Eva My Life Line

Eva My Life Line
bahagia dan menangis


__ADS_3

Cinta dan kepercayaan ku sangat kuat, dan aku percaya Tuhan akan mendengar semua doa ku.


.


.


.


.


Hari kebahagian yang di tunggu oleh semua orang, kerabat dan dua pihak keluarga yang akan melaksanakan ijab kabul di rumah megah yang bernuansa out dor di halaman rumah yang terdapat taman yang sudah di hias dengan bunga, tirai dan kursi untuk para tamu.


Keluarga pihak mempelai pria yang datang di sambut hangat oleh pihak perempuan yang merasa senang serta bahagia saat berhadapan dengan keluarga pria.


Kerabat, keluarga serta beberapa klien penting ikut hadir untuk menjadi saksi ijab kabul dari keluarga terpandang dan di segani dari kalangan pebisnis.


Mario yang memakai jas putih, peci dan celana putih membuatnya lebih tampan dari yang sebelumnya, karena rasa bahagia yang datang menyelimuti hatinya, serta sedikit gugup akan mengucapkan ijab kabul yang di lihat oleh semua orang.


" Jangan gugup! santai saja." ucap Arzan untuk menenangkan Mario yang berdiri di sampingnya.


" Ini sudah santai kak, tapi tetap saja enggak bisa." jawabnya dengan lirih dan membuat Arzan tertawa kecil.


" Aku dulu juga sama seperti mu." ucapnya yang membuat Mario melirik Arzan " tapi setelah itu rasanya lega, apa lagi kalau sudah malam." ujarnya lagi dengan menaikkan alisnya, ucapan Arzan itu langsung membuat Mario mengerti dan tertawa.


" Gimana kak.?" kata Mario.


" Rasakan sendiri nanti, enak sendiri apa berdua." jawab Arzan.


" Pernah sendiri ya kak."


" Pernah pas lagi kebelet dianya datang bulan." jawab Arzan dengan jujur dan merasa lesu saat mengingat kembali dan itu pertama kalinya Arzan melakukan sendiri di kamar mandi yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


Mendengar perkataan Arzan yang jujur membuat Mario tertawa dan sedikit berkurang akan kegugupannya.


Berjalan menuju ke tempat duduk yang sudah terdapat saksi dan penghulu, tersenyum menyapa Tuan Varman yang ada di sebelah untuk menjadi saksi mempelai, di ikuti Arzan tersenyum yang juga menjadi saksi mempelai pria.


Tangan yang sudah di genggam oleh penghulu sedikit merasa dingin saat akan di mulai ijabnya.


" Saya terima nikahnya Annatasya Davira Candhavarman binti Arman dengan emas kawin dua puluh gram di bayar tunai." ucapnya dengan satu tarikan nafas.


" Bagaimana para saksi." ucap penghulu pada para saksi.

__ADS_1


" Sah, sah, sah." jawabnya serempak dan penghulu pun juga menjawab sah hingga Mario pun merasa lega dan senang.


Anna yang di bantu jalan dengan bergandengan tangan pada dua wanita yang ada di samping kanan kirinya dengan sama memakai baju kebaya terlihat cantik dan mempesona.


Menatap tiga wanita yang berjalan sangat anggun membuat siapa saja merasa terpesona apa lagi jika mempelai wanita yang tersenyum manis ke arah Mario yang sedang menatapnya dengan tersenyum.


Menggandeng tangan Anna dan menarik kursi sedikit untuk Anna agar bisa duduk di sampingnya dan menanda tangani berkas surat pernikahannya.


Bertukar cincin, dan mencium kening istrinya serta sesi foto untuk menunjukkan cincin pernikahan mereka.


" Kamu terlihat cantik Yank." bisik Mario pada Anna yang berada di sampingnya dengan penyapa para tamu serta kerabat yang mengucapkan selamat pada pengantin baru.


Anna tersipu malu saat Mario memujinya dan hanya tersenyum saja untuk membalasnya karena dia juga begitu gugup.


" Kamu tidak ingin memuji ku Yank." ucapnya lagi dengan tersenyum.


" Enggak."


" Kok gitu sih Yank!" kata Mario


" Nanti kamu tebar pesona kalau aku bilang cakep." jawab Anna yang membuat Mario seketika tertawa pelan.


