan dia dan malu ketika banyak orang yang menatapnya.
Berjalan dengan menggendong seorang wanita membuat semua karyawan melihatnya, karena mereka tidak pernah melihat Asisten bosnya berdekatan dengan wanita kecuali dengan sekertarisnya yang menyukai Mario dan sudah mengecapnya sebagai pemilik serta tidak ada yang boleh mendekati Mario.
Berjalan menuju lobby dengan sopir yang sudah menunggunya, menurunkan Ana dan menyuruhnya duduk di kursi depan dengan Mario yang menyetir.
__ADS_1
" Rumah mu di mana." tanya Mario, tanpa menatap Ana.
" Jalan xxx." jawab Ana, hanya mengangguk dan melajukan mobilnya saat Mario sudah tau alamat rumahnya.
Tidak ada percakapan di antara mereka, Ana yang menatap keluar jendela dan Mario yang fokus dengan menyetir mobil.
butuh waktu satu jam untuk sampai di rumah Ana karena jalanan di siang hari sedikut terhambat.
Memakirkan mobilnya tepat di depan rumah Ana, keluar dari mobil niat ingin membukakan pintu untuk Ana malah dia terbentur pintu yang Ana buka dari dalam dan membuatnya sedikit terhuyung kebelakang.
" Sudah tau ada orang mau keluar malah kau di depan pintu." ucap Ana
" Kau.!" serunya. " Ayo." ujarnya lagi dengan memegang lengan Ana dan menuntunnya untuk masuk ke dalam rumah.
Membukakan pintu dan menuntun Ana untuk duduk di sofa. memandangi rumah Ana yang sederhana dan terasa sepi.
" Kau sendiri di sini.?" tanya mario dan juga duduk di sofa berhadapan dengan Ana.
" Hmm." jawab Ana.
" Kamu mau minum apa.?" tanya Ana
" Tidak perlu, aku mau pulang" tolak Mario dan berdiri di ikuti Ana yang juga ikut berdir dan mengantarnya untuk ke depan.
Saat keluar dari rumah Ana mengerutkan kening mendapati Dani yang datang ke rumahnya dan Mario hanya menatapnya.
Berjalan menghampiri Ana dan mengerutkan kening saat melihat Asisten Arzan ada di rumah Ana.
" Aku pulang dulu." pamit Mario pada Ana.
" Hati-hati, dan terima kasih." ucap Ana dan di anggukkan oleh Mario dengan tersenyum
" Mari?" ucap Mario pada Dani dengan mengangguk dan tersenyum, hanya membalas anggukkan dan tersenyum.
.
.
.
🐨🐨🐨🐨
Hay jika kalian kangen dengan babang kadal atau Revan cari saja di SAD BOY WIHT GADIS TOMBOY. 😊😊
__ADS_1
dan ini masih partnya Ana ya, biar kalian enggak bosen baca Eva dengan Arzan terus.😀😀