
"Aaaaa......"
Ricko dengan gerak cepat menjatuhkan Ratih di atas ranjang dan menindihnya. Ratih sudah panas dingin melihat wajah Ricko terlihat marah besar. dia tidak tau apakah ini karena dirinya atau orang lain yang jelas dia harus segera lepas dari amukan Ricko.
"Ini ini yang kamu inginkan dari lelaki brengsek itu. kenapa kau tidak memintanya kepadaku...!!" teriak Ricko memenuhi ruangan dalam benak Ricko yang ada dalam dekapannya adalah Selfi.
Ratih menutup hidungnya, sesuatu yang menyengat masuk ke dalam hidungnya." Sepertinya bapak mabuk berat." ucap Ratih yang terdengar serak karena menahan nafas.
"Kenapa kamu menghianatiku..!! apa selama ini aku pernah menyakitimu hahhh, apa yang kamu inginkan selalu aku penuhi tapi kenapa kau melakukan ini kepadaku." tutur Ricko dengan sorot mata mengerikan dan rahang sudah gemetar. lalu tak lama setelah itu Ricko langsung ambruk ke dalam pelukan Ratih.
"Kenapa kau melakukannya." terdengar suara Ricko kecil di telinga Ratih tapi cukup seksi membuat bulu kuduk Ratih berdiri.
"Sekarang kamu lihat siapa lebih kuat aku atau pria brengsek itu." ucap Ricko bangkit dari pelukan Ratih dan menyerang mulut Ratih dengan rakusnya.
Ratih berusaha keras mendorong tubuh Ricko karena nafasnya sudah habis namun semuanya tidak berguna kekuatan Ricko bukanlah tandingannya.
"Hah...hah...hah...." suara nafas Ratih yang ngos-ngosan ketika Ricko melepaskan ci*******."
"Pak hentikan...!! saya bukan nyonya Selfi." teriak Ratih berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Ricko.
Entah kenapa yang terdengar di telinga Ricko adalah suara Selfi. di dalam benak Ricko hanyalah Selfi kali ini Ricko benar benar akan membuat Selfi menyesal telah menghianatinya.
"Aku tidak akan menggampunimu." ucap Ricko lalu melakukan penyerangan lagi dia mencium setiap jenjang leher Ratih bahkan Ricko meninggalkan banyak sekali tanda merah di sana.
"Pak saya mohon lepaskan saya." tutur Ratih yang sudah kewalahan melawan Ricko. tampa Ratih perintah sebutir air mata mengalir begitu saja.
Tidak hanya di situ Ricko bahkan meraba setiap inci tubuh Ratih. Ricko mengerakkan tangan kanannya menuju area terlarang dan bermain main di sana.
Lama kelamaan Ratih tidak bisa lagi mengontrol diri, selaku wanita normal tentu saja nafsu Ratih akan membara ketika di sentuh laki laki.
__ADS_1
"Aaahhh...." suara desahan Ratih yang sudah terlena dengan permainan Ricko.
Ratih menutup matanya dengan tangan menjambak rambut Ricko seakan akan tidak mau lepas dari permainan Ricko yang mengairahkan.
Ricko yang sudah tak terkendali lagi dan juga sudah panas dengan permainannya sendiri melepas paksa baju Ratih. hanya sekali gerak baju Ratih langsung sobek tampa menunggu lama Ricko langsung menghempas baju Ratih dan membuangnya asal arah.
"Kevin...."
terdengar suara seseorang yang menyebutkan nama Kevin berhasil membuat Ratih sadar kembali dari permainan maut Ricko.
Ratih yang sadar dengan segera meninju perut Ricko dan mengerakkan lututnya menghantam senjata Ricko dengan kuat.
