
"Yank, ayo bangun.? Kita sudah sampai." ucap Revan dengan menepuk lembut pipi Eva.
bukannya bangun Eva malah semakin nyaman tidur di sandaran bahu Revan dengan mengusap usapkan pipinya di bahu Revan hingga membuat Revan gemas.
"Ayo bangun yank.?"
"Aku masih ngantuk.! Lima menit ya." jawab Eva dengan mata yang masih terpejam.
"Katanya mau lihat pantai.!! serunya. "Mau aku tinggal yank di bus sendiri.!" kata Revan, membuat Eva membuka matanya dan beralih menatap Revan dengan menggelengkan kepala. Revan tersenyum dan membenarkan rambut Eva yang sedikit berantakan hingga membuat pipi Eva merah merona.
"Van, maaf.!" lirih Eva
"Kenapa kamu enggak bilang yank.?" tanya Revan.
"Aku pikir kamu ikut, jadi aku ingin membuat kejutan buat kamu. Maafin aku." Jawabnya.
"Lain kali bilang ya yank, jika mau kemana mana. aku juga tidak akan melarang kamu pergi kemana saja, asal kamu tetap bersama ana jika aku tidak ada di sisi kamu." tutur lembut Revan dengan tersenyum serta menggenggam tangan Eva.
"Aku tadi bersama Ana, tapi tempat duduk kami tidak sama. Aku takut Van saat dia duduk di samping ku."
"Sekarang ada aku, jangan takut" Ucap Revan, Eva pun mengangguk kan kepala dan tersenyum.
mereka pun turun dari bus dan bertemu dengan ana serta rizal yang menunggunya di samping pintu bus.
Ana menghampiri Eva dengan wajah cemas, karna ia baru tahu jika Eva duduk bersama dengan toni.
saat bus sudah berhenti ia menghampiri tempat duduk Eva untuk mengajaknya keluar dari bus bersama. Ana terkejut saat toni ada di satu tempat duduk dengan Eva dan ia sedikit lega saat melihat Revan berada di samping Eva yang tertidur di bahunya.
"Kamu gakpapa Va.?" tanya Ana dengan menggenggam tangan Eva.
"Aku gakpapa An. Syukur lah tadi ada Revan yang satu tempat duduk dengan ku."
"Kenapa dia bisa satu duduk dengan kamu ya Va.! dan kenapa istrinya tidak di ajak." tanyanya
"Entah lah An, aku juga bingung.! keluhnya hingga hingga menghembuskan nafas beratnya.
__ADS_1
Revan memilih sedikit menjauh dari Eva saat sedang berbicara pada temannya itu, untuk membahas mantan suami Eva pada asistennya.
Revan menyuruh Rizal untuk mengawasi mantan suami Eva, karna dia sepertinya sedang mengincar Eva saat ini.
Karna terbukti saat nomer tempat duduk Ana yang sebenarnya berada di sebelah Eva itu di tukar oleh Toni. Toni memberi imbalan uang pada panitia yang sudah mau memberikan tempat duduk yang bersebelahan dengan eva.
dia merasa senang saat duduk di sebelah Eva, tapi saat dia tau jika ada Revan yang juga duduk di sebelah Eva seketika itu membuatnya cemburu dan marah. dan dia lebih marah lagi saat Ravan menyuruh Eva untuk duduk di tempat kursinya dan Revan duduk di bangku tengah serta menutupi semua badan eva dengan jaketnya.
Revan benar benar menjaga Eva dari mantan suaminya itu. tidak sedikit pun ia membiarkan mantan suami Eva melihat wajah ataupun tubuh Eva dan tidak membiarkan mantan suaminya itu dekat dengan Eva.
selesai berbicara pada asistennya, Revan menghampiri Eva untuk mengajaknya jalan jalan di tepi pantai. Eva pun mengangguk dan menerima uluran tangan Revan untuk di genggamnya.
saat sepasang kekasih berjalan menjauh, kini tinggal teman dan asisten dari pasangan kekasih itu yang menatap mereka hingga jauh dari pandanganya.
"hah ... pasangan yang romantis.!! "seru Ana dengan tersenyum " kapan ya, aku bisa seperti itu." ucapnya.
"nunggu hidung gajah pendek, baru kamu bisa seperti mereka." sahut Rizal dan meninggalkan Ana yang mengerutkan keningnya.
"nunggu hidung gajah pendek." dengan sedikit berfikir. " hey, pria gila..!! mana ada hidung gajah pendek.!! yang ada itu hidung mu yang pendek.!!" serunya dengan wajah sebal dan berjalan ke arah pantai.
Eva senang sekali karna rasa penatnya itu seakan hilang, dengan ke indahan pantai berwarna biru dengan pasir putih yang lembut saat di pijak oleh kakinya. suara deru ombak yang tidak terlalu kencang membuat irama tersendiri di telinga Eva.
"Kamu senang.?" Ucap Revan
"Iya, sudah lama aku tidak ke pantai." jawabnya
"Apa karna masa lalu.?" tanya Revan membuat Eva berhenti dan menatapnya.
"Jika kamu bilang aku mengingat masa lalu itu memang benar." jawab Eva hingga membuat Revan melihatnya
"Tapi masa lalu yang aku ingat hanya satu. saat aku bahagia ketika ke dua orang tua ku membangun rumah pasir untuk ku. dan membuat kenangan indah di pantai untuk yang terakhir kalinya.
" dan pantai adalah tempat ku. di mana aku selalu menunggu sinar bulan di saat kegelapan untuk berbagi cerita dengannya, serta mengucapkan salam rindu pada orang tua ku." Jawab Eva untuk menerawang masa lalu kecilnya bersama orang tuanya itu.
Revan menyentuh bahu eva dan membalikkan badan Eva untuk menghadapnya.
__ADS_1
"Aku tidak akan menghapus kenangan masa lalu kamu bersama ke dua orang tua mu. tapi aku akan menghapus kenangan masa lalu pahit kamu, dengan masa depan kita yang sekarang." tegas Revan dengan senyum hangat membuat Eva juga ikut tersenyum.
"mau kah kamu melangkah bersama ku dan menemani hari hari tua ku kelak nanti, meskipun aku seorang yang tidak punya apa apa." ucap Revan.
" Kamu melamar ku." tanya Eva
" Anggap saja begitu." jawab Revan membuat Eva tertawa.
"Kita bisa mulai dari awal kan untuk mewujudkan semuanya. asalkan kelak kamu akan setia bersama aku, di saat kamu sudah mempunyai segalanya." Jawab Eva membuat Revan tersenyum dan memeluk tubuh eva serta mencium keningnya dengan lama.
"I Love U." Bisik Revan membuat pipi Eva bersemu merah
" Cincinnya mana.?" tanya eva dengan mengatupkan tangannya.
"cincinnya nunggu awal bulan yank. nanti aku beliin ya, tapi yang xuping. murah yank dapat banyak.!!" katanya.
"ih.!! beli makan mahal bisa, beli cincin malah yang imitasi." gerutu Eva. hingga membuat Revan tertawa.
saat pasangan itu sedang tertawa serta bermesraan sepasang mata selalu mengawasi mereka dengan mengepalkan tangan serta rahang yang mengeras. hingga membuat hatinya memanas dan ingin cepat memiliki wanita itu.
.
.
.
🍃🍃🍃
babang kadal gak romantis ya, masak ngelamar gak pakai apa apa.
babang kadal minta like, komen, dan votenya yang banyak.
sarangheo buat kalian. 😘😘
terima kasih sudah mendukung babang kadal.
__ADS_1