
Tangan Ricko sudah berada di handle pintu mencoba membukakannya namun tidak bisa, Ricko mengerut keningnya dalam dalam berusaha membukakan pintu namun masih tetap tidak bisa. Pintunya di kunci.
"Ratih, sayang, buka pintunya." teriak Ricko dari arah luar, namun suara Ricko tidak sampai di telinga Ratih kerena memang kamar yang di tempati Ratih kedap akan suara.
Ratih kini baru keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan semua tubuhnya. terasa badannya sangat lelah ia ingin istirahat sekarang.
"Sayang buka pintunya di luar banyak nyamuk ni." teriak Ricko seraya menepuk-nepuk tangannya. namun hasilnya tetap sama pintunya masih tidak terbuka hal itu membuat Ricko mendengus dengan kesal.
"Han..." teriak Ricko bahkan suaranya kali ini lebih keras.
"I-iya tuan muda." sahut Kasim Han tiba tiba datang setelah Ricko memanggilnya.
"Berikan aku kunci cadangan kamar ini." perintah Ricko.
"Baik tuan muda." sahut Han lalu langsung pergi.
__ADS_1
tak butuh waktu lama Kasim Han sudah menghampiri Ricko lagi dengan menenteng beberapa kunci di tangannya. "Tuan muda ini kuncinya." tutur Kasim Han seraya melangkah mendekati Ricko.
Ricko segera mengambil kunci itu dan langsung memasukkan benda kecil itu ke dalam tempatnya. hanya sekali putar pintu pun sudah bisa di buka. sebuah senyuman terukir indah di bibir manis Ricko.
"Ambil kunci ini dan pergilah." tutur Ricko seraya melempar kunci tadi ke pada Han.
Ricko melangkah pelan pelan setelah sesaat ia menutup pintu, Ricko mendapati Ratih sedang tertidur di atas ranjang. pelan pelan namun pasti Ricko merangkak di atas ranjang setelah itu dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menaruhnya di atas bantal. setelah itu Ricko dengan hati hati turun dari atas ranjang langsung bergegas ke kamar mandi.
Ratih membukakan kedua kelopak matanya, sebenarnya Ratih tidak tidur ia hanya berpura pura saja Ratih bisa menebak kalau Ricko pasti akan mengunakan kunci cadangan untuk bisa masuk.
Ratih menaikan alisnya saat melihat ada beberapa benda dan juga kertas di bantal. Ratih langsung bangun dan duduk manis di atas ranjang matanya sempat melirik ke arah pintu kamar mandi sebelum sesat ia akan meraih benda yang ada di atas bantal.
Pertama tama Ratih meraih kotak berwarna merah pekat yang berbentuk love ia membukakan kotak itu, mata Ratih langsung membulat dengan sempurna saat melihat sebuah cincin berwarna putih yang di lapisi di atas nya dengan berlian berkilauan.
"ini, apa cincin ini untukku, kenapa dia menaruhnya di sini."
__ADS_1
Ratih lansung mengambil cincin itu dan mencoba memasukkan di jari manisnya." pas." seraya tersenyum malu.
Lalu Ratih mengambil kertas seperti berbentuk amplop berwarna putih polos, Ratih pun langsung membukakan benda itu, mata Ratih kembali bulat dengan sempurna saat ia membaca tulisan yang tertera di sana tiket bulan madu ke Sydney Australia. khusus dua orang.
Lalu mata Ratih melirik lagi kearah bantal teryata masih ada kertas putih tergeletak rapi di sana dengan cepat Ratih meraihnya dan membukakannya. Ratih tersenyum lebar saat membaca beberapa tulisan di yang tertera di atas kertas itu.
"*Maaf karena tadi aku membuatmu kesal, tapi sungguh aku tidak maksud membuatmu seperti itu. aku tahu aku salah maka dari itu aku ingin meminta maaf, maaf telah membuatmu sakit hati hati ini, maaf telah membuatmu kesal hari ini maaf juga telah membuatmu marah. ku harap setelah kamu membaca surat dariku dan cincin yang aku berikan kamu bisa melupakan kejadian yang tadi. aku tidak pandai menulis kata kata romantis yang biasa di tulis oleh dilan saat memuji Milea, aku juga tidak pandai melukis seperti yang di lakukan Jack saat melukis Rose. tapi aku hanya pantai mengukir namu di hatiku.
By: Edy Sutomo.
Seketika tawa Ratih langsung pecah." dia menyogok ku dengan memberikan cincin ini, dan ini apa dia juga menceplak dari karangan orang lain." gerutu Ratih masih tertawa renyah Ratih merasa lucu sendiri dengan apa yang di lakukan Ricko.
Kedua kening Ricko berkerut dalam saat memperhatikan Ratih tertawa renyah, ya, sadari tadi Ricko terus memperhatikan Ratih dari pintu kamar mandi Ricko sengaja tidak menutup pintu itu rapat dia ingin melihat bagaimana reaksi Ratih saat menerima hadiahnya.
"Kevin... kamu harus harus bertanggung jawab atas ide mu ini." gerutu Ricko.
__ADS_1