Eva My Life Line

Eva My Life Line
wanita kancil


__ADS_3

Apa tidak ada sedikit pun kau punya rasa untuk ku. Jika tidak ada aku akan menyerah dan tidak akan berharap lagi.


.


.


.


.


Bagitu menyiksa cinta dalam diam dan tidak berani untuk mengungkapkannya, walaupun dia begitu dekat dengan kita.


Sudah lama rasanya Dia menyimpan cintanya untuk pria yang tidak begitu peka dengannya atau dia yang tau tapi tidak pernah untuk menanggapinya.


Entah lah sejak kapan Ana mencintai Dani, hanya berawal dari kagum tapi lama kelamaan dia menyukainya. Menyukai sifat Dani pada adiknya yang begitu perhatian dan sayang pada Eva.


Awalnya hanya berteman biasa lama lama mereka semakin dekat dengan bertukar nomer telpon dan mulai menjalin pertemanan yang spesial, hanya spesial bukan berarti berhubungan yang lebih bukan.!


Tersenyum miris saat melihat Dani yang begitu cuek dan tidak peduli akan siapa yang bersamanya saat berjalan dengan pria yang ternyata adalah asisten Arzan.


Dan begitu perih ketika Dani hanya melihat ponsel dan tidak memperdulikan orang tuanya jika Ana cocok dengan Asisten Arzan.


Apa tidak ada sedikit pun rasa di hatinya, apa dia benar-benar hanya menganggapnya sebagai teman atau adiknya saja.


Menghembuskan nafas berat dengan mencoba tersenyum paksa ketika orang tua Dani mencoba menjodohkan dia dengan Asisten Arzan.


" An.?" Ucap Eva dan membuat Ana menatapnya.


" Kau membawa apa yang aku pesan kan.?" tanya Eva untuk mengurangi rasa canggung sahabatnya, kerena Eva tau jika Ana merasa sedikit sedih akibat ketidak pekaan kakaknya.


" Ah iya, aku sampai lupa." ujar Ana mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum." sebentar aku ambilkan dulu, soalnya ketinggalan di jok motor." ujarnya lagi dan berdiri membungkuk sedikit memberi sopan untuk pergi dari hadapan orang tua Dani.


Berjalan keluar ruang keluarga untuk menuju halaman yang memarkirkan motornya di sana, mengobrak abrik tasnya serta menggeledah saku celana untuk mencari kunci motor tapi tidak menemukannya.


" Kemana kunci motor ku.!" ucapnya dengan lirih dan mencoba lagi mencarinya di tas.


" Cari apa.?" tanya seorang pria yang berada di belakangnya.


berbalik ke belakang dan sedikit terkejut mendapati pria yang dia peras pagi tadi saat berada di toko kue saat meminta bantuannya.


" Cari kontak motor.?" ujarnya.


" Untuk Apa.?" tanyanya lagi.

__ADS_1


" Pesanan Eva berada di jok motor." jawabnya " Kau melihat kontak motor ku." tanya Ana.


" Minggir.!" perintah Mario membuat Ana mengerutkan kening dan bergeser untuk memberi jalan pada Mario.


Merogoh saku celana, mengambil kunci motor Ana dan membukakan jok motor untuk Ana mengambilkan pesanan Istri Arzan.


"Eh? kok ada di kamu kunci motor ku.!" pekik Ana dengan sedikit terkejut.


"Cepetan ambil." perintah Mario dengan suara tak bersahabat.


Mengambil pesanan Eva dengan bibir yang mengerucut karena perintah Mario yang dingin. Menutup jok motor dengan keras membuat Ana tersentak kecil, mengerjabkan mata dan menatap Mario dengan mengerutkan kening.


" Cepetan kasih ke Kak Eva." ucap Mario.


" Kunci motor mana.?" pinta Ana dengan mengatungkan satu tangan.


" Aku udah kasih uang kan dua juta dan satu hari ini motor mu buat aku pakai." jawab Mario datar.


" Eh.! enggak bisa ya enak saja." tolak cepat Ana.


" Kalau gitu kembalikan uang ku." pinta Mario.


" Kau yang kasih aku uang, sekarang mau di ambil lagi.!" serunya dengan berkacak pinggang " kau mau aku sumpahin bisulan.!" ujarnya lagi dengan melototkan mata.


" Enggak peduli, sumpah mu enggak mempan." jawab Mario dan mulai duduk atas motor, menyalakan motor dan akan menjalankannya tapi terhadang oleh tubuh Ana.


