Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 94


__ADS_3

"Lepaskan." Katrina berusaha melepaskan rambutnya dari dekapan Ratih tapi usahanya sia-sia karena Ratih sudah lebih dulu mendorong wanita itu.


Semua para karyawan menjadi tegang tak ada satupun di antara mereka yang berani meleraikan pertengkaran itu mereka hanya bisa menonton saja, tapi sebagai dari mereka berlari memanggil sekuriti.


"Putriku..." tuan Fernandez berlari menghampiri Katrina.


"Kurang ajar aku tidak akan memaafkan mu." tuan Fernandez merapatkan jemarinya matanya berpaling menatap tajam ke arah Ratih. laki laki berdiri hendak melangkah mendekati Ratih.


"Brukkk..." sebuah pukulan mendarat mulus di pipi tuan Fernandez. ya Ricko sendiri yang lebih dulu memukul tuan Fernandez hingga membuat laki laki tua itu juga tergeletak di lantai bersama dengan Katrina.


"Jangan pernah kau menatap seperti itu ke pada istriku kalau tidak, aku akan mengeluarkan bola matamu dari tempatnya." ancam Ricko bahkan sorot matanya lebih tajam dari pada tuan Fernandez.


"Pah..." Katrina berusaha membantu papanya berdiri.


"Cih, kalia semua akan menerima pembalasan dariku." guma tuan Fernandez.


"Dan kau tunggu pembalasanku." tunjuk Katrina ke arah Ratih.


Para sekuriti pun segera berlari menghampiri tuan Fernandez dan Katrina. mereka berusaha memaksa Katrina dan tuan Fernandez keluar.


"Bawa mereka keluar dan pastikan kalau mereka tidak bisa lagi memasuki perusahaan ini." tegas Ricko.


"Lepaskan aku." Katrina berusaha melawan."Ricko aku pasti bisa mendapatkanmu." teriak Katrina tak henti-hentinya


"Bos..." panggil Kevin seraya berlari menghampiri Ricko.


"Apa kau sudah bosan bekerja di sini...??" tanya Ricko.


"Maksud bos.??" tanya balik Kevin tidak mengerti, kini laki-laki itu berdiri tepat di depan Ricko.


"Kenapa kau datang setelah pertempurannya selesai, apa kau ingin melihat istriku terluka." ketus Ricko.


"Maaf bos, tadi saya berada di toilet." elak Kevin mengarukkan kepalanya tak gatal.


"Sayang apa kau baik-baik saja...??" tanya Ricko tampang khawatirnya.


Bukan malah menjawab Ratih malah pergi meninggalkan Ricko, entah apa yang di pikirkan bumil itu tapi raut wajah yang di tunjukkan Ratih. ketidak sukaanya terlihat jelas di wajah bumil itu.


"Sayang...." Ricko berlari berusaha mengejar Ratih.


"Sayang tunggu." Ricko berhasil menarik pergelangan tangan Ratih, hingga membuat bumil itu mengehentikan langkahnya.

__ADS_1


"Sayang kamu itu kenapa..,?? apa kamu marah kepadaku..??"


"Apa kamu puas sekarang, kamu senang Hem, melihat diriku marah seperti itu hanya gara-gara aku tidak suka jika wanita itu memeluk dirimu. apa kamu sangat senang sampai-sampai kamu tidak melawan wanita itu, apa kamu juga merasa sangat nyaman di peluk wanita lain hem." Ratih meluapkan emosi nya. Ricko bukanya menjawab dia malah tersenyum penuh kemenangan. Ricko sengaja tadi tidak melawan saat Katrina memeluk dirinya dari belakang karena ia ingin tau bagaimana reaksi Ratih.


"Sayang maafkan aku." Ricko kini memeluk Ratih."Aku tadi hanya bercanda, aku tadi hanya ingin melihat reaksimu saja. aku tidak bermaksud ingin berlama-lama di peluk wanita murah itu." jelas Ricko masih memeluk Ratih dengan hangat.