"Aaaggrrr......" teriak Ricko lalu terbaring jatuh di samping Ratih dengan tangan terus memegang senjatanya. dia memejamkan matanya dengan erat dan menelan air ludah dengan sangat kasar karena menahan rasa sakit yang berada di are telornya. laki laki itu terus berusaha meluruskan badannya namun tidak bisa rasa sakit yang di timbulkan sangatlah mendalam.
"Apa yang kau lakukan...??" tanya Ricko yang masih memejamkan matanya.
"Hah.. maafkan saya pak saya benar benar tidak sengaja." Jawab Ratih baru sadar apa yang telah ia lakukan.
"Apa.... ! bapak memiliki pistol, oh tidak." ucap Ratih tampang terkejut lalu bersujud di hadapan Ricko.
"Ampuni saya pak, saya benar benar tidak sengaja tolong pak jangan tembak saya. kasihanilah saya, saya mempunyai adik yang harus saya jaga." sambung Ratih dengan gemetar masih sujud di hadapan Ricko.
"Bagaimana bisa aku menembak dirimu anaknya saja belum masuk." Tutur Ricko berusaha untuk bangkit. Ricko mengedipkan matanya beberapa kali berusaha mengumpul alam kesadarannya. Ricko melihat seseorang yang cukup ia kenal lalu mengingat ingat apa yang telah terjadi.
"Kenapa kau mencelakai dia...??" tanya Ricko dengan tatapan tidak bisa di artikan sambil menunjuk ke arah senjatanya.
Ratih mendongakkan kepalanya menatap ke arah yang di tunjuk oleh Ricko. matanya melotot melihat apa yang di tunjukan oleh Ricko.
"Kau harus menggantikannya." bentak Ricko.
__ADS_1
Ratih langsung bangkit dan berdiri dia menyentuh are sensitifnya."Tapi saya tidak memilikinya pak." sahut Ratih begitu polos.
"Kalau begitu ganti dengan cara yang lain." tegas Ricko yang tak mengalihkan pandangnya dari Ratih.
"Maksud bapak...??" tanya Ratih bingung.
Sebuah senyuman licik terukir di bibir Ricko." karena aku baik hati jadi kamu tidak perlu menggantikannya, mendekat lah." perintah Ricko dengan tampang liciknya.
"Bapak mau ngapain...??" tanya Ratih lagi yang mulai curiga ada bau bau busuk.
"Ini satu satunya cara agar kau bisa menggantikannya. atau kau mau masalah ini di bawa ke kantor polisi." ancam Ricko.
Ratih yang mendengar kata polisi menjadi semakin takut. dengan langkah pelan pelan Ratih mencoba mendekati Ricko di atas ranjang dan langsung duduk di hadapannya.
Senyuman licik kembali terukir di bibir Ricko. senjatanya yang tertidur kini kembali bangun saat menatap belahan dada Ratih yang putih mulus masih mengunakan bra. Ricko menelan ludahnya hawa nafsunya kembali mulai memburu tampa aba aba Ricko langsung menindih Ratih dan m****** bibir Ratih lagi.
Ratih yang terkejut dengan perlakuan Ricko segera melakukan hal yang sama, dia langsung meninju perut Ricko lagi dan menghantamkan lututnya ke arah senjata Ricko kali ini dengan gerakan lebih kuat dari tadi. mendorong tubuh Ricko hingga terjatuh ke lantai.
Ricko tergeletak di lantai ia kembali merasakan rasa sakit yang seperti tadi tapi kali ini lebih sakit.
"Dasar laki laki br*****." ucap Ratih lalu mengambil jas milik Ricko dan mengunakannya. setelah ia selesai berpakaian Ratih segera keluar Meninggalkan Ricko yang masih tergeletak di lantai menahan rasa sakit yang di sebabkan olehnya.
"Dasar laki laki ********." teriak Ratih baru keluar dari kamar Ricko.
"Ratih...."
"Tante...."
**Bersambung..........
__ADS_1
Maafnya kak kalau ada typo maklum masih belajar 🤭😁
👉👉 vote dan like kak please 👇👇**