Eva My Life Line

Eva My Life Line
Debaran jantung


__ADS_3

Pertemuan kali ini ada yang berbeda, bukan menangis yang aku lihat, tapi tersenyum serta tertawa yang aku pandang, hingga mengalihkan perhatianku untuk ikut tersenyum.


.


.


.


Mengerjabkan mata seakan tidak percaya akan apa yang ia lihat sekarang. bertemu dengan pria yang ada di hadapannya sekarang membuatnya sedikit terkejut.


Pria yang ada di hadapannya sekarang bukan seperti pria yang dia dulu lihat. Dia terasa dingin serta angkuh di hadapan semua orang termasuk dirinya, tapi di hadapan anak kecil dia begitu hangat serta tersenyum kecil saat bersama dengan anak- anak panti.


Sisi lain dari Pria dingin itu membuatnya sedikit tersentuh hati akan kebaikannya pada anak panti hingga membuatnya mengerti jika Pria dingin dan akuh tidak seperti orang yang mereka bilang jika pria itu tidak mempunyai rasa peduli dan kasih sayang pada anak kecil.


Sama halnya seperti Arzan pertama kali melihat perempuan itu ia sedikit tidak percaya apa yang ia lihat saat berada di halaman panti.


hampir dua bulan Arzan tidak melihat perempuan itu dan ini di pertemukan tiga kali dengannya.


Dua kali di pertemukan dalam keadaan menangis dalam kegelapan serta hujan yang mengguyur tubuhnya, dan di pertemukan kembali dengan melihat tawa serta senyum di sore hari membuat wajah wanita itu terlihat cerah serta bahagia saat bersama anak kecil.


Entah kenapa kaki Arzan melangkah begitu saja untuk mendekat ke arah wanita itu dan bibirnya sedikit melengkung saat mendengar wanita itu tertawa bersama dengan anak panti yang juga tertawa saat bermain bersama wanita itu.


menggendong gadis kecil serta berhadapan dengan wanita di hadapannya sekarang. pandangan mereka saling bertemu sesaat sebelum akhirnya mereka tersadar dengan suara anak kecil yang meminta turun dari gendongan Arzan.


Menurun kan gadis kecil itu mengacak rambutnya dengan gemas serta di balas oleh gadis kecil itu dengan sebuah ciuman di pipi Arzan tanda sebagai sayangnya pada kakak dan berlari ke arah teman teman panti yang sedang membawa barang belanjaan dari Arzan.


Arzan tersenyum saat berjongkok melihat anak-anak panti yang saling berebut barang belanjaan untuk di bawa ke dalam rumah dan Eva pun juga tersenyum melihat gadis kecil yang mencuri cium di pipi Arzan hingga berlari ke arah teman-temannya.


"Pak Arzan!" sapa ibu panti membuat Arzan berdiri dan berbalik menatap asal suara.


"Mari masuk pak Arzan!" ujar ibu panti dan di anggukkan oleh Arzan.


"Ayo nak Eva juga masuk, kita makan malam bersama." tambahnya, untuk mengajak Eva masuk Eva pun juga mengangguk dan mengikuti ibu panti untuk masuk ke dalam rumah panti.

__ADS_1


Eva!" gumam Arzan menatap punggung wanita itu dengan sedikit senyum dan berjalan untuk mengikuti dua perempuan yang berjalan terlebih dahulu.


Sore hari anak panti begitu senang karena dua orang yang mereka kenal datang untuk berkunjung ke panti dan membawa makanan ringan serta mainan baru untuk mereka.


Arzan yang sedang menemani mereka membuka bungkusan plastik yang begitu banyak dan di tata di ruang tamu dengan duduk berlesehan untuk mereka bagi nanti malam bersama sama


Sedang Eva memilih membantu ibu panti dan dua remaja putri untuk menyiapkan makan malam di meja makan.


Warna jingga yang sudah berubah menjadi gelap dengan anak panti yang sudah terlihat segar dan rapi kini duduk di meja makan dengan tenang.


