Eva My Life Line

Eva My Life Line
Identitas yang sesungguhnya


__ADS_3

Menjalani kehidupan ku yang sesungguhnya dengan kembali ke dalam keluarga ku satu-satunya.


.


.


.


.


Wanita yang begitu cantik di pagi hari saat turun dari mobil bersama pemilik perusahaan, dengan di sambut hangat oleh bagian staff karyawan di lobby kantor.


Balutan floral blouse dengan paduan rok pensil hitam, serta hig heels hitam untuk menutupi mata kakinya membuat dirinya tampil stylis, lebih segar dan santai meskipun berada di kantor.


Berjalan ke arah aula kantor dengan mengumpulkan semua karyawan dan beberapa awak media untuk memberitahukan sesuatu yang akan di umumkan olehnya yang tidak pernah di ketahui oleh semua karyawan maupun seluruh dunia yang orang belum tau tentang itu.


Berjalan ke atas panggung pria tua itu yang masih gagah dan berwibawa.


Mengumumkan pada seluruh karyawan maupun awak media saat berada di hadapannya sekarang, jika pria tua itu akan pensiun dari pekerjaannya sebagai CEO di kantornya hingga membuat semua karyawannya merasa terkejut dan saling berbisik karena mereka belum tau siapa pengganti CEO baru.


Menyuruh seorang wanita cantik untuk menaiki panggung, hingga semua karyawan dan awak media fokus terhadap wanita muda yang parasnya begitu cantik dan manis saat tersenyum dengan menyapanya.


Memperkenalkan, cucu tunggal dari keluarga Chandavarman pada seluruh dunia, hingga semua orang yang berada di aula begitu terkejut serta tidak percaya akan apa yang mereka lihat sekarang.


Menyembunyikan identitas cucu tunggalnya pada semua orang karena pria tua itu takut jika cucunya akan di ambil oleh suami putrinya dan memanfaatkannya hanya untuk mengambil hartanya saja dan menelantarkan cucunya setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.


Menjawab pertanyaan awak media dengan tenang, sabar, serta tersenyum.


" Ya. Dia adalah Annatasya Davira Chandavarman, anak dari almarhum putri saya yang sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu akibat depresi." ujarnya dengan lantang.


" Kenapa anda menyembunyikannya Tuan Varman.?" tanya salah satu awak media.


" Waktu itu dia masih kecil dan saya harus melindungi cucu pewaris tunggal saya dari para musuh anak saya yang sedang mengincar cucu saya." jawabnya lagi.


" Saya rasa cukup sampai di sini dan terima kasih atas partisipasinya." ujarnya lagi dengan menganggukkan kepala dan tersenyum serta berjalan turun dari panggung dengan cucu yang berada di sampingnya serta beberapa pengawal yang melindungi Tuannya dari awak media yang ingin mengejarnya.

__ADS_1


Berjalan ke arah lift khusus untuk CEO, memencet tombol dua puluh untuk naik ke ruangannya.


" Pria tua yang hebat.!" seru Ana dengan tersenyum dan mengacungkan jempolnya.


" Chandavarman.!!" jawab kakeknya dengan alay, membuat Ana tertawa dan tiga pria yang ada di depannya menahan tawa merasa geli akan tingkah bos yang sedang bersama cucunya.


" Idih.!! Cucok meong." ucap Anna dengan masih tertawa, membuat kakeknya pun juga ikut tertawa dan mengusap lembut rambut cucunya.


Kini Tuan Varman merasa lega sudah mengumumkan cucunya pada semua orang dan tidak ada beban lagi untuk di tutup-tutupinya dari siapa pun.


Memasuki ruang kebanggaan, kebesarannya yang selama ini sudah susah payah menjalankan perusahaan dengan di bantu pada karyawan hingga maju pesat di bidang manufaktur pemasaran dan distribusi barang.


Memanggil kepercayaannya serta satu wanita muda yang umurnya sedikit lebih tua dari cucunya.


" An, wanita ini adalah sekertaris mu dan dia akan membantu mu untuk mengurus jadwal serta pekerjaan mu, dia anak dari pak Aris." ucap Tuan Varman pada cucunya. yang Ana mengetahui pak Aris adalah kepercayaan kakeknya sejak dulu.


