
Kabar ini lah yang selalu aku tunggu dan akan menyempurnakan rumah tangga kita.
Kehamilan kamu adalah berkah dan pintu rizeki dari Tuhan, kepada ku.
.
.
.
Berkali kali Arzan mengucap syukur berterima kasih pada Tuhan saat dia mendapatkan hadiah yang begitu indah selama hidupnya.
tidak pernah terpikir dalam hidupnya jika ia akan mendapat hal yang begitu sempurna hadiah yang di berikan istrinya.
Sebuah tespack di pagi hari yang menunjukkan garis dua dan dia sedikit bingung apa arti di garis taspack itu, karena dia tidak pernah melihat dan memegang barang seperti yang sekarang Arzan pegang.
Menjawab dengan suara lembut dan tersenyum serta mengangguk saat suaminya menanyakannya beberapa kali tentang semua ini, hingga Arzan mengepalkan ke dua tangannya seperti mengisyaratkan kesenangan saat mencetak gol.
Kehamilan Eva sungguh membuatnya begitu bahagia bagi dirinya dan bagi penghuni seisi rumahnya.
Ini lah yang di nanti sepasang suami istri jika sudah berumah tangga pastilah mereka menginginkan buah hati yang akan melengkapi kehidupannya nanti sampai tua.
Meskipun kita mempunyai banyak harta, jika kita tidak mempunyai keturunan pasti kita kan merasakan kesepian dan sedih.
Tapi bagaimana pun Tuhan pasti akan memberi kebahagian pada kita walaupun nanti dengan cara yang berbeda, asal kita tetap sabar dan yakin serta saling memperkuat satu sama lain.
Arzan begitu senangnya, hingga dia memeluk tubuh istrinya dengan Erat dan mencium seluruh wajah Eva hingga pemilik wajah merasa geli dan tertawa.
" Kita ke rumah sakit, aku ingin melihat dia." ucap Arzan dengan menempelkan tangannya di perut Eva dan mengusapnya dengan lembut.
" Kamu tidak kerja?." tanya Eva.
" Tidak, biar asisten ku yang mengurusnya." jawab Arzan dan masih mengusap-usap perut Eva.
" Terima kasih." ucap Arzan dengan tulus.
" Terima kasih?" dengan mengerutkan kening.
" Terima kasih sudah mau mengandung anak aku." jawab Arzan.
__ADS_1
" Anak kita?" saut cepat Eva " Kita akan membesarkannya bersama dan memberinya kasih sayang." kata Eva dengan mengusap lembut pipi Arzan hingga membuat Arzan tersenyum dan mata yang mulai berkaca.
" Terima kasih, sayang." ujar arzan mencium telapak tangan Eva yang masih menyentuh pipinya dan beralih memeluk tubuh istrinya memberikan kecupan manis di kepalanya, merasakan kebahagian yang teramat dalam dan ia akan menjadi seorang Ayah.
****
" Apa kalian lihat biji jagung ini." ucap dokter perempuan paruh baya yang sedang menerangkan sesuatu di monitor.
" Itu apa.?" tanya Arzan karena penasaran.
" Ini adalah anak kalian dan ini sudah memasuki enam minggu." jawabnya lagi hingga membuat Eva serta Arzan menatap arah monitor dengan rasa syukur yang amat dalam.
Sungguh ajaib mukjizat Tuhan sudah menitipkan malaikat kecil dalam rahim istrinya dan menyempurnakan rumah tangganya.
detelah selesai usg suster membersihkan gel di perut Eva dan menyuruhnya untuk duduk di kursi depan dokter meja.
" Pagi ini istri ku mual apa dia baiik-baik saja." tanya Arzan saat mengingat pagi hari istrinya yang mual dan muntah.
" Itu normal Tuan, karena sebagian besar ibu hamil akan mengalamai morning sickness biasanya akan muncul pada bulan ke dua dan akan hilang setelah usia dua belas minggu." jawabnya.
