
rasanya eva malu sekali menyuapi revan di depan umum, apa lagi di hadapan ana dan teman revan. sedangkan revan tidak peduli akan tatapan semua orang saat eva menyuapinya, dia hanya menikmati mimik wajah eva yang menahan malu dan kesal akan apa yang ia pinta oleh eva.
ana yang merasa seperti obat nyamuk di hadapan sepasang manusia ini hanya bisa mengerucutkan bibirnya. bisa bisanya eva dan pria kadal itu bermesraan di warung makan siang bolong serta di tonton banyak orang.
dan sedangkan rizal begitu terkejut karna sikap bosnya itu yang tidak seperti di kantor atau bertemu dengan klainnya. yang biasanya berwajah dingin dan tegas kini berubah menjadi pria tengil dan manja di hadapan eva.
sungguh berubah drastis sikap bosnya itu jika bucin.
sama sama di buat pajangan figura rizal dan ana hanya menghembuskan nafas beratnya begitu kasar hingga membuat eva dan revan menatapnya.
"kenapa.?" tanya revan,
"kalian ini ya, kalau mau bermesraan jangan di depan umum, kayak dunia milik kalian saja.!" gerutu ana
"zal.?"
"em, iya mas.?" jawab rizal.
"suapin tu yang ada di samping kamu, dia juga ingin seperti ku lho.?" kata revan membuat ana dan rizal saling menatap dan saling membuang muka.
"astaga va.!! ternyaka kamu benar, jika dia memang pria kadal yang tengil.!" seru ana membuat eva melototkan matanya pada ana, sedangkan revan menatap tajam ana dan rizal menahan tawa karna bosnya itu di katakan pria kadal tengil.
"yank, kamu menyebut ku pria kadal.!!" seru revan
"aku kan pernah tanya nama kamu, tapi enggak kamu kasih tau. ya sudah aku namain saja kamu pria kadal.!" jujur eva
"enggak ada nama lain apa yang romantis gitu manggil nama ku.!"
"ada.?"
"apa.!" semangat revan.
"bayi besar.!" seru eva dengan tersenyum membuat ana dan rizal tertawa.
"kau puas sekali zal tertawanya. oke, potong gaji.!!" ancam revan saat melihat rizal tertawa karna mendengar ucapan eva.
rizal yang mendengar ucapan bosnya itu langsung berhenti tertawa dengan wajah terkejut.
"lho, eh.!! yang benar saja aku potong gaji pak, kan aku gak berbuat salah." protes rizal.
"ya sudah push-."
__ADS_1
"kenapa kamu jadi takut sama dia, memangnya dia siapa dan kenapa panggil pak?" tanya eva pada rizal, ana dan eva menatap rizal penuh dengan menyelidik dan berbalik menatap revan.
muka rizal yang menjadi kikuk dan muka revan yang menjadi datar, karna tatapan dua perempuan yang penasaran akan siapa di hadapannya mereka sekarang.
beruntung saat eva akan bertanya lagi ponsel rizal berbunyi. ia pun segera mengangkat telponnya dan beranjak jauh dari dua wanita agar tidak ada yang menguping.
setelah mengakhiri panggilan itu rizal segera menghampiri revan dan berbicara pelan di sebelahnya.
"aku pergi dulu yank, nanti pulang aku antarin ya." kata revan dan berdiri dari duduknya serta mengacak rambut eva.
"makanan kamu kan belum habis.?" kata eva "aku bawa motor, gak usah di anterin pulang."
"aku sudah kenyang yank, kalau gitu aku nebeng kamu saja dan.?" sedikit membungkuk kan badan "akan aku kasih tau namaku nanti." bisik revan dengan tersenyum di telinga eva hingga membuatnya bergidik geli.
revan dan rizal pun berjalan pergi meninggalkan eva dan ana yang masih berada di warung mie ayam.
"va.! kamu sepemikiran dengan ku nggak." kata ana membuat eva mengangguk
"sepertinya mereka bukan orang biasa va" ucap ana
apa yang di bilang ana memang benar mekera bukan orang biasa hingga membuat eva bertanya tanya, siapa pria kadal yang sebenarnya.
hingga mereka pun memutuskan untuk kembali ke pabrik, saat eva akan membayar penjual mie ayam bilang jika semua makanannya sudah di bayar sama revan hingga membuat eva tersenyum.
di dalam perjalanan revan yang menyetir motor eva dan eva sebagai penumpang di jok belakang. saat di lampu merah revan mengambil tangan eva hingga membuat eva tersentak kecil saat tangan revan menggenggamnya dengan lembut.
menyatukan lima jari tangan revan yang kosong untuk jari tangan eva sebagai pengisi kekosongan itu. serta satu menciuman di bibir revan mendarat sempurna di tangan eva.
tidak peduli siapa pun yang melihat kelakuan revan di lampu merah, baginya dia hanya ingin eva tau jika ia mulai jatuh cinta dengannya. bukan malu yang eva rasakan saat ini, tapi debaran hati eva yang membuatnya begitu gugup, serta seperti aliran darah yang berhenti mengalir saat revan memperlakukannya seperti sang pujaan hati.
tidak ada satu kata pun yang eva ingin ucapkan, mungkin karna dia terlalu syock akan perlakuan revan padanya hingga eva tiba di tempat kosnya.
"kamu nggak masuk dulu.?" tanya eva gugup saat turun dari motor.
"hmm, aku lapar." kata revan membuat eva tertawa.
"makan melulu?" seloroh eva " ayo masuk, biar aku pesankan makanan di depan." kata eva membuat revan tertawa dan mengangguk kan kepala.
beruntungnya di depan kos ada gerobak bakso keliling, hingga eva tidak perlu keliling mencari makanan.
memesan dua porsi bakso serta satu lontong di pisah untuk revan. saat revan bersama eva hidup dia berubah drastis, dia yang bisa membuat revan merasakan makanan di pinggir jalan.
__ADS_1
sepertinya revan memang lapar karna bakso serta lontongnya habis tak tersisa. mungkin karna tadi siang revan hanya makan sedikit saja dan pergi kembali bekerja untuk meeting bersama klainnya.
"yank.?"
"iya.?" jawab eva saat menuangkan minuman untuk revan
"makasih ya." dengan senyum yang tulus
"makasih buat apa.?" kata eva.
"makasih makanannya.!" seru revan dengan tertawa.
"nggak gratis ya?"
"eh, pelitnya.!! masak harus bayar sih." seru revan membuat eva mengangguk.
"tanggal tua lho yank, gajian belum cair. ngutang dulu. nanti tanggal muda baru di bayar.!" pekik revan membuat eva tertawa dan mengatungkan tangannya di hadapan revan.
"apa yank.,?" tanya revan
"kalau ngutang ada jaminannya, terus jaminan kamu apa.!"
"eh, lha kok gitu!!" seru revan " kamu mau jaminannya apa yank, rumah, motor, mobil, pabrik, atau hatiku saja.?" dengan gaya tengilnya.
"bawa ktp gak" tanya eva
"bawa, buat apa.?" kata revan dan mengambil ktpnya di dompet, serta menyerahkannya di tangan eva.
eva pun melihat ktp revan, membaca semua identitasnya dan mengembalikannya kepada revan.
"makasih mas revan giovano.?" ucap eva dengan tersenyum membuat revan tercengang serta kemudian tertawa karna sudah di kelabuhin oleh janda cantik.
.
.
.
.
.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃
aaahhh babang kadal bisa saja membuat orang iri bermesraan di muka umum. apa lagi cium cium tangan di lampu merah. aku saja gak pernah lho.😆