Mengerutkan kening saat menatap wanita yang ada di hadapannya seperti pernah melihat wajahnya tapi entah di mana, Ana pun mulai tersenyum dan mengulurkan tangan pada wanita yang berdiri di samping kepercayaan Tuan Varman.


" Anna." ucapnya, sedikit terkejut saat cucu atasannya mengulurkan tangan padanya


" Saya Dewi Nona." jawabnya dengan membalas jabatan tangan Anna.


" Mohon bantuannya Dewi." katanya dengan lembut dan di anggukkan oleh Dewi.


" Ruang kerja ku di mana kek." tanya Anna seteleh berkenalan dengan sekertarisnya, membuat kakeknya tersenyum.


" Ini ruangan milik mu sekarang."


" Ini.!" tanyanya lagi dengan menatap ruangan kakeknya.


" Iya." dan di anggukkan oleh kakeknya.


" Enggak ada cabe-cabean kan.!" kata Anna dan sukses membuat pria tua menatapnya hingga melempar pulpoin ke arahnya, beruntungnya dengan cepat Anna menghindar. Dewi serta pak Aris menahan tawa dengan menundukkan kepala


" Hahahah, bercanda kek." ucapnya dengan mengangkat tangan dengan membentuk huruf V

__ADS_1


****


Berita di pagi hari yang sangat mengejutkan bagi kalangan pebisnis dan orang yang mengenal Anna.


Bagaimana tidak terkejut kala Chandavarman mengenalkan seorang wanita cantik pada seluruh dunia, jika wanita itu adalah cucu tunggalnya yang telah lama dia sembunyikan dari paparazi dan seluruh orang.


Berita yang tidak di lewatkan oleh awak media hingga dari stasiun tv, media koran dan tabloid serta internet memberitakan semua tentang Chandavarman yang menghebohkan.


Orang yang mengenal Anna pun juga sangat terkejut, karena Anna tidak pernah menunjukkan sikap seperti orang kaya, sombong dan angkuh. yang mereka lihat Anna selalu Menunjukkan sikap yang ramah, sederhana dan suka bergaul dengan siapa saja.


Eva yang sedang melihat tv dan mengganti chanel untuk mencari film yang bagus, tanpa di sengaja dia melihat siaran berita yang menampilkan wajah sahabatnya.


"Anna.!" serunya dengan menatap tv. " Apa itu benar Anna." ulangnya lagi dengan masih mendengarkan berita.


" Annatasya Davira Chandavarman. Ataga!! iya itu benar Anna." dengan menutup bibirnya merasa terkejut apa yang Eva lihat dan dengar saat nama Anna di sebutkan sebagai pewaris tunggal dari orang kaya.


" Dia menyembunyikan nama belakangnya, dan identitasnya dari semua orang termasuk aku.!" ujarnya dengan tidak percaya. " Dan dia menghilang tiga minggu tidak bisa di hubungi sampai sekarang.! Jika kau menghubungi ku, aku tidak akan menjawabnya." gumamnya dengan merasa marah dan di bohongi oleh sahabatnya yang tidak jujur dengan siapa dirinya yang sebenarnya.


Eva hanya mengetahui nama Anna tanpa nama belakang keluarganya dan dia pun tidak pernah bercerita tentang siapa dirinya pada Eva. Sungguh Eva masih belum percaya akan apa yang dia lihat dan dengar sekarang, Anna benar-benar menyembunyikannya dengan sangat baik dan rapi sekali tentang identitasnya.


***


" Apa benar dia Anna.!" gumam Mario saat menatap ponselnya dengan berita yang ada di internet.


" Anna Davira Chandavarman. Cucu dari pak Varman." gumamnya lagi dengan masih melihat foto pria tua dan wanita cantik. "Aku tidak percaya jika dia cucu dari pak Varman, Rapi sekali dia menyembunyikan identitasnya pada semua orang" dengan menggelengkan kepala.


"Kita akan bertemu kembali wanita Kancil.!" ucapnya dengan tersenyum.


.


.


.


.🐨🐨🐨

__ADS_1


tunggu kang Mario dan Anna ya.😀😀


__ADS_2