
"Bagaimana dok keadaan calon anak saya..??" tanya Ricko, terlihat laki laki itu sudah tidak sabar menunggu apa yang akan di katakan dokter.
"Tuan muda tidak perlu khawatir kandungan nyonya Ratih baik baik saja tidak terjadi hal yang serius hanya keram kecil saja. saran saya nyonya Ratih tidak boleh banyak gerak dulu terlebih lagi melakukan pekerjaan yang berat karena itu sangat bernampak buruk bagi kandungan." jawab dokter yang memeriksa keadaan Ratih, sedangkan Ratih kini merapikan kembali pekaianya yang sempat terbuka.
"Syukurlah..." guma Ricko memejamkan matanya sesaat seraya menarik nafas dalam dalam terasa hatinya lega mendengar apa yang di katakan dokter tadi, setelah itu matanya kembali terbuka menatap lurus ke arah istrinya.
"Sayang..." panggil Ricko.
"Ehm." Ratih menoleh cepat.
"Sepertinya kamu harus di kawal sayang agar kejadian ini tidak terulang lagi." ucap Ricko penuh lembut.
"Tidak... tidak... tidak... aku tidak mau di kawal." tolak Ratih melambaikan tanganya.
"Tapi sayang aku takut kejadian ini akan terulang langi. untuk saja waktu itu aku datang tepat waktu kalau tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi. pokoknya kali ini kamu harus menuruti apa yang aku katakan tidak ada kata kata penolakan titik." tegas Ricko.
"Hahhhh..." Ratih menarik gusar nafasnya.
"Baiklah tapi aku mau Kasim Han yang mengawalku." tutur Ratih cepat.
"Tidak..." bantah Ricko cepat.
__ADS_1
"Kenapa tidak bukankah dia pandai bela diri, jadi sudah pasti dia bisa melindungiku." jelas Ratih.
"Tidak... aku bilang tidak ya tidak enak saja dia yang mengawalmu, nanti kalau kamu ganti baju dia ikut juga gitu." ucap Ricko sudah membayangkan apa yang akan terjadi.
"Astaga suamiku enggak seperti itu juga."
"Tidak boleh aku mau orang yang mengawalmu bisa berada di sisimu di mana saja."
"Di mana saja, maksudmu nanti kalau aku sak berak dia ngikutin aku juga gitu nemenin aku buang air besar gitu." ketus Ratih sedangkan Ricko langsung mengangguk cepat kepalanya.
Brukkk... (Ratih memukul lengan Ricko kuat)
"Dasar suami enggak tau malu kau mau menyuh orang mengintip kemaluanku hah..." tutur Ratih dengan suara sedikit kuat. dokter yang mendegar pertengkaran mulut Ratih dan Ricko pun menggelengkan kepalanya merasa gemes sendiri melihat pasangan ini pikir dokter itu.
"Lepaskan aku, lepaskan aku." terika Selfi seraya berusaha melepaskan tangannya yang sudah di ikat dengan tali, ya kini Selfi telah berada di ruangan khusus peryergapan dengan tangan dan kakinya sudah diikat kuat oleh para penjaga ruangan.
"Prok... prok... prokkk..." Sebuah tupukan tangan terdengar bengitu menggelegar di telinga Selfi hingga membuat wanita itu sengera mencari sumber suara.
"Akhirnya kita ketemu lagi nona Selfi." ucap seseorang di ambang pintu seraya berjalan mendekati Selfi.
"Ke-Kevin." guma Selfi setelah melihat wajah orang itu dengan jelas.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu nona sudah lama kita tidak bertemu...??" tanya Kevin.
"Kevin cepat lepaskan aku, cepat lepaskan aku mohon Kevin."
"Hahahaha... maaf nona Selfi tapi itu tidak bisa saya lakukan saya kesini hanya menjalankan perintah, apa anda tau apa yang di perintahkan tuan muda ke pada saya. hem."
"Kevin aku mohon lepaskan aku Vin, bukankah kau pernah bilang kalau kau mencintaiku."
"Hahaha... mencintaimu, apa kau sungguh berpikir kalau aku masih mencintaimu Hem. ck kau salah besar. aku memang mencintaimu tapi itu dulu, dulu saat kau belum mengenal tuan muda saat kau belum tergila gila dengan uang saat kau masih polos belum mengenal dunia luar tapi, di saat kau memilih tuan muda ketimbang diriku dan menjadi kekasihnya maka di saat itulah aku membenci perasaan itu. aku membencinya sangat membencinya hatiku hancur saat melihat dirimu bermesraan dengan tuan muda dadaku sesat saat selalu melihat tuan muda memegang tanganmu." Kevin memejamkan singkat matanya seraya menelan kasar air ludah.
"Kevin sebenarnya aku juga sangat mencintaimu t-tapi aku tidak berani mengatakan itu." ucap Selfi dengan mata sudah di buat sesedih mungkin hingga siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung percaya. tapi berbeda dengan Kevin laki laki itu malah tersenyum miring menatap ke arah Selfi.
"Kau pikir aku percaya. ck, kau memang wanita berkepala dua kau rela menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan kau sangat pantas di sebut ruba betina ataupun ular yang sangat berbisa bahkan kau lebih licik dari sebutan itu. jangan kau pikir aku akan luluh dengan apa yang kau katakan karena itu tidak akan pernah terjadi." Kevin merapatkan giginya.
"Lepaskan aku, lepaskan..." Selfi berteriak bahkan teriakannya kali ini lebih keras.
"Kalian semua akan menerima pembalasan dariku, aku pasti akan membuat kalian menyelas seumur hidup. aku akan membuat kalian bertekuk lutut di hadapanku." Selfi semakin berteriak.
"Ck, janga dia jangan sampai dia lolos. pastikan dia hidup jangan sampai mati karena aku akan memberinya kejutan." ucap Kevin melirik anak buahnya lalu langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Baik bos." jawab mereka bersamaan sebelum sesaat Kevin melangkah.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Maaf author selalu updatenya telat, mohon fi maklumi kalau author ini sangat sibuk. bahkan pekerjaan author sampai sekarang belum siap siap pusing pusing, 😓😓😓