Eva My Life Line

Eva My Life Line
di terima.


__ADS_3

Aku dan kamu akan menjadi satu, saat keluarga ku menerima lamaran kamu. Aku berdoa pada Tuhan agar kita menua bersama hingga akhir hayat.


.


.


.


.


Satu jam sudah kerumunan ibu ibu arisan pulang dengan wajah yang senang dan kagum saat melihat wajah tampan Arzan meskipun harus di usir dengan paman Eva yang sudah mulai geram dengan tingkah ibu-ibu yang lupa dengan umur.


Ada yang meminta foto dan ada juga yang gemas mencubit pipi Arzan dengan alasan jika anak perempuannya sedang hamil berharap cucunya seperti dia bukan seperti bapaknya, sungguh mertua yang jujur bukan jika menantunya itu tidak setampan Arzan.


Budhe Eva begitu heboh dan sedikit sombong saat memamerkan kekasih Eva yang akan menjadi mantunya itu. bagaimana tidak heboh yang akan menjadi mantunya sekarang sangatlah tampan, melebihi ketampanan anaknya sendiri membandingkan anaknya dengan calon mantu, sungguh teganya ibu kandung tapi rasa seperti ibu tiri.


Dan jika waktu bisa di ulang kembali ia ingin sekali kembali menjadi muda dan ingin menikah dengan pria tampan blesteran luar negeri, sungguh hayalan yang mengerikan.!


Menghembuskan nafas berat saat Arzan baru saja selesai dengan penggemar barunya, dengan duduk di ruang tamu bersama paman Eva yang juga kualahan saat mengusir ibu ibu pkk.


" Nak Arzan capek ya.?" tanya Paman yang duduk di depannya dengan rasa bersalah saat melihat calon mantunya sedikit lelah.


" Hmm, ah tidak paman." jawabnya dengan berbohong, bukan lelah yang Arzan hadapi, tapi terasa pening saat menghadapi jeritan ibu-ibu yang super heboh.


Eva dan Budhe yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa cemilan dan teh hangat untuk dua pria yang sedang kelelahan di ruang tamu.


Melihat kekasihnya yang sedang kelelahan akibat Budhenya itu membuatnya sedikit kasihan tapi juga sedikit tertawa.


Ini pertama kalinya pria itu menghadapi kehebohan ibu pkk, beruntung dia tidak marah dan bisa mengendalikan diri meskipun dia yang menderita sesaat. Demi calon mertua, demi mengambil hatinya agar ia tidak di tolak.?


" Lelah, ya." ujar Eva dengan memberikan teh hangat untuk kekasihnya.


" Sedikit, terima kasih." jawabnya dengan tersenyum dan mengambil teh itu dari tangan Eva.


" Maafin Budhenya Eva ya nak Arzan, Istri paman memang orangnya heboh sekali.!" ucapnya.


" Emang cakep lho pak mantu kita.!" sahut Budhe eva " kalau ibu masih muda udah tak embat pak.?" ujarnya lagi dengan tertawa kecil, membuat suami serta anak mantunya menatapnya dengan tidak percaya akan apa yang di ucapkan barusan.


" Ya allah buk!! inget umur, uban mu udah banyak itu lho." kata paman dengan menggelengkan kepala melihat kelakuan istri satu satunya itu.

__ADS_1


" Ih, bapak.! meskipun ubanan tetep masih cantik kan?" jawabnya dengan menaikkan alisnya " Iya kan nak Arzan? " ujar pada Arzan, yang ditanya hanya tersenyum paksa dan mengangguk kecil.


" Asalamualaikum.! " salam dari pria yang baru pulang kerja melihat ruang tamu yang sedang ada tamu, melihat tamu itu dia pun tersenyum.


" Walaikum salam" jawabnya dengan kompak.


" Mas Dani" sapa Eva dan menghampirinya mencium tangan abangnya dan memeluknya untuk rasa rindu pada kakaknya.


" Kamu sehat Va.?" tanya Dani dengan mengacak rambut adiknya.


" Sehat, mas dani gimana kabarnya.?" tanya bali Eva.


" Mas juga sehat." jawab Dani.


