
aku tau semesta akan mendukung ku.
jadi aku akan berjuang, meski pun aku harus meninggalkan segalanya.
.
.
.
Diamnya Revan yang berada di dalam mobil membuatnya semakin gugup dan takut akan kenyataan yang harus ia hadapi nantinya saat berada di hadapan Eva.
entah Eva akan marah atau dia akan senang saat mengetahui kekasihnya itu berbohong kepadanya.
tapi Revan berharap jika Eva akan mengerti kenapa dia berbohong kepadanya. bukan maksud dia untuk mempermainkan eva, tapi dia ingin Eva menerima apa adanya tentang hidup dia yang sederhana ini.
termenung dengan menghadap luar jendela hingga tak menyadari jika mobil yang di tumpanginya itu sudah sampai di depan gedung dengan pilar yang tinggi serta karpet merah untuk injakan kaki pengusaha.
"Pak kita sudah sampai." ucap Rizal yang berada di luar mobil dengan membukakan pintu mobil belakang.
Revan yang tersadar dengan ucapan Rizal itu segera keluar mobil dengan wajah yang dingin tanpa memperdulikan tatapan orang sekitar yang melihatnya.
Memasuki gedung dengan asistennya yang berada di belakang serta dua pengawal suruhan papa Gio untuk melindungi putra pewaris tunggal.
saat berada di dalam gedung, semua mata karyawan serta rekan kerja papa Gio melihat ke arah Revan yang berjalan menghampiri ke dua orang tuanya itu.
diam diam sepasang mata yang berada di ujung ruangan menatapnya dengan tidak percaya siapa yang berada di samping pemilik pabrik tersebut.
banyak karyawan yang sedang berbisik, saling bertanya tentang siapa sebenarnya Revan tersebut.
saat acara di mulai semua para undangan terdiam, duduk dengan mendengarkan mc yang sedang memberi sambutan dan menyapa pemilik perusahaan untuk maju ke atas panggung.
__ADS_1
Tuan Gio serta Nyonya Vani berdiri dan berjalan untuk menaiki panggung tersebut dengan bergandengan tangan.
Tuan Gio yang masih terlihat rupawan dan gagah serta Nyonya Vani yang terlihat awet muda dan langsing itu banyak menuai pujian dari kalangan rekan kerja serta karyawannya.
"selamat malam, dan saya ucapkan terima kasih untuk semua para tamu undangan yang hadir di pesta yang kami adakan ini." ucap Tuan Gio.
"Dan terima kasih juga untuk karyawan saya yang sudah bekerja keras di perusahaan saya, tanpa kalian mungkin perusahaan kami tidak akan sepesat ini sekarang." imbuhnya. dan mendapatkan tepukan tangan dari semua karyawannya sebagai rasa sanjungnya.
"saya sebagai pemilik perusahaan akan mengenalkan kepada kalian putra tunggal kami untuk penerus perusahaan yang akan menggantikan saya sebagai direktur utama. Revan Giovano." ujarnya pada semua para undangan, Revan pun berdiri dan berjalan ke arah panggung untuk menghampiri ke dua orangtuanya itu.
Revan yang berada di samping mamanya itu dengan sedikit tersenyum dan matanya mencari sosok yang sedari tadi menggangu pikirannya.
semua orang yang berada di ruangan itu terkejut bukan main karna pasalnya mereka mengira bahwa Revan hanyalah karyawan biasa di kantor. dia tidak pernah menunjukkan sikapnya sebagai pemilik perusahaan dia orang yang ramah dan selalu tersenyum saat orang menyapanya. yang terlebih terkejut lagi adalah wanita yang sedari tadi duduk di sudut ruangan tanpa mengalihkan pandangannya.
"saya tau jika ini mengejutkan buat kalian, karna kalian pasti mengira jika putra saya hanyalah seorang bawahan. tapi karna saya sudah mulai tua jadi saya akan serahkan perusahaan saya kepada anak saya dan saya ingin hidup bersenang senang menikmati hari tua saya dengan istri saya serta menunggu calon cucu." ucapnya dengan sedikit tertawa untuk mencairkan suasana. semua yang berada di ruangan itu pun mulai sedikit mencair dan tersenyum.
Revan yang mendengar perkataan papanya soal menyinggung cucu membuatnya mengerutkan keningnya. apa papanya sudah tau akan dia yang sudah mempunyai kekasih itu.
Bella mulai berjalan ke panggung dengan anggun dan tersenyum lebar, serta berdiri di samping Revan saat berada di atas panggung.
wanita yang berada di ujung ruangan itu terkejut, wajah yang menegang, mata yang mulai memerah menahan nangis saat mendengar orang tua kekasihnya memperkenalkan calon menantu yang bukan dirinya tersebut.
bukan hanya dia saja, tapi kekasihnya itu pun juga terkejut karna ucapan papanya saat memperkenalkan wanita lain sebagai calon menantu yang bukan dia cinta.
Eva, ya wanita yang duduk memojok sendirian itu adalah Eva. dia memilih duduk di sudut ruangan karena Ana tidak ikut ke acara tersebut. dia berharap kekasihnya itu akan datang dan akan duduk bersamanya di sini yang dimana sekarang di dudukinya itu.
sejak semalam dia tidak mendapatkan kabar tentang kekasihnya hingga pagi pun Eva mencoba mengirim pesan pada Revan serta menelponnya akan tetapi nomernya tidak aktif. saat itu bukan merasa kecewa hanya saja khawatir karena tidak mendapat kabar dari kekasihnya.
tapi saat ini di acara pesta apa yang dia lihat apa yang dia dengar di hadapannya sekarang membuatnya kecewa membuat hatinya hancur berkeping keping seperti dulu dia di hianati oleh mantan suaminya itu.
merasa sesak berada di ruangan itu, Eva memutuskan untuk pergi dan berjalan tanpa melihat ke belakang.
__ADS_1
Revan yang melihat wanita yang sedari tadi di carinya itu segera pergi untuk menghampirinya. akan tetapi tangan mamanya memegang lengan Revan untuk tidak turun dari panggung, hingga akhirnya Revan hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan mamanya.
mama Revan menyuruh asistenya untuk mengambilkan nampan yang sudah di hias dengan kain merah muda serta dua kotak kecil berudu merah untuk membawakannya ke atas panggung.
Revan memicingkan mata saat melihat dua kotak kecil berisi cincin itu, dan yang paling parah cincin wanita itu adalah cincin yang dia pilih tadi pagi bersama mamanya.
kini Revan baru mengerti sekarang, kenapa mamanya ingin sekali dia memilih cincin perempuan
mama Revan menyuruh anaknya itu untuk mengambil kotak yang sudah berisi cincin yang tadi pagi di pilih olehnya. untuk segera memasangkannya di tangan wanita cantik di hadapannya sekarang.
bukanya mengambil Revan hanya diam saja, dan menatap ke dua orang tuanya dengan tatapan dingin. seakan dia marah karna tidak di beritahu terlebih dahulu soal perjodohan ini padanya.
seakan mengerti akan tatapan anaknya itu Nyonya vani akhirnya mengambilkan kotak cincin itu pada Revan dan menaruhnya di tangan anaknya untuk segera memasangkan cincin tersebut di jari manis bella.
menimang nimang keputusan apa yang harus Revan ambil sekarang saat situasi yang sudah menyudutkannya.
.
.
.
.
🌲🌲🌲
hayoooo penasaran kan.!!
maaf ya bila besok tidak update. karna besok adalah jadwal untuk berjumpa adik di pondok. 😊😊
salam manis dari babang tampan.😘
__ADS_1