
Aku seperti orang gila, saat mengingat kembali bagaimana dia mencium ku dan aku hanya diam saja tanpa menolak.
.
.
.
.
" Kamu sudah menemui Anna.?" ucap Eva yang begitu antusias saat bertanya pada Mario yang sedang berada di ruang kerja dengan suaminya.
" Sudah kak." jawab Mario dengan membereskan laporan yang ada di meja sofa.
" Dia bagaimana kabarnya, dan kamu bilang enggak kalau aku kangen banget sama dia." kata Eva membuat Mario memberhentikan tangannya saat Eva sedang bertanya.
Karena terlalu asyik dengan menggoda Anna, Mario melupakan sesuatu yang sedang Eva titip kan pesannya pada sahabatnya itu. Jika ia berkata jujur pasti ibu hamil ini akan marah dan menghukumnya, tapi jika berbohong suaminya pun pasti tau dan juga akan menghukumnya nanti.
Diamnya Mario membuat Arzan mengerti kalau dia tidak menyampaikan pesan Eva pada Anna dan dia pun bingung harus berkata apa.
Berdehem untuk menyadarkan Mario yang mulai kebingungan untuk berbicara. Menatap Arzan untuk meminta bantuan agar dirinya tidak di marahi oleh ibu hamil yang sedang menatapnya.
Mengangkat bahu dengan kepala yang menggeleng seperti tidak ingin membantunya. Hingga membuat Mario menghembuskan nafas berat serta wajah yang mulai memelas.
" Jangan bilang kalau kamu lupa.!" seru Eva dengan menatap tajam pada Mario, dan Mario pun mengangguk serta menyengir kuda.
" Mario.!!!" pekik Eva. " Ay..!! hemm.!!" rengek Eva dengan wajah yang cemberut pada suaminya yang berada di belakangnya.
" Jangan nangis kak, besok aku akan ke kantor Anna dan akan menyampaikan pesan kak Eva pada Anna." bujuk Mario yang mulai ketakutan saat Arzan menatapnya karena Eva mulai merengek nangis dan pastinya akan sulit untuk di tenangkan saat mood ibu hamil berubah-ubah.
" Beneran, enggak bohong." kata Eva, di anggukkan cepat oleh Mario serta tangan yang berbentuk v " Oke kalau gitu sekarang tolong carikan aku mangga muda.!"
" Eh, malam-malam gini mau cari di mana kak." ucap Mario, Eva hanya mengangkat bahu dan acuh tidak peduli dan Mario harus mendapatkan keinginannya.
Aku yang enggak hamilin, kenapa aku terus yang di suruh.!" gumam Mario, dan mulai tersenyum saat mempunyai ide untuk lolos dari Eva agar ia tidak di suruh untuk mencarikan sesuatu yang berbau kata-kata ngidam.
" Ini sudah malam lho kak.! apa kak Eva enggak kasihan sama Maria yang ada di rumah sedang menunggu ku.?" kata Mario dengan wajah yang melas berharap agar Eva mengasihinya
Arzan Mengerutkan keningnya saat Mario membawa nama adiknya untuk bisa lolos dari Eva yang sedang mengidam dan menginginkan sesuatu. Merasa curiga dan merasa was-was kala ia harus menjadi korban saat istrinya akan menginginkan sesuatu untuknya.
__ADS_1
" Oh iya kenapa aku bisa tidak kepikiran tentang Maria." ucapnya dengan rasa salah " Cepat pulang sana kasian Maria pasti nungguin kamu." perintah Eva, tersenyum dan langsung mengangguk cepat serta tidak menyianyiakan kesempatan untuk bisa kabur dari ibu hamil.
Arzan menatap Mario dengan tajam sedangkan yang di tatap mengulum bibirnya untuk tidak tersenyum karena dia tau jika Arzan nanti yang akan di suruh oleh istrinya.
Berani berbuat, berani menghamili tapi enggak mau susah saat istrinya mengidam di waktu tengah malam. Pikir Mario.!"
Keluar ruangan dengan cepat dan bergegas pulang sebelum ibu hamil berubah pikiran.
Mulai bersiaga dengan kata was-was saat Mario sudah tidak ada di ruangan itu. Dan kini mulai menatap istrinya yang sedang tersenyum menatapnya.
" Ay.?" sapa Eva
" Iya ay.?" jawab Arzan dengan tersenyum.
" Cariin mangga ya.!!" pinta Eva dengan tersenyum.
" Heem." jawab Arzan dengan mengangguk pasrah saat sang istri memintanya.
Eva berjalan keluar dari ruangan Arzan dan membuka pintu kembali dengan menyembulkan kepala.
" Kalau tidak dapat mangga tidur saja di luar.!" ancam Eva dan menutup pintu ruangan kembali.
****
"Anna, Apa kamu sudah bertemu Tuan Arzan di kantor.?" tanya Tuan Varman pada cucunya yang sedang menikmati makan malam.
" Tidak, Hanya bertemu Asistennya saja.?" jawab Anna. " Kakek tau dari mana." tanya Ana, yang merasa heran karena dirinya belum bilang sama sekali.
" Tadi Asistennya menghubungi pak Aris katanya ingin bertemu dengan CEO baru." jawab Tuan Varman. " Kakek ingin sekali mengenalkan mu dengannya siapa tau kalian cocok." ujarnya lagi hingga membuat Anna membulatkan mata
" Jangan aneh-aneh dech kek.!! Dia sudah mempunyai istri dan istrinya adalah sahabat ku." kata Anna dengan sinis dan sukses membuat Tuan Varman menatapnya dengan mengerutkan keningnya.
" Kamu sudah pernah bertemu dengan Tuan Arzan.?" tanya pria tua itu.
" Kan aku sudah bilang, Tuan Arzan suaminya sahabat ku.!" jawab Anna lagi.
" Kamu jangan bercanda, setau kakek dia belum menikah."
" Anna tidak bercanda kek, dia sudah menikah nama istrinya Eva dan Eva sedang mengandung sekarang."
__ADS_1
ucap Anna " kalau tidak percaya tanya saja tu sama Asistennya. Anna sudah selasai, selamat malam kek." ujarnya lagi dan meninggalkan meja saat Anna sudah selesai makan malam.
Apa benar yang di bilang Anna itu, jika Arzan sudah menikah.!" gumam Tuan Varman dengan menatap cucunya yang sudah pergi menjauh darinya.
Duduk di depan meja kerjanya dengan mulai memeriksa berkas yang besok akan ia bawa ke kantor hingga selesai. Merebahkan tubuhnya di ranjang dan akan mematikan lampu tapi terurungkan saat ia Mendengar suara notif pesan di ponselnya yang berbunyi hingga membuat Anna kembali duduk dan mengambil ponselnya yang ada di laci.
Mengerutkan kening saat mendapati nomer yang tidak ia kenal dan mencoba membukanya dan mendapati sebuah foto dari pria siang tadi yang datang di kantornya.
"Jika kangen dengan ku pandang saja foto ku, selamat bobok, semoga mimpi indah. Ummuachh.!! " pesan dari Mario.
Dasar pria gila.!" umpat Anna dan menaruh kembali ponselnya di atas laci, serta merebahkan kembali tubuhnya.
Tidak bisa tidur seperti pertama kali Anna di cium oleh Mario dan mencoba mengambil ponselnya.
" Akan aku pajang foto kamu buat mengusir tikus di gudang.!" balas Anna dan mengirimkannya pada Mario.
Begitu cepat sekali Mario membalasnya, saat Anna akan menaruh kembali ponselnya.
" Bilang saja jika mau di pajang di kamar kamu.! aku iklas kok.!!" jawab Mario, membuat Anna mengerucutkan bibirnya sebelum ia kemudian menggigit bibirnya untuk menahan senyum.
" Idihh.!! ogah aku memajang foto mu di kamar ku, membuat kamar ku suram saja." balas Anna
" Enggak akan suram kok cil, jika masa depan kamu bersama ku nanti.? 😍" jawab Mario dengan menggombal hingga membuat Anna tersenyum dengan sendirinya dan tidak tau harus menjawab pesan apa lagi.
" Cepat tidur, besok harus bangun pagi untuk bekerja kembali." pesan Mario pada Anna.
" Iya, selamat malam." pesan Anna membuat di sebrang sana tersenyum dan senang saat Anna mengirim pesan selamat malam untuknya.
.
.
.
.🐨🐨🐨
Maaf ya terlambat.🙏🙏
__ADS_1