
Satu minggu telah berlalu di India setelah acara pesta ulang tahun Amitabh Bachchan. Awalnya mereka hanya akan menginap tiga hari saja di India namun peristiwa yang tak di duga-duga pun terjadi, setelah pertemuan Ratih dan kakeknya, akhirnya Ibu Susi menunda penerbangan. Kini semua orang sedang berkumpul di ruangan keluarga mansion.
"Kenapa Kakek tiba-tiba mengumpulkan kita di sini...??" tanya Ratih pada Ricko, suaminya. Sementara Ricko mengangkat kedua bahunya pertanda kalau dia tidak tau.
"Mungkin ada hal yang penting yang ingin Kakek sampaikan." sahut Ricko.
"Kevin, bagaimana keadaan kantor apa semuanya baik-baik saja...??" tanya Ricko kini melirik ke arah Kevin yang asik dengan ponsel di tangannya.
"Eh, baik bos, semuanya berjalan dengan lancar tidak ada masalah." jawab Kevin menoleh ke arah Ricko.
"Bagaimana dengan investor Jepang apa mereka jadi menanamkan sahamnya..??" tanya Ricko lagi.
"Belum ada kepastian bos, tapi menurut informasi mereka sangat tertarik bergabung dengan perusahaan kita. Tapi saya tidak tau apa penyebab mereka sampai sekarang belum mengajukan surat kontrak." jawab Kevin.
"Aku punya beberapa kenalan di Jepang. Kali aja aku bisa bantu." tawar Rahul.
"Tidak perlu Om, Ricko bisa mengurus sendiri kok." sahut Ricko di ikuti senyuman kecil.
"Ricko." mata Rahul langsung melotot, dia benar-benar sangat kesal pada Ricko jika dia memanggilnya dengan sebutan Om.
"Kenapa Om?? apa Ricko membuat salah. kalau begitu Ricko minta maaf Om." Ricko mengekpresikan wajahnya sesedih mungkin.
"Ricko."---
"Hahahaha....." Ricko sontak tertawa terbahak-bahak, semua yang melihat kejadian itu pun ikut tertawa.
Tak berlangsung lama Kakek Ami pun datang di iringi Ibu Susi dan Tania di belakang. "Kalian sudah kumpul semua teryata." ucap Kakek Ami seraya duduk di sofa tepat di depan Ricko dan Ratih.
"Ok, Kakek mengumpulkan kalian semua di sini karena ada sesuatu yang ingin Kakek sampaikan kepada kalian semua. Kakek juga sudah mendiskusikannya dengan Ibu Susi, menurutnya ini adalah hal yang baik tidak apa-apa jika di laksanakan." sambung Kakek Ami lagi.
__ADS_1
"Iya, Ibu harap kalian menyetujui apa yang akan di bicarakan Kakek Ami nanti." tutur Ibu Susi.
"Kami akan selalu menerima apapun yang Kakek pilih." ucap Ratih.
"Oh ya, di mana Mawar kenapa dia tidak ada?? Apa dia belum turun??" tanya Amitabh Bachchan memperhatikan tidak melihat Mawar sadari tadi.
"Aku di sini Paman." sahut Mawar seraya berjalan mendekati semua orang.
"Ayo Mawar duduklah nak ada sesuatu yang ingin Paman sampaikan." tutur Ibu Susi menepuk sofa di sebelahnya.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul Kakek akan mengutarakan maksud Kakek mengumpulkan kalian semua di sini." ucap Kakek Ami penuh keseriusan. "Kakek akan segera melangsungkan pernikahan Tania dan Kevin dan setelah itu--" sorot mata Amitabh Bachchan menatap lembut ke arah Mawar dan Rahul. "Dan setelah itu giliran Rahul dan Mawar." sambung Amitabh Bachchan lagi, berhasil membuat Mawar sontak terkejut.
"Ye..." ucap Kevin penuh semangat lalu Kevin langsung mengedipkan matanya ke arah Tania. "Sabar ya ubi ku sebentar lagi aku akan memerdekakan mu."
"Hahahaha... Kevin kamu sepertinya sudah tidak sabar lagi." tutur Kakek Ami merasa tak habis pikir.
"Kevin jangan membuat aku malu sebagai bos mu." bisik Ricko.
Mata Rahul terus menerus memperhatikan Mawar yang sadari tadi sudah menundukkan kepalanya, sebenarnya Rahul merasa sangat senang jika dia dijodohkan sama Mawar tapi Rahul tau kalau Mawar hanya menganggapnya sebagai teman. Tidak di pukiri kalau Rahul memang memiliki sedikit rasa pada Mawar semenjak saat Rahul mengenal Mawar beberapa tahun yang lalu.