Eva dan dua remaja putri itu berbagi tugas mengambilkan makanan pada anak anak panti, Eva yang melihat Arzan duduk memangku gadis kecil yang manja di meja makan membuatnya tersenyum.


" Nak eva.?" panggil ibu panti yang melihat Eva sudah selesai mengambilkan makanan.


" Iya buk?" jawab Eva.


" Duduk lah nak, mari kita makan bersama?" pinta ibu panti untuk mengajak Eva makan bersama dengan mereka.


Bukannya dia tidak mau, tapi dia sedikit ragu karena dia akan duduk di samping Arzan dan mereka belum saling menyapa saat bertemu. Hingga akhirnya Eva mengangguk kecil karena melihat anak panti yang sedang menunggunya dan berharap untuk ikut makan malam bersama.


" Mba eva?" sapa gadis kecil.


" Iya sayang." jawab Eva dengan menatap gadis kecil yang masih setia di pangkuan Arzan.


" Icha mau di suapin mba Eva!" pinta icha dengan wajah memelas.


"Ayo duduk sini, nanti mbak suapin.?" ucap Eva dan di gelengkan kepala oleh Icha.


"katanya mau di suapin!"


"Icha mau duduk di pangguan kak Arzan dan mau di suapin sama mba Icha." jawab lirih Icha dengan menunduk takut


Sedikit terkejut mendengar permintaan gadis kecil yang terlihat takut saat mengucapkannya. Mungkin karna rasa kemanusiaan dan mengingatkan dia yang di tinggal orang tuanya membuat Eva menganguk dan mengiyakan permintaan Icha meskupin dirinya tidak tau apa reaksi Pria yang memangku Icha itu.

__ADS_1


Menyuapi Icha dengan tangan yang mengulur tepat di hadapan Arzan, membuat Arzan menatap tangan yang menyuapi Icha dan beralih menatap Eva.


" Maaf Tuan!" ucap lirih Eva pada Arzan agar tidak terdengar ibu panti.


" Iya." jawab singkat Arzan.


Entah perasaan apa yang ada di hati Arzan saat Eva begitu talaten menyuapi gadis kecil yang ia pangku. Tapi perasaan itu sedikit berdebar kala melihat wajah Eva yang semakin dekat dengannya.


Selesai dengan makan malam, kini mereka berkumpul di ruang tamu yang sudah banyak dengan makanan ringan serta mainan dari Eva dan Arzan.


Sama seperti di ruang makan Eva dan Arzan duduk bersebelahan karena permintaan gadis kecil yang manja dengan dua orang tersebut.


Lagi dan lagi Eva tidak bisa membantah, ia menuruti permintaan Icha. Mungkin Eva paham akan permintaan gadis kecil itu, dia hanya ingin merasakan sebuah keluarga. Keluarga yang utuh di mana ada dia, ayah dan ibu, mungkin itu yang icha rasakan saat ini bersama Eva dan Arzan.


Arzan sama halnya dengan Eva ia tidak bisa menolak dan tidak bisa membantah, ia juga sama taunya bagaimana rasanya di telantarkan oleh ke dua orang tuanya dan hanya di asuh oleh almarhum kakek serta pelayan paruhbaya yang setia dengannya sampai saat ini.


"Icha mengantuk?" tanya Eva dan di anggukkan oleh Icha


" Sini mba pangku?" ucapnya dan mengambil Icha dari pangkuan Arzan.


Jantung Arzan sedikit berdebar kala tangan Eva yang tidak sengaja menyentuh dadanya saat mengambil Icha yang berada di sandaran dada Arzan.


Perasaan yang tidak pernah Arzan rasakan saat ia di sentuh oleh wanita yang berusaha mendekatinya.


Melihat Eva yang sedang menidurkan icha dengan mengusap punggung Icha serta mendekapnya dengan lembut membuat Arzan mengerti jika dia wanita yang suka dengan anak kecil.


.


.


.


.🐨🐨🐨

__ADS_1


yuk Vote, like, komen jika kalian suka dengan kakang Arzan.


__ADS_2