Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 74


__ADS_3

Ratih menatap wajah Selfi lekat lekat terasa sangat sakit dan perih di hatinya saat Selfi mengatakan kalau dia pernah hamil anak suaminya. memang tidak menutup kemukiman apa yang di katakan Selfi barusan bisa jadi benar apalagi mengigat kalau Selfi pernah menjalani hubungan dengan Ricko sebelumnya.


"Aku tahu kamu pasti akan sok mendengarnya, tapi itu kenyataannya bahkan Ricko sering menghabiskan malam bersamaku. kamu tahu kan apa yang kami lakukan jika kami sekamar berdua." ucap Selfi dengan senyuman miring.


"Tapi sayangnya aku tidak percaya apa yang kamu katakan barusan." ucap Ratih berusaha menenangkan emosinya, ya, Ratih ingin sekali berteriak, memaki dan mengatakan hal kasar kepada wanita di hadapannya namun Ratih mengurungkan niatnya mengingat kalau dirinya sedang mengandung sekarang.


"Kalau kamu tidak percaya tidak apa apa tapi yang jelas itu kenyataannya. dan aku sangat menikmatinya, menikmati saat saat Ricko bermain di atas ranjang denganku kamu tahu permainannya sangat luar biasa. aku sangat puas." ucap Selfi menekankan kata kata terakhirnya.


Ratih langsung terperanjat dari kursi dia sudah tidak ingin berlama lama lagi di sini. air matanya pun sudah tidak bisa di bendungkan lagi, seraya melangkah Ratih mengeluarkan setetes demi setetes air matanya. bagiamana tidak hatinya begitu hancur sekarang entah kenapa kata kata yang di katakan Selfi barusan berhasil membuat hatinya tercabik- cabik apalagi membayangkan suaminya sendiri tidur dengan wanita lain.


Selfi langsung tersenyum puas saat melihat Ratih pergi."Langkah pertama sudah berhasil, sekarang saatnya melanjutkan langkah kedua. aku pastikan kalau kamu tidak akan pernah bisa melahirkan anak Ricko wanita ******." guma Selfi seraya di ikuti dengan senyuman liciknya.


*****


Di mansion


Ratih berlari kecil menuju arah kamar dia bahkan tidak menghiraukan panggilan dari Kasim Han yang sudah beberapa kali memanggilnya.


"Nyonya..."


"Nyonya...." panggil Kasim Han namu Ratih tidak menoleh sama sekali, wanita itu terus saja berlari kecil bahkan kini Ratih sudah menaiki tangga.

__ADS_1


Ratih menutup rapat rapat pintu kamarnya langsung mengunci pintu itu. lalu Ratih melangkah pelan pelan ke arah ranjang dan menjatuhkan tubuhnya di sana mengeluarkan setiap air mata yang ia tahan sadari tadi, Ratih juga meluapakan emosinya seraya memukul bantal.


"Apa yang di katakan wanita itu benar atau tidak tapi kenapa kata katanya sangat menyakitkan. kalau memang apa yang di katakan Selfi benar, itu berati Ricko sudah mempunyai anak dari wanita lain. hik... hik... hik... kamu jahat Ricko, kamu jahat...."


*****


"Akhirnya meeting hari ini selesai juga. ayo cepat kita pulang Vin aku sudah tidak sabar bertemu istriku." ucap Ricko seraya menandatangani berkas berkas hasil rapat tadi.


"Sepertinya bos sangat senang hari ini." tutur Kevin.


"Tentu karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, kamu tidak akan tau Vin seberapa senangnya diriku waktu itu, saat mengetahui Ratih ku teryata hamil. aku bahkan sudah bisa membayangkan bagaimana wajah anakku nanti dia pasti sangat mirip denganku." sahut Ricko yang tak henti hentinya tersenyum.


Empat puluh menit pun telah berlalu kini Ricko sudah tiba di mansion dengan langkahnya yang panjang Ricko bergegas masuk ke dalam mansion.


"Apa Ratih ada di rumah...??" tanya Ricko pada Kasim Han yang menyambutnya saat dia turun dari mobil.


"Iya tuan muda, nyonya baru saja tiba tapi---" ucap Han mengantungkan kalimatnya berhasil membuat langkah Ricko terjeda.


"Katakan." tutur Ricko.


"Tadi saya melihat nyonya pulang dalam keadaan sedih tua." ucap Han.

__ADS_1


Tampa menunggu lebih lama lagi Ricko langsung berlari menaiki tangga. namun langkah laki laki itu terhenti lagi tak kala berusaha membuka pintu yang nampak terkunci.


"Sayang..."


"Aku udah pulang kok pintunya di kunci sih."


"Sayang cepat lah buka pintu aku sudah tidak sabar ingin memelukmu, aku juga sudah tidak sabar ingin menjenguk beby kita." gerutu Ricko seraya tanganya terus saja mengetok getok pintu namun hasilnya masih sama Ratih tidak menyaut sama sekali.


"Kunci cadangan." tutur Ricko seraya menoleh ke arah Han.


"Baik tuan."


"Aaagggrrr.... kenapa perutku sakit." guma Ratih seraya meremas perutnya nampak sakit sekali.


"Aaaaaa...."


"Ratih....." Ricko bergegas berlari memegang tubuh Ratih hampir terjatuh ke lantai.


*****


"Sepertinya langkah kedua berjalan dengan sangat sempurna. Ricko tidak semudah itu kamu bisa mengusirku dari kehidupanmu aku akan melakukan segala cara apapun asal kau kembali ke padaku.

__ADS_1


__ADS_2