
hari minggu itu sengat menyenangkan bagi para pekerja, bisa meluangkan waktunya untuk keluarga, hang out bersama teman lajang, dan ada pula yang ingin menikmati rebahan di pantai kapuk.
seperti eva yang suka sekali hari liburnya di habis kan untuk rebahan di pantai kapuk. tapi sayangnya pagi yang terasa nyaman ini terusik dengan cacing di dalam perutnya yang sudah meronta ronta ingin di isi makanan.
mau tidak mau eva harus bangun meskipun matanya itu terlalu berat untuk di buka. menyegar kan badan di pagi hari dengan air dingin membuatnya merasa fitt kembali.
pakaian yang sederhana di pagi hari hanya menggunakan celana training hitam di padu baju berwarna abu muda dengan rambut yang di kuncrit kuda serta memoleskan pelembab agar muka tidak terlalu kusam dan yang dia tidak lupa memakai sepatu olahraga berwarna putih.
jika orang yang tidak tau eva janda pasti mereka mengira eva adalah gadis cantik yang belum menikah. statusnya memang janda tapi tubuhnya masih perawan, ada keberuntungan jika malam pertamanya itu harus tertunda karna eva kedatangan tamu bulanan.
keluar dari kamar eva melihat beberapa tetangganya yang juga menikmati hari liburnya, mencoba bertegur sapa dan saling berkenalan dan ya kost putri memang pilihan yang tepat buat eva karna di sana eva bisa memulai berteman dengan tetangganya.
pagi ini eva memutuskan untuk joging di komplek taman yang tak jauh dari tempat kostnya untuk mencari sarapan dahulu dan setelah itu mencari bahan makanan di supermarket terdekat.
berlari kecil, menikmati udara segar dengan mendengarkan alunan musik yang tertempel di telinga eva, serta matahari pagi yang masih hangat tidak membuat kecantikan eva luntur. pria mana yang tidak terpesona saat melihat wanita cantik joging sendirian. tidak hanya pria dewasa yang terpesona dengan eva remaja ingusan pun juga sama terpesonanya dengan eva.
ada yang terang terangan berteriak, meminta nomernya, ada yang bilang sarangheo dan ada pula yang mengikutinya dari belakang. eva hanya cuek dan tak mendengarnya, yang eva sesali sekarang hanya satu dia lupa jika tidak memakai masker atau topi untuk menutupi wajahnya dari gangguan pria.
pilihan yang tepat untuk sarapan pagi ini, eva memilih nasi pesel khas kediri dengan teh hangat yang nikmat. duduk di taman tergelar karpet kecil dan meja lipat kecil rasa nikmat di pagi hari seusai berolaraga.
"terima kasih buk.?" ucap eva saat ibu itu mengantar kan pesanannya pada eva
"sama sama mba cantik." jawab ibu pecel membuat eva tersenyum.
menikmati sarapan pagi ini dengan sendiri, meskipun ada beberapa sepasang mata yang memperhatikannya. selesai dengan sarapan beristirahat sebentar dan mulai melanjutkan jogingnya menuju supermaket.
__ADS_1
sesampai di supermarket eva mengambil keranjang dan bergegas memilih bahan makanan. di saat sedang memilih eva mendengar suara yang sedang memanggil namanya.
"dek eva.?" sapa pak jaka
"eh, pak jaka.." sapa balik eva dan tersenyum
"jangan panggil aku pak dek, kayak aku kelihatan tua, panggil aku mas saja." genit pak jaka yang sudah beristri dan mempunyai anak dua membuat eva terkejut.
"eh..!!"
"dek eva lagi belanja ya."
"ehhmm iya pak." canggung eva.
"dek eva kenapa pindah dari rumah ana.? nggak ada dek eva aku jadi galau, gak bisa lihat senyum pagi dek eva lagi." dengan mengedip ngedip kan mata membuat eva merinding.
"emm saya kesana dulu pak, mau cari bahan makanan."
"kalau begitu kita cari bareng saja dek eva." ajak pak jaka dan mengulur kan tangannya ke depan eva. eva semakin takut dengan perlakuan pak jaka jika tidak ada istrinya. seketika itu eva mundur dan tidak sengaja menabrak tubuh orang.
"ada apa yank.? dan siapa bapak ini." tanya pria itu saat berada di samping eva dan membuat eva menatapnya dengan terkejut lagi lagi bertemu dengan pria tengil.
"lho mas ini siapa, kok manggil dek eva sayang." saut pak jaka.
"oh, ternyata nama cewek ini eva. nama yang cantik." gumam pria tengil dengan tersenyum memandang eva.
__ADS_1
"kenal kan nama saya revan, calon suami eva dan dia calon istri saya." jawab pria tengil dengan tersenyum dan mengulur kan tangannya pada pak jaka dan tangan satunya meraih pinggang eva
pak jaka terkejut saat mendengar ucapan revan yang mengaku sebagai calon suami eva, bukan pak jaka saja eva pun juga sama terkejutnya saat mendengar kata pria tengil itu bilang dan badan eve menegang saat revan menyentuh pinggangnya.
"dek eva mau nikah.?" tanya pak jaka pada eva, eva pun tersadar dan menatap pak jaka dengan senyuman dan anggukan yang terpaksa.
"aku patah hati dek.!! melihat mu bersanding dengan orang lain.!!" seru pak jaka dan melengos pergi dari hadapan revan dan eva.
revan yang melihat pak tua itu pergi dengan mengomel tak jelas membuatnya tertawa dan eva yang bengong dengan tingkah laku tetangga eva itu.
eva beralih menatap revan dan revan pun sama halnya menatap eva dengan tersenyum dan mengedip kan mata. eva merasa geram dan ia pun langsung menginjak kaki revan.
"auw auw auw, sakit.!" pekik revan berlonjat lonjat kecil saat kakinya di injak eva dengan keras.
"kamu itu suka sekali membuat ku sakit, kalau gak menjiwit menginjak.!" seru revan.
"kamu itu yang sukanya mencari kesempatan dalam kesempitan, ngapain coba kamu bilang pada bapak itu kalau aku itu calon istri mu, dan kenapa tangan mu ini gak bisa di kondisi kan dengan menyentuh pinggang ku.!" geram eva dan memukul lengan revan. lagi lagi revan terkena pukulan dari eva.
"bukannya terima kasih, tapi malah memukul ku, mau aku laporkan ke kantor polisi tentang kdrt yang kamu lakukan pada ku."
"kdrt, memangnya kapan kita nikah.!" seru eva.
"gimana kalau besok kita nikah.?" senyum revan membuat eva semakin geram
"kau.!!! ih." eva pun pergi meninggal kan revan yang masih memanggil manggil namanya
__ADS_1
"cantik, menarik.!! " gumam revan dalam hati dan tersenyum menatap punggung eva yang sudah menjauh darinya