"Mawar..." panggil Ibu Susi dengan penuh kelembutan, ia tahu Mawar pasti belum siap menikah sekarang. "Tante tau kalau kamu belum siap untuk menikah, kamu ingin mencapai cita-cita kamu terlebih dahulu kan. Tapi sayang tidak ada salahnya mengenal calon suamimu terlebih dahulu, kalian bisa bertunangan terlebih dahulu Tante tidak akan memaksa kalian."
Mawar mendongkrak kan kepalanya menatap Ibu Susi lalu pandangannya melirik sekilas Rahul yang sadari tadi tak berhenti menatapnya. "Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untukku agar aku bisa secepatnya melupakan Kevin. Aku tidak ingin hidup dengan bayangannya terus menerus."
"Mawar mau Tante, Mawar ingin langsung menikah dengan Rahul." ucap Mawar lalu menundukkan kepalanya lagi di ikuti dengan sebutir air mata sebening kristal.
Sebuah senyuman pun langsung tersungging di bibir Rahul, ia tidak menyangka kalau Mawar mau dijodohkan dengan dirinya.
"Bagaimana menurutmu Ratih apa kamu setuju dengan apa yang Kakek katakan barusan...??" tanya Amitabh Bachchan menanyakan pendapat Ratih sebagai cucu pertamanya.
__ADS_1
"Tentu, Ratih malah sangat senang Kek, jika Kakek menikahkan Tania dengan Kevin dan Mawar dengan kak Rahul." jawab Ratih.
"Bagaimana menurutmu Rahul apa kamu mau kami jodohkan kamu dengan Mawar ponakan Tante...??" tanya Ibu Susi.
"Kalau memang itu keinginan Papa dan Tante Rahul tidak akan menolak Tante. Rahul bersedia menjadi suami Mawar." jawab Rahul penuh keyakinan.
"Hahahaha Papa sudah menduga itu kalau kamu pasti tidak akan menolaknya. Hem, bagaimana kalau kalian menikah minggu depan."
"Ya, itu ide yang bagus, lebih cepat lebih baik." sahut Ibu Susi.
"Oooeeekkk.... oooeeekkk..." suara tangisan Alfin dalam pangkuan Ratih.
"Hahaha lihatlah sepertinya Alfin sangat setuju." ucap Kakek Ami.
"Bukan Kek, Alfin menangis itu bukan karena setuju dengan pernikahan ini melainkan dia meminta seorang adik." bantah Ricko cepat tersenyum penuh maksud pada Ratih.
"Dasar ubi karet tidak tau malu......"
"Hahahaha....." semua pun ikut tertawa bersama 😂😂😂.
Tamat Musim pertama kisah jalan Cinta Ratih dan selanjutnya musim ke dua kisah Ratih bertemu kakeknya dan Selanjutnya akan segera hadir musim semi ke-tiga menceritakan kisahTania dan Kevin. Akan segera 🥰🥰
Info sedikit.
Mawar adalah satu-satunya ponakan Ibu Susi. Ayah Mawar adalah kakak kandung Ibu Susi bernama Adrian. Setelah beberapa tahun menikah dengan Andin yang merupakan seorang wanita pegang bank akhirnya pak Adrian dan Ibu Andin di karuniai seorang anak perempuan yang di beri nama Laudya Ananda Mawar. Semasa kecil hingga sekolah menengah atas Mawar tinggal di Singapura bersama keluarganya di sana karena memang pak Adrian bekerja di sana. Hingga pada suatu hari saat perayaan kelulusan sekolah, Mawar mendapat kabar buruk dari rumah sakit, dia mendapat telepon dari pihak rumah sakit menyatakan kalau Ibu dan ayahnya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Setelah mendapat kabar itu Mawar sontak pingsan di tempat dia mengalami syok berat hingga berhari-hari di rumah sakit tanpa sadar. Setelah dua Minggu berada di rumah sakit dan dokter menyatakan kalau Mawar sudah sehat dan bisa pulang, Ibu Susi langsung mendatangi Mawar membawa ponakannya itu ke negaranya Indonesia. Mawar sempat jatuh sakit gara-gara mogok makan hingga membuat dia dilarikan ke rumah sakit lagi di Indonesia, Mawar masih belum menerima kalau kedua orang tuanya sudah meninggal. Selama di rumah sakit Ibu Susi tidak henti-hentinya menasehati Mawar agar dia bisa sadar kalau dia harus merawat dirinya sendiri, hingga pada akhirnya Mawar mau mendengarkan apa yang di nasehati Ibu Susi. semenjak saat itulah Mawar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Ibu Susi hingga sampai sekarang.
🥰🥰🥰🥰🥰
Terima udan mau baca cerita ini ya kak 🥰
__ADS_1
Maaf kalau banyak typo dan alurnya 🙏😘😘
Selamat membaca musim ke-tiga 🤗🤗