" Ciye!! sudah mulai cemburu ya Yank." goda Mario yang langsung membuat Anna menahan senyum dengan bibir yang di lipat ke dalam.


" Anna!!" heboh ibu hamil yang sedang berjalan bahagia menuju pengantin baru, memeluk sahabatnya dengan rasa senang dan terharu.


" Selamat ya sayank!! semoga sakinah mawadah warohma." ucap Eva dengan doa yang tulus.


" Terima kasih sayang.?" jawab Anna dengan tersenyum.


" Anna.!!" seru wanita cantik yang juga ikut menghampirinya.


" Selamat ya buk bos.!! semoga langgeng sampai kakek nenek." ucap Dewi dengan memeluk Anna.


" Hhmm, terima kasih Wi." hawab Anna " Kamu cepetan nyusul ya." ujarnya lagi dengan tersenyum.


" Doain ya An.?" pinta Dewi.


" Tenang nanti aku coba bujuk dia untuk segera menikahi kamu." kata Eva membuat Dewi mengerutkan keningnya saat Eva melihat ke arah Dani.


" Dia adik mas Dani." bisik Anna dan Dewi langsung menatap Anna dengan mata yang membulat saat mendengar bisikan Anna, hanya mengangguk dan tersenyum lebar saat melihat expresi terkejutnya Dewi.

__ADS_1


" Itu? kakak kamu Va." tanya lirih Dewi.


" Iya, dia kakak ku yang paling tidak peka dan kaku sekali." jawab Eva. " Kamu mau kan jadi kakak ipar ku." imbuh Eva dengan tersenyum.


" Aku! eehmm." Dewi begitu gugup bingung harus mengucapkan apa, dia hanya menahan senyum.


" Kamu kenapa enggak bilang ke aku sih An kalau Eva adiknya Dani.!!" seru Dewi dengan cemberut, membuat dua wanita itu saling menatap dan tertawa bersama.


" Biar kamu terkejut."


" Dan kalian sudah membuat ku sangat-sangat terkejut." sahut cepat Dewi dengan sedikit marah.


" Maaf, sayang!" seru Anna " Kita enggak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini." imbuhnya.


" Aku ingin Mas Dani bilang dulu pada mu tentang kita, tapi dia sepertinya tidak peduli atau tidak peka sama sekali." tambah Eva dengan menatap kakaknya yang sedang mengombrol dengan Mario dan Arzan.


" Kakak mu bukan tidak peka saja Va pada wanita, tapi juga cuek sekali." keluh Dewi. " Meskipun begitu dia tetap perhatian dengan ku." ujarnya lagi dengan tersenyum.


Anna dan Eva tersenyum karena perkataan Dewi, dan mereka sepakat untuk tidak membahas tentang cinta segitiga antara Anna, Dani dan Dewi biarkan itu menjadi masa lalu yang akan di pendam dan membiarkan masa depan untuk memulai lembaran yang baru.


" Aku cari minuman dulu ya, haus.!" ucap Eva dan di anggukkan Anna dan Dewi.


menuju meja panjang untuk mengambil minumam, mencicipi terlebih dulu berbagai dissert yang menggiurkan dan kembali berjalan dengan membawa minuman untuk Anna dan Dewi.


Anna yang melihat Eva membawa nampan segera menghampirinya dan akan membantunya, tapi dengan cepat dia berteriak memanggil Nama Eva dan berlari untuk menyelamatkan sahabatnya saat melihat orang yang tidak jauh dari belakang Eva sedang mengarahkan pistol ke arah ibu hamil itu.


Semua orang melihat ke arah Anna yang berteriak dan berlari ke arah Eva, dan terkejut saat mendengar suara termbakan yang begitu nyaring hingga membuat kegaduhan dan ketakutan.


Memeluk ibu hamil dan membalikkan badan untuk menyelamatkan dari tembakan itu. Dua wanita yang saling berpelukan sama-sama terdiam dan saling memeluk erat dan saling melepaskan saat tidak terjadi apa-apa pada mereka. Eva yang begitu terkejut saat melihat orang yang ada di hadapannya sekarang.


"Mario." lirih Eva dan membuat Anna berbalik ke belakang.


.


.


.


.


🐨🐨🐨

__ADS_1


Maaf atas keterlambatannya.🙏🙏


Di usahan nanti Up.


__ADS_2