Eva My Life Line

Eva My Life Line
gagal


__ADS_3

Bahagia itu sederhana, hanya saja kita masih kurang bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang.


.


.


.


.


Malam semakin larut, saat kejadian mengerikan di pagi hari dengan peristiwa yang saling menegangkan dengan berakhir di kantor kepolisian ketika ijab kabul telah selesai.


beberapa tamu dan pengantin baru turut ikut menjadi saksi untuk meminta keterangan di kantor polisi atas peristiwa kejadian percobaaan pembunuhan yang di lakukan oleh pelaku yang ingin membunuh ibu hamil, tapi dia sendiri yang terbunuh oleh Mario yang mengarahkan tembakannya ke arah perut pelaku.


Mario yang sudah berganti baju karena banyaknya darah pelaku di bajunya dan Anna yang juga sudah mengganti baju pengantinnya sebelum mereka ke kantor polisi, resepsi pernikahan pun juga mereka tunda malam ini karena tidak mungkin untuk meneruskannya, sedikit khawatir juga bila akan terjadi ke dua kalinya.


Malam hari mereka baru bisa pulang saat di nyatakan khasus di tutup dengan mereka yang tidak ada salah dan bukti kuat yang membuat pelaku terbunuh.


Berpamitan pulang pada dua sahabatnya yang menemaninya di kantor polisi dan memilih berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.


Anna dan Mario yang sudah sampai rumah, di sambut dengan Tuan Varman yang begitu khawatir dengan keadan cucu dan menantunya yang berada di ruang tamu.


" Kalian tidak apa-apa." tanya Tuan Varman.


" Kami baik-baik saja kek, dan polisi sudah menutup khasusnya." jawab Anna untuk menenangkan kakeknya.


" Syukur lah." jawab Tuan Varman dengan rasa lega " Bersihkan tubuh kalian dan kita akan makan bersama." perintah Tuan Varman dan di anggukkan oleh Anna dan Mario.


Memasuki kamar Anna, Mario memilih untuk merebahkan tubuhnya ke ranjang milik Anna karena sedikit lelah, Anna pun juga merasa lelah tapi ia memilih untuk lebih dulu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket dan bau keringat.


Anna yang baru selesai dari kamar mandi, menghampiri Mario dan melihatnya dari dekat saat Mario menutup matanya.


" Mungkin dia lelah.?" gumam Anna dengan tersenyum dan akan berbalik sebelum akhirnya mario menarik tangannya hingga dia terjatuh di samping Mario.


" Mario.!" pekik Anna dan Mario pun memeluk tubuh istri yang baru dia nikahi ini dengan tersenyum.

__ADS_1


" Cium Yank." pinta Mario, membuat Anna melototkan mata.


" Iih enggak mau, kamu bau." tolak Anna dengan alasan yang benar.


" Mana bau." ucap Mario dengan mencoba mencium badan " Hanya sedikit.!" ujarnya lagi dengan tersenyum.


" Cepat mandi, kakek sudah menunggu kita di meja makan." kata Anna.


" Enggak usah makan malam ya Yank! kita langsung buat adik saja." ajak Mario, membuat Anna membulatkan mata dan menggigit bibir bawahnya saat Mario mengingatkannya tentang malam pertamanya.


" Yank.!!" rengek Mario sekali lagi.


" Hmm." jawab Anna dengan menelan selivanya.


" Ayo Yank.!" ajak Mario dengan tidak sabar, hingga Anna bergedik geli.


" Mandi sana Mario.!!" perintah Anna.


" Habis mandi langsung ya Yank." kata Mario dan di anggukkan oleh Anna agar ia bisa terlepas oleh Mario saat dirinya merasa gugup sekarang, Mario pun tersenyum dan mencuri kesempatan untuk mencium bibir Anna sebelum dia ke kamar mandi.


" Aku harus berbuat apa nanti?" ucap Anna yang mondar-mandir karena bingung harus berbuat apa untuk malam pertamanya.


" Apa aku tanya Eva saja ya, aku harus bagaimana." gumamnya dan di gelengkan oleh dirinya sendiri karena itu tidak mungkin, pasti memalukan sekali, pikirnya.!


cukup lama ia bingung dan mondar-mandir yang tidak nentu arah, membuatnya tersentak kecil saat pintu kamar mandi terbuka dengan memperlihatkan Mario yang sudah selesai mandi dengan tubuh atas bertelanjang dan menyisakan tubuh bawahnya yang dililit oleh handuk.


" Kenapa Yank." tanya Mario dengan tersenyum saat melihat wajah Anna yang gugup. " Udah enggak sabar ya Yank." ujarnya lagi dan mendekati Anna yang mematung menatapnya.


Merengkuh pinggang istrinya dengan lembut dan menatapnya penuh dengan cinta, membuat Anna terkejut dan menyentuh dada Mario yang bertelanjang.


" Kamu cantik yank.?" puji Mario, hanya deheman yang Anna keluarkan dari bibirnya dengan tersenyum serta malu di tatap Mario.


Mencium bibir istrinya dengan lembut dan balas oleh Anna dengan saling memagut, sebelum akhirnya terdengar suara ketukan pintu dari luar dan membuat Anna menyudahi ciuman dari suaminya serta melepaskan pelukan Mario


Menghembuskan nafas beratnya saat Anna melepaskan pelukannya dan menatap istrinya yang sedang berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


" Maaf Non, Tuan Varman sudah menunggu di meja makan." ucap pelayan yang ternyata mengetuk pintu untuk memberitahukan pada Anna.


" Iya terima kasih bik, habis ini saya akan ks bawah." jawabnya dengan tersenyum dan menutup pintunya setelah pelayan itu pergi.


Menatap ke arah suaminya yang merasa lesu karena terganggu oleh pelayan.


" Mario! kakek sudah menunggu kita di bawah." ucapnya dengan lirih dan tersenyum, Mario hanya mengangguk dan berjalan ke arah kopernya untuk mengambil baju di sana, dan di bantu oleh Anna untuk memilihkan baju santainya.


Turun dari tangga bersama dan berjalan ke arah meja makan menemui kakeknya yang sudah menunggunya untuk makan malam bersama.


Makan malam bersama dengan Tuan Varman yang merasa senang, karena sudah mendapatkan menantu idaman yang bisa menjaga Anna dari orang jahat.


Selesai dengan makan malamnya, Tuan Varman mengajak Mario untuk ke ruang kerjanya, sedangkan Anna memilih untuk kembali ke dalam kamarnya.


Merebahkan tubuhnya di ranjang dengan bermain ponsel dan merasa lelah karena menunggu suaminya yang tidak kunjung datang hingga dirinya tertidur dengan ponsel yang masih ada di tangannya.


Mario yang sudah selesai dengan Tuan Varman pun segera naik ke atas untuk menuju kamar istrinya, senyumnya pun sedikit pudar saat melihat Anna yang sudah tertidur pulas. Tidak tega untuk membangunkannya, lebih baik dia menundanya.


Hias! gara-gara pak tua ini, membuat malam pertama ku jadi gagal saja." gumam Mario dari dalam hati, menghampiri Anna membenarkan posisi tidurnya, menyelimuti tubuhnya dan beranjak tidur di sebelahnya dengan memeluk istrinya.


Tuan Varman yang berada di kamarnya merasa puas dan tertawa senang mengingat expresi wajah Mario yang menahan kesal saat mengajaknya untuk bermain catur di ruang kerjanya, beberapa kali bermain karena Mario selalu kalah dan saat Mario menenangkannya Tuan Varman memperbolehkan untuk kembali ke kamarnya, karena pria tua ini tau jika Anna mungkin saja sudah tertidur lelap.


Begini ya rasanya jika menggoda menantu saat menggagalkan malam pertama. Aku dulu juga begitu dengan istri ku.!" gumamnya dalam hati saat mengingat kembali memorinya dengan istri tercinta yang gagal malam pertama karena ulah mertuanya dulu.


.


.


.


.🐨🐨🐨


gagal nich gagal.😆😆


Waah!!! tinggal beberapa capter lagi nich cerita Eva my life line mau tamat.

__ADS_1


Yuk kepoin Babang kadal di Sad boy with gadis tomboy.


__ADS_2