Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 102


__ADS_3

Terdengar sesuatu yang janggal di telinga Ricko ia mendengar seperti seseorang sedang berbicara, sontak laki-laki itu langsung duduk semestinya.


"S-Sayang..." guma Ricko dengan wajah tidak bisa di artikan lagi, ia begitu terkejut tak kala bola matanya melihat pergerakan tangan Ratih mengerakkan jemarinya.


"Sayang kau bangun..." air mata bahagia keluar begitu saja dari wajah Ricko.


Pelan-pelan Ratih membukakan kelopak matanya, mencoba melihat dengan jelas hingga ia berkedip beberapa kali. lalu matanya melirik ke arah sosok orang yang sangat ia kenali. pandangannya mematung di sana tidak terjadi percakapan begitupun dengan Ricko. laki-laki itu nampak mengembangkan penuh senyuman.


"Kau bangun sayang...??" guma Ricko seraya mengerakkan tangannya mengelus lembut kepala Ratih.


"Ehm," Ratih membalas dengan senyuma singkat.


"Mau minum..."Tawar Ricko penuh kelembutan.


"Kamu di sini...??" hanya itu keluar dari mulut Ratih, Ratih berbicara pelan namun sangat jelas terdengar di telinga Ricko.


"Hem," Ricko menaikkan sebelah alisnya."Iya aku memang di sini, aku di sini untuk menjaga kamu." jawab Ricko dengan perasaan sedikit bingung.


"Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak ingin pergi. lalu kenapa kamu berada di sini pakei sok-sokan mau menjaga aku lagi. padahal bilang aja mau lihat cewek seksi kan." ketus Ratih tiba-tiba.


Sementara Ricko dengan cepat mengerutkan keningnya, ia semakin bingung dengan apa yang di katakan Ratih barusan."S-Sayang---" ucap Ricko namun kata-katanya sudah di potong oleh Ratih.


"Eeeee..." Ratih mencubit kasar perut Ricko.


"Aaauuu... sayang, sayang dengerin aku dulu."


"Dasar laki-laki buaya, kamu mau menampakkan otot-otot kamu itu pada cewek-cewek centil di sini heh... kamu mau mereka semua tergila-gila padamu heh." Ratih semakin mencubit kasar perut Ricko.


"Sayang..." Ricko berusaha menghindar hingga dia turun dari ranjang berjalan ke arah sofa.


Mata Ratih seketika langsung melotot membulat penuh tak kala melihat Ricko yang hanya menggunakan celana dalamnya saja.

__ADS_1


"Eeettt... Ricko..." teriak Ratih sesaat setelah itu ia langsung memegang perutnya terasa sangat sakit dan perih.


"Aaaahhh..." Ratih memejamkan matanya berusaha menahan rasa sakit.


"Sayang..." sontak Ricko langsung kembali naik ke atas ranjang.


"Kamu tidak apa-apa...?? di mana yang sakit...?? tanya Ricko panik. dengan tangannya dengan cepat memencet tombol merah berada di sisi kiri Ratih.


"Perutku, perutku sakit sekali." pekik Ratih.


"Dokter... dokter..." teriak Ricko begitu keras.


Tak berlangsung lama tiga dokter laki-laki dengan stelan jas berwarna putih segera menerobos masuk ke ruang khusus keluarga Adiningrat.


"Dokter cepat..." pinta Ricko sudah sangat panik.


"Aaaaaa perutku sakit, hik... hik... hik..." pekik Ratih tidak hentinya.


"Dok, kenapa istri saya tidur lagi dok...??" tanya Ricko semakin penik.


"Tenang tuan muda kami hanya menyuntikkan obat penenang pada nona, anda tidak perlu khawatir." jawab salah satu dokter.


Lima belas menit sudah tiga dokter itu memeriksa ke adaan Ratih. hingga salah satu dari mereka ingin berbicara pada Ricko.


"Syukurlah tuan, Tuhan telah mengabulkan doa kita semua. aku ucapkan selamat tuan nyonya telah sembuh dari penyakitnya panas yang berada di tubuh nyonya sudah hilang total. perairan darat nyonya juga sudah kembali seperti semula tuan. sekali lagi aku ucapkan selamat tuan."


Sontak Ricko langsung sujud di lantai."Terimakasih kasih Tuhan kau telah menjawab do'a ku, terimakasih." Ricko tak henti-hentinya mencium lantai sangking senangnya.


"Dok..." Panggil Ricko seraya bangkit dari lantai.


"Iya tuan muda."

__ADS_1


"Saya merasa ada yang aneh dok."


"Maksud tuan muda...??"


"Ketika Ratih sadar dia tidak teringat apa yang telah terjadi padanya dok. dia seolah-olah tidak tau kalau dia kini berada di rumah sakit. dia bahkan sangat terkejut ketika melihat aku berpenampilan seperti ini." jelas Ricko.


"Apa jangan-jangan istriku amnesia..." tebak Ricko menerka-nerka.


"Begini tuan muda. seperti yang kita ketahui nyonya muda sudah beberapa hari ini mengalami penyakit yang sangat langka penyakit yang tidak bisa di sembuhkan dengan obat. nyonya juga tertidur sepanjang hari. bisa di katakan nyonya tidak teringat apa yang telah terjadi padanya hanya waktu sesaat saja tapi bukan berarti nyonya terkenak penyakit amnesia. ketika nyonya sakit nyonya mungkin sedang bermain di alam mimpi. bisa di katakan nyonya tertidur dalam mimpinya."


"Aku masih belum paham." ucap Ricko cepat.


"Sangat sulit untuk menjelaskannya tuan, karena nyonya mengalami sakit yang sangat-sangat jarang tuan. jadi kami tidak bisa memberi tau dengan jelas."


"Apa sekarang istriku baik-baik saja...??" tanya Ricko lagi.


"Iya tuan, seperti yang saya bilang sebelumnya keadaan nyonya sudah kembali seperti semula." jawab dokter.


"Lalu kenapa dia merasakan sakit di perutnya...??"


"Apa sebelumnya nyonya berteriak atau memakan makanan...??" tanya balik dokter.


"Tidak, dia belum memakan apapun ketika sadar hanya saja tadi terkejut melihat ku lalu ia berteriak."


"Itulah sebabnya tuan, nyonya habis melakukan operasi Caesar. dan bekas operasi Caesar itu belum sepenuhnya pulih. saya sarankan agar nyonya tidak berteriak lagi ataupun melakukan pergerakan yang berlebihan karena itu bisa membuat nona mudah sakit perut." jelas dokter itu panjang lebar.


"Hem." Ricko manggut-manggut pertanda mengerti.


**Bersambung.....


Mari saling dukung dengan berikan like dan vote 🤭🥰🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2