" Dan liat dech, mantu ibu cakep kan.?" ucap Ibu Dani pada anaknya, menatap Pria yang sedang berdiri dengan sedikit tersenyum padanya dan di balas Dani dengan tersenyum dan menghampirinya.


" Dani?" dengan mengulurkan tangannya


" Arzan." jawabnya dan menerima jabatan tangan Dani.


" cepetan mandi Dan, habis ini kita makan bersama." ucap Ibunya dan di anggukkan oleh Dani, bergegas untuk pergi ke kamarnya.


Makan malam terasa hangat saat semua keluarga berkumpul di tambah dengan kedatangan calon mantu yang begitu ramah.


Arzan merasa senang kedatangannya di sambut hangat dan di terima dengan baik oleh keluarga Eva, keluarga yang sederhana, keluarga yang harmonis dan humoris itu lah yang saat ini dia lihat dan rasakan.


setelah makan malam selesai kini mereka kembali ke ruang tamu untuk membicarakan hal yang serius hal yang sedikit sensitif.


" Nak Arzan serius dengan putri kami.?" ucap Paman.


" Saya serius dengan putri paman dan ingin menikahinya." jawab Arzan.


" Apa kamu tau tentang statusnya."


" Iya saya tau." tegasnya " Tapi bagi saya itu tidak ada masalah paman." ujarnya lagi, membuat paman dan budhe saling pandang serta tersenyum.


" Kapan keluarga kamu akan datang untuk menentukan tanggal pernikahan." tanya paman.


" Saya sudah tidak punya keluarga." jawabnya membuat keluarga Eva sedikit terkejut.

__ADS_1


" Orang tua dan kakek saya sudah meninggal, dan saya hidup sendiri." kata Arzan, dengan tersenyum getir.


" Maafkan paman, karena paman tidak tau?" ucapnya.


" Tidak apa-apa paman, tapi saya masih mempunyai ibu sambung dan saudara." ujarnya membuat Eva menatap Arzan serta tersenyum saat mendengar ucapan Arzan yang sudah mulai membuka hatinya untuk Nyonya Vani.


" Apa besok saya bisa menikahi putri anda paman." ucapnya lagi, hingga kelurga Eva menatapnya dengan terkejut serta membulatkan mata.


" Besok.!" heboh Budhe dan pekik Paman Eva dan di anggukkan oleh Arzan dengan tersenyum.


" Enggak bisa mendadak, berkas berkasnya saja belum siap." kata Paman


" cukup ijab khobulnya saja paman, biar anak buah saya yang mengurus berkasnya nanti." katanya dengan tegas.


" Va, kamu hamil?" tanya Dani dengan gamplangnya, membuat Paman dan Budhe menatap tajam anaknya serta beralih menatap putrinya itu hingga membuat putrinya merasa takut dan menggelengkan kepala.


" Mas ini ngomong apa sih!" serunya " jangan fitnah dech." gerutu Eva.


" Terus kenapa kekasih kamu minta di nikahin besok." ujar Dani dengan menatap adiknya tajam


" Aku saja tidak tau mas? tanya saja tu sama orangnya.?" kata Eva, beralih menatap tajam Arzan yang di tatap pun hanya tersenyum.


" Lebih cepat lebih baik, karena saya sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangan putri anda." kata Arzan , membuat semua keluarga Eva menatapnya, mencari kebohongan di dalam diri Arzan tapi tidak menemukannya, hanya kejujuran yang terpancar dari mata Arzan.


Tersenyum saat menyadari jika calon menantunya itu adalah pria yang sayang pada eva, yang tulus mencintai putrinya dan akan melindungi putrinya itu.


" Minggu depan paman akan menikah kan putri paman dengan kamu nak Arzan.?" ucapnya tulus dan tersenyum.


Tersenyum dan menganggukkan kepala saat paman sudah menyetujuinya dan akan menikahkannya dengan putrinya untuk satu minggu lagi.


Kini kebahagian menyelimuti keluarga Eva yang sebentar lagi akan menikahkan putrinya itu dengan pria yang benar benar mencintainya.


.


.


.


Visual bang Arzan nich.

__ADS_1


tebak ini siapa hayoo??😆😆



__ADS_2