" Minggir atau aku tabrak."


" Enggak mau.!!" tolak Ana dan masih tetap menghadang motornya.


Beberapa penjaga yang sedari tadi melihat keributan antara Asisten Arzan dengan seorang wanita segera berlari dan menghampiri mereka.


" Pegangin dia." perintah Mario pada dua penjaga yang sudah ada di hadapannya, mengangguk dengan perintah Mario dan dua penjaga memegang lengan Ana serta meminggirkan tubuhnya yang menghadang Mario.


" Eh, eh, eh pak? dia yang mengambil motor ku." pekik Ana dengan memberontak.


" Cowok gilaa.!! " teriak Ana yang melihat kepergian Mario dengan membawa Motornya.


" Lepasin." Bentak Ana pada dua penjaga dan langsung melepaskan tangannya dari lengan Ana.


Tidak terima akan perlakuan dua penjaga rumah Eva, Ana membalasnya dengan memukul perut penjaga hingga mengaduh kesakitan dan menendang harta berharga dari salah satu penjaga yang menatapnya.


Dua penjaga yang kesakitan akibat pukulan Ana. Mengambil tas serta pesanan Eva yang berserakan di halaman.

__ADS_1


Berjalan masuk ke dalam rumah Eva dengan wajah yang dongkol serta marah akan apa yang di lakukan oleh Asisten suami Eva.


Sumpah aku akan memukul mu jika bertemu lagi.!" gumam Ana dalam hati.


" Kenapa lama sekali?" tanya Eva, dengan melihat wajah Ana yang berubah marah.


" Asisten suami kamu tu lho Va, mengambil motor ku dan membawanya pergi.!" ucapnya dengan menahan marah, membuat semua orang menatapnya termasuk Dani.


" Kok bisa.?" tanya Eva lagi dan menatap suaminya yang berada di sampingnya.


"Ay?" sapa Eva.


" Dia tidak akan mengambil milik orang, jika orang itu tidak memulainya terlebih dulu." jawab Arzan dengan santai, membela Mario yang sudah lima taun dia bersamanya dan cukup kenal akan sifat Asistennya.


" Dia yang memulainya dulu Va.! dia meminta kepada ku untuk mengantarnya ke sini dengan imbalan uang dua juta, ya sudah aku mau dan aku minta uangnya lebih dulu." jawabnya.


" Terus.?" tanya Eva lagi dengan menyelidik.


" Ya aku suruh dia yang menyetir lah dan membelikan bensin motor ku juga." ucap Ana tanpa sadar, membuat Eva melototkan mata menatap sahabatnya yang memeras dan mengerjai Asisten suaminya tanpa rasa salah.


Merasa sadar akan apa yang baru saja dia katakan saat semua orang menatapnya dengan mata yang membulat. Ana pun hanya menyengir kuda dan menggaruk kepala yang tidak gatal.


" Ana.!!" seru Eva " Kamu itu kenapa enggak berubah-berubah sih jadi wanita. Selalu saja mengerjai seorang pria yang mau dekat dengan mu." geramnya Eva dengan menggelengkan kepala.


" Waahh.!! Nak Ana hebat." seru Budhe dengan tersenyum dan memberikan dua jempolnya karena perlakuan teman Eva yang begitu memahami realitis kehidupan.


Ibarat seperti pribahasa, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Yang artinya, sekali melakukan sesuatu pekerjaan kita akan mendapatkan beberapa hasil atau keuntungan sekaligus.


Cerdik sekali bukan wanita seperti Ana, yang memanfaatkan Mario dengan keuntungan yang lebih.


Sudah mendapatkan uang dua juta, menyuruhnya menyetir dan memintanya untuk membelikan bensin dan tidak repot-repot mencari alamat rumah sahabatnya karena yang dituju ternyata sama. Bukan kah itu keuntungan yang banyak.!


Tapi bukan Mario namanya jika tidak bisa membalas perlakuan Ana yang ternyata memanfaatkannya. Dan beginilah akibatnya sekarang jika motornya di bawa oleh Mario untuk ke kantor padahal dia bisa saja memakai mobil Arzan, tapi dia tidak mau karena sudah terlanjur dendam dengan wanita kancil.


.


.


.


.


🐨🐨🐨

__ADS_1


Cerdik apa licik sih.! si Ana ini.😅😅


Yuk sayang ramaikan IG @Cuuziie


__ADS_2