Eva My Life Line

Eva My Life Line
curhat teman


__ADS_3

"kamu gila tau gak va, ngapain juga sih kamu nyuruh teman lee min ho itu nganterin aku pulang segala.!!" cerocos ana yang datang dengan menggebrak meja kerja eva, hingga membuatnya tersentak kecil saat mengerjakan pekerjaannya.


ana pun duduk dan menghela nafas panjang karna ia benar benar emosi saat mengingat teman revan yang sama sama menyebalkannya.


eva yang melihat ana seperti itu sudah mengerti jika temannya sedang merasa marah.


bukan ana saja yang merasa sebal, eva pun juga sama sebalnya, tapi juga ada senangnya.


sebal karna revan menciumnya, senang karna dia bisa bersamanya di hari libur.


bila mengingat itu ia merasa malu sendiri, dari revan yang tidur satu ranjang bersamanya, dari dia yang mengajaknya makan bersama di restoran dan dari perlakuan dia yang romantis serta menciumnya yang sangat lembut.


berada di dekat revan membuatnya menjadi nyaman dan terlindungi dari para pria yang mencoba mendekatinya. rasanya ia sudah mulai jatuh cinta dengan revan. karna revan lah yang mampu membuat eva percaya diri lagi.


sama sama meratapi hari libur yang membuat mereka terjebak oleh satu pria yang menyebalkan dan satu pria yang romantis. hingga mereka tenggelam dalam pikiranya sendiri.


flas back ana.


saat ana sedang mencari eva ia di kejutkan dengan tangan yang menepuk bahunya. ana pun berbalik untuk melihat siapa orang yang menepuk bahunya.


mata ana memicing saat melihat teman lee min ho yang penepuk bahunya.


"mba eva sudah pulang sama mas revan, dan aku di suruh mengantarkan mu pulang." kata rizal


"sudah pulang!" pekik ana dan di anggukkan oleh rizal. " kenapa dia meninggalkan aku." gerutu ana, rizal pun hanya mengangkat bahunya.


"ya sudah kamu pulang saja, aku bisa pulang sendiri.!" seru ana


"masalahnya aku tidak ada kendaran sekarang.! jadi kamu harus anterin aku pulang.!!" serunya membuat ana membulatkan matanya


"kamu pikir aku ojek apa.!! enak saja suruh anterin kamu pulang." ucap ana yang akan beranjak pergi tapi kerah kemeja di tarik oleh rizal hingga membuat dia tidak bisa bergerak.


"eh, eh lepasin.!!" seru ana

__ADS_1


"anterin aku pulang atau , kamu mau aku teriakin maling." ancam rizal.


"aku bukan maling.!! serunya " dan aku enggak takut."


"oke tunggu sebentar" kata rizal mengeluarkan ponselnya dari saku jas untuk di taruh ke dalam tas ana hingga membuat ana terkejut.


"security.!! panggil rizal membuat keamanan itu melihat dan dan berjalan menghampirinya.


"pak pon-." belum sempat bicara ana sudah memotong pembicaraannya


"ayo pulang.!" sahut ana cepat dan menarik rizal tangan rizal hingga membutam security menatap mereka dengan bingung.


dan kini rizal merasa menang karna teman eva itu mudah sekali di ancamnya.


di dalam perjalanan ana menggerutu sendiri karna teman lee min ho itu lebih menyebalkan. ana yang menyetir motor, jika salah sedikit saja sudah di pukul hlemnya. bagaimana tidak marah, jika ada polisi tidur ana tidak mengerem motornya dan malah menancap kan gasnya sedikit kencang hingga membuat rizal akan terjatuh jika ia tidak berpegangan pada bodi jok belakang motor. ana memang sengaja karna ia begitu kesal dengan teman revan itu, sudah nebeng tapi tidak mau menyetir.


ana yang mengantarnya sampai depan rumah pun, bukannya terima kasih tapi malah terkena caci maki. dia bilang jika ana tidak becus berkendara, dan pergi dari hadapan ana tanpa pamit. ah, rasanya ia ingin sekali menjambak rambut teman revan itu hingga botak agar ia tidak lagi semena mena dengannya.


sungguh sial nasib ana di hari liburnya bukannya senang malah menderita karna rizal, dia berdoa jika ini adalah yang terakhir dia berjumpa dengan teman lee min ho itu karna dia benar benar membencinya.


"revan sendiri yang meminta rizal untuk mengantarkan mu pulang an, bukan aku." elak eva.


"bukannya dia nganterin aku pulang, malah aku yang nganterin dia pulang. di jalan aku yang nyetir, salah sedikit saja dia memukul helm ku dan parahnya lagi dia tidak berterima kasih pada ku malah mencaci maki aku.." garutu ana saat mengingat itu, hingga membuat eva tertawa kecil.


"kamu janjian sama revan.!!" selidik ana


"enggak, katanya kemarin dia lembur. pas mau pulang katanya liat aku. dia nyamperin aku pas lagi antri tiket." kata eva


"padahal aku ingin nonton, tapi dianya ngajak pulang, dan parahnya lagi dia ngajak aku ke rumahnya.!!" kata eva dengan ceplos.


"terus kamu ketemu sama orang tuanya." kata ana.


"enggak, dia tinggal sendiri." jawab eva membuat ana mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"jangan souzon deh, buang tu pikiran yang jelek." kata eva yang di tatap ana dengan intens "dia cuma minta di masakin untuk makan siang, katanya kangen masakan ku." kilah eva


"tapi kenapa pipi mu merah gitu.?" tanya ana dengan mata memicing.


"merah.? mana ada pipi ku merah." ralat eva cepat untuk menutupi rasa gugup.


"hayoo.!! kamu habis ngapain saja sehari sama lee min ho." selidik ana dengan menaik turunkan alisnya.


"apaan sih an.!!" kilah eva dengan malu hingga membuat ana tertawa.


"waahh habis ini aku dapat traktiran nich.!!" serunya dengan semangat. " awas.!! emak emak patah hati lho va. bisa bisa nanti kamu di demo." ucapnya dengan tertawa hingga membuat eva menggelengkan kepala serta tertawa kecil.


"oh, iya va minggu depan pabrik mengadakan tour ke pantai nich, ikut yuk.!!" seru ana dengan semangat


"ayok.?" semangat eva. " udah lama aku enggak ke pantai an." jawab eva dengan tersenyum


"sama va, oke kalau gitu aku daftarin dulu ke pengurus." kata ana dan berdiri untuk meninggalkan eva.


pantai.? ya pantai tempat di mana orang orang yang senang melihat sanset bersama pasangannya.


dulu eva selalu ke pantai bersama dua teman serta pasangannya. menikmati suasa sanset bersama orang yang dia cintai dan sayangi. tapi sayang itu hanyalah kenangan yang harus di lupakan karna semua sudah berakhir dalam penghianatan.


sungguh hidup itu penuh bayangan akan masa lalu yang menyenangkan dan masa lalu yang menyedihkan ya.


.


.


.


🍃🍃🍃


hay, babang tampan hadir nich. maaf sudah membuat kalian menunggu. semoga kalian sehat selalu ya.

__ADS_1


hayoo,, siap siap yuk buat ngehujat seseorang.😁😁😁


__ADS_2