Eva My Life Line

Eva My Life Line
bertemu lagi.


__ADS_3

Aku tidak tau harus bagaimana, jika di antara dua pria saling bertemu dengan pandangan yang berbeda nantinya.


.


.


.


.


Bangun terlalu siang mengabaikan suara alarm beberapa kali berbunyi, karena semalam ia tidak bisa tertidur nyenyak hingga sampai saat ini pun Ana masih tetap memikirkannya dan mengingat ciuman dadakan dari Mario.


Beranjak dari tidurnya dan akan keluar kamar untuk mandi, tapi terurungkan saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Memicingkan mata saat melihat jam yang masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Yang tidak mungkin Mario datang sepagi ini.


Membuka pintu dan membulatkan mata saat mendapati Mario yang sudah ada di hadapannya sekarang dengan wajah yang kusut dan lelah tapi masih bisa tersenyum.


" Apa kau tidak melihat jam ini masih pa-." geram Ana tapi di jawab cepat oleh Mario.


" Bolehkah aku numpang tidur sebentar, aku lelah.?" ujarnya dengan wajah yang memelas,


Membuat Ana merasa kasihan dan menghembuskan nafas berat serta membukakan pintunya dengan lebar agar Mario bisa masuk.


Berjalan menuju kamar Ana dengan sendirinya tanpa harus meminta persetujuan dari pemilik kamar. Karena badan Mario sudah terlalu remuk untuk tidur di sofa.


Mendapati Mario yang tidak ada di ruang tamu hingga dia berjalan menuju kamarnya dan benar saja jika Mario tidur di ranjangnya dengan posisi tubuh yang telungkap serta sepatu yang masih melekat si kakinya.


Berjalan menghampiri Mario dan menatap wajah sampingnya dengan mata yang tertutup. Mengamati wajah lelahnya hingga dia berpikir jika pekerjaan Mario begitu menguras tenaga dan pikiran.


Melepas pelan sepatu Mario dan alas kaki serta membenarkan kaki Mario yang menggelantung di tepi ranjang, menyelimuti tubuh dia dan beranjak pergi dari kamarnya untuk segera mandi dan memasak.


Mario yang ternyata belum sepenuhnya tertidur, menyunggingkan senyuman saat mendapat perlakuan manis dan perhatian dari seorang wanita.


Terima kasih, kamu memang wanita yang baik dan aku tidak akan melepaskan mu, walaupun aku tau kau menyukainya.!" gumam Mario dan melanjutkan tidurnya.


Ana selesai dengan mandi, kini berjalan menuju dapur untuk segera memasak dan menyiapkan sarapan pagi setengah siangnya untuk dirinya dan untuk Mario.


Dia seperti seorang istri yang menyiapkan makan untuk suaminya, yang entah kenapa dia seperti mulai menikmatinya.


Memasak makanan sederhana yang masih ada bahan makanan di dalam kulkasnya tanpa harus keluar rumah.


Berkutik dalam dapur cukup lama dan selasai sudah masakan Ana. Menyajikannya di meja makan dengan dua piring yang belum berisikan makanan.


Memastikan sebentar untuk mengintip Mario yang berada di kamarnya dengan membuka pintu kamar sedikit.

__ADS_1


Melihat Mario yang masih tertidur pulas membuatmya tidak tega untuk membangunkannya.


Menunggu Mario duduk di sofa ruang tamu dengan memainkan ponsel. Mendengar ketukan pintu di saat dia sedang asyik dengan melihat film drakor di ponselnya.


Membukakan pintu dan sedikit terkejut saat mendapati pria yang ada di hadapannya dengan tersenyum.


" Mas Dani." ucap Ana membuat Dani tersenyum.


" Aku membawakan oleh-oleh untuk mu." ujarnya dengan mengulurkan kantong plastik untuk Ana saat dia sedang pergi ke luar kota dengan membelikan buah tangan untuk Ana.


" Terima kasih mas." ucap Ana dengan tersenyum " Ayo masuk Mas." ujarnya lagi dengan menyuruhnya duduk di ruang tamu.


Mengangguk serta tersenyum, mengikuti Ana. yang berjalan terlebih dulu. Menyuruh Dani untuk duduk dan meninggalkannya sebentar untuk membuatkan minuman.


" Di minum mas.?" kata Ana dengan membawakan nampan berisi teh hangat.


" Terima kasih." ucap Dani dengan tersenyum dan mulai meminum buatan Ana


" Kapan Mas pulang dari luar kota." tanya Ana


" Kemarin sore." jawab Dani, hanya bergumam o dengan menganggukkan kepala


" Apa kaki kamu masih sakit." tanya Dani.


" Sudah tidak Mas." jawab Ana dengan sedikit tersenyum.


" Kenapa Mas." dengan sedikit penasaran.


" Aku mau mengajak kamu jalan-jalan hari ini." ujar Dani dengan tersenyum, membuat Ana merasa terkejut. Karena ini pertama kali Dani mengajaknya untuk pergi jalan berdua.


" Maaf mas, tapi aku tidak bis-."


" An.! Handuknya di mana.?" teriak dari dalam, membuat Ana serta Dani mendengarnya dan sedikit mengerutkan kening kala Dani mendengar suara pria, sedangkan Ana merasakan jantung yang begitu kencang saat mendengarnya dan menatap Dani yang juga menatapnya.


****


" Kamu ingin dia perempuan apa laki-laki." tanya Eva pada Arzan dengan mengusap perutnya saat berada di taman kota pagi hari dengan melihat banyak anak kecil yang bermain di sana.


Permintaan Eva saat pagi-pagi sekali dengan membangunkan suaminya yang masih tidur pulas, hanya ingin pergi ke taman kota melihat suasana di hari weekend yang banyaknya orang berada di sana, ada yang membawa keluarga, pacar maupun teman.


Dan banyak pula penjual kaki lima yang menyediakan berbagai makanan serta minuman maupun pernak-pernik barang.


" Apa saja, yang penting dia sehat dalam perut istri ku." jawabnya dengan ikut mengusap perut Eva.

__ADS_1


" Jika dia perempuan?" tanya Eva


" Aku akan menjaganya dan memanjakan dia." jawab Arzan.


" Jangan terlalu memanjakannya, nanti kalau sudah dewasa dia tidak akan bisa apa-apa.?" kata Eva dengan menasehati suaminya, membuat Arzan tersenyum dan mengangguk.


" Kalau dia laki-laki bagaimana?" tanyanya lagi.


" Kalau dia laki-laki, aku akan didik dia menjadi pria yang sejati, melindungi serta penerus perusahaan kita." jawab Arzan, membuat Eva tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Arzan.


" Aku tidak sabar untuk dia cepat keluar.?" kata Eva dengan tersenyum menatap seorang ayah yang sedang mengayunkan ayunan untuk putrinya.


" Aku pun juga menantinya." jawab Arzan. " Kamu mau makan apa Ay." ujar Arzan dengan memawarkan makanan yang mungkin akan menggugah selera nafsu makan istrinya, karena beberapa hari Eva sulit sekali untuk makan.


" Kamu mau membelikan sesuatu untuk ku Ay.?" kata Eva dengan semangat.


" Hmm, yang terpemting istriku mau makan." jawab Arzan


" Aku mau takoyaki.!" ucapnya dengan semangat dan menunjuk penjual makanan yang tidak jauh ia lihat.


" Sudah itu saja." tanya Arzan dengan memastikan dan di angguk cepat oleh Eva dengan tersenyum.


" Tunggu di sini, aku akan membelinya." pinta Arzan pada Eva karena melihat begitu banyak yang mengantri makanan.


" Hmm, ingat jangan ganjen." kata Eva untuk mengingatkan suaminya yang sukses membuat Arzan tertawa.


" Kalau aku tidak akan, tapi lihat saja nanti." jawabnya dengan tertawa membuat Eva mengerucutkan bibirnya.


Berjalan ke arah stand takoyaki yang terdapat empat remaja mengantri di sana, memandangi suaminya yang mulai memesankan makanan dan menunggunya di sana dengan melihat ponsel.


Merasa senang saat suaminya tidak terkecoh dengan empat remaja yang memandang Arzan dengan kagum dan terpesona.


Mencoba melihat lagi ke arah anak kecil dengan bermain senang, dan sedikit mengerutkan keningnya saat melihat dari jauh mendapati pria yang dulu pernah singgah di hatinya dan tersenyum saat pria itu bersama gadis manis yang ada di sampingnya dengan saling tertawa.


Kita bertemu lagi, dan kali ini aku merasa senang serta sangat bahagia jika kamu sudah mendapatkan pengganti yang begitu cantik dan manis serta bisa membuat mu tersenyum kembali, Revan.!" gumamnya dengan menatap Revan dan wanita yang ada di sampingnya.


.


.


.


.🐨🐨🐨

__ADS_1


Hayoo.!! penasaran kan sama Kang Mario dan Mas Dani.


Adu jotos enggak ya kalau bertemu.😆😆


__ADS_2