" Saya kasih resep obat pereda mual dan vitamin untuk Nyonya harap di habis kan dan setiap bulan sekali harap berkontrol." jelasnya dengan senyum.
Sedangkan yang di tatap mengerutkan kening merasa seperti terintimidasi dengan tatapan dokter perempuan paruh baya hingga dia hanya menganggukkan kepala tanpa expresi.
keluar dari ruangan dokter setelah mereka telah selesai konsultasi serta menerima obat dari dokter.
Bergandengan tangan dengan mesra saat mereka jalan bersama untuk keluqr dari rumah sakit.
Sempat melirik sekilas melihat wanita hamil dengan perut yang sudah membuncit, Eva sudah membayangkan perutnya yang akan membesar dan pasti akan senang saat perutnya akan di tendang oleh bayinya nanti.
"Aku jadi enggak sabar merasakan perut ku di tendang sama dia." ucap Eva dengan mengusap perutnya saat berada di dalam mobil bersama Arzan.
Menatap ke arah istrinya dengan tersenyum hangat dan juga ikut mengusap perut istrinya serta memberikan cekupan di perut Eva.
" Aku juga tidak sabar untuk dia hadir di dunia ini." jawab Arzan. " Jangan nakal jangan menyusahkan istri ku ya." ujarnya lagi hingga membuat Eva tertawa.
Memukul kecil punggung suaminya yang masih mencium perutnya dan tertawa saat suaminya menasehati jabang bayi di dalam perutnya.
" Dia tidak akan merepotkan ku, justru dia yang akan merepotkan mu." jawab Eva membuat Arzan kembali duduk dengan sempurna dan menatap istrinya.
__ADS_1
" Merepotkan ku.?" tanya Arzan dan di anggukkan oleh Eva.
" Hmm, bersiap siap lah untuk siaga sepanjang malam." dengan tersenyum penuh arti. " Karna anak kita pasti akan meminta sesuatu dan kamu harus menurutinya meskipun itu di tengah malam hari." ujarnya lagi.
" Tidak papa asal jangan menyuruh ku untuk tidur di luar." jawab Arzan membuat Eva tertawa merasa senang dengan jawaban suaminya.
" Hey, yang ada di dalam perut istri ku, Kamu mau makan apa? Hhmm, aku akan menuruti kamu hari ini." ucap Arzan dengan tersenyum.
Sempat berfikir serta tersenyum senang saat dia membayangkan makanan yang sudah lama Eva tidak makan.
" Aku mau nasi pecel." ujar Eva.
" Eh? siang-siang mana ada nasi pecel." jawab Arzan.
" Enggak tau, cari saja di petunjuk arah." kata Eva acuh,
Dan ini yang akan di mulai dengan kata ngidam hingga membuat sang suami harus extra sabar menghadapi keinginan istrinya dan harus extra mengalah ketika istrinya sedang bermode marah.
Mencoba mencari di gogle map berhadap ada petunjuk di dalam sana saat istrinya meminta makanan yang seharusnya ada di pagi hari tapi memintanya di siang hari. Dan beruntung masih ada tempat makan yang menyediakan permintaan istrinya.
Menjalankan mobil dengan kecepatan rata rata saat ia sudah tau di mana arah jalannya dan ini pertama kali Eva meminta sesuatu padanya meskipun di bilang kata ngidam ia tetap senang dan tidak akan mengeluh apa yang di ingin kan istrinya nanti.
Yang terpenting Eva tidak mengusirnya untuk tidur di luar karena itu sangat menyakitkan harus tidur tanpa sang istri, karena alasan jika dirinya bau badan dan membuat Eva mual serta muntah.
Dan masih bersyukur jika istrinya masih mau tidur satu ruangan dengannya walaupun tidak satu ranjang.
.
.
.
.🐨🐨🐨
Udah aku doble up nich.
Yuk vote gaes.😇😇
Mau aku kasih IG ku enggak.😅😅
__ADS_1