Ratih merenggangkan pelukan,"kamu jahat.." Ratih memukul pelan dada Ricko. sedangkan Ricko hanya tersenyum.


"Aku baru tau sekarang teryata istriku jauh lebih ganas dari pada seekor harimau." goda Ricko memegang dagu Ratih lembut. lalu ia mencium sekilas di sana.


"Apa aku sudah di maafkan...??" tanya Ricko sementara Ratih menggelengkan kepalanya.


Huppp... Ricko dengan cepat menamkan bibirnya di belahan bibir Ratih. bahkan laki laki ******* ya sanga dalam.


"Astaga..." guma Kevin langsung memalingkan wajahnya, kini ia berada di dalam mobil."kalau aku jadi bos aku pasti akan menghukum mereka, apa mereka tidak tau apa jiwaku bergejolak saat melihat itu. mereka benar-benar sudah tidak menganggap ku lagi sebagai laki laki normal." ketus Kevin kini pandangannya beralih ke belakang.


"Apa kini kesalahanku sudah di maafkan...??" tanya lagi Ricko.


"Separuh." jawab Ratih cepat.


"Apa?? kalau begitu aku akan melakukannya lebih panas lagi." Ricko hendak melakukan aksinya lagi, namun dengan cepat Ratih menutup mulutnya rapat-rapat.


"Sayang kenapa kamu menutup mulutmu bukankah tadi kamu bilang kamu memaafkan ku baru separuh..??"


"Itu mobil kita memangnya kenapa...??" tanya lagi Ricko berhasil mendapat cubitan dari Ratih.


"Aaauuu..." pekik Ricko.


"Dasar laki laki tidak tau malu." ketus Ratih wajahnya sudah merah merona, ia merasa sangat malu kejadian tadi pasti di saksikan oleh Kevin pikir Ratih.


"Aaaaaa..." pekik Ratih memegang perutnya.


"Sayang kamu kenapa...??" sontak Ricko langsung memegang bahu Ratih.


"Sakit mas, aaaaaa sakit."---


"Kevin, Kevin cepat..." teriak Ricko sudah sangat khawatir.


Kevin yang mendengar suara teriakan Ricko pun langsung menyalakan mobil.


****

__ADS_1


Di dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Aaaaaa sakit mas. perutku sakit." Ratih masih menjerit kesakitan.


"Sabar sayang sabar, kita sebentar lagi akan sampai. Kevin cepat..."


"B-Baik bos."


"Sakit..." tangan Ratih kini sudah beralih memegang rambut Ricko, bahkan bumil itu menjambak ya dengan sangat kasar.


"Aaagggrrr..." pekik Ricko menahan rasa sakit.


Bukannya malah berhenti menarik rambut Ricko Ratih malah menariknya lebih kuat, bahkan bumil itu memutar bolak balik kepala Ricko. sebuah senyuman terukir di bibir Ratih.


"Sudah sampai." guma Kevin langsung mengehentikan mobil. sontak Ratih langsung melepaskan rambut Ricko.


"Kita pulang." ucap Ratih santai. berhasil dengan cepat membuat dua laki laki dalam mobil dengan cepat menoleh ke arahnya.


"Pulang." ucap Ricko bersamaan dengan Kevin dua laki laki itu masih saja bingung.


"Aku tidak apa apa, aku tidak sakit sama sekali jadi buat apa kita ke rumah sakit mending kita pulang saja aku ingin bobok cantik di rumah." sahut Ratih terlihat sangat santai seperti tidak terjadi apa-apa.


"Sayang bukanya perutmu itu lagi sakit...??" tanya Ricko tetap saja masih bingung.


"Hehehehe, aku tadi mengerjaimu." Ratih menampakkan gigi putihnya.


"Apa...??"----


"Sekarang baru pas, aku sudah memaafkan semua kesalahanmu sayang." Ratih masih saja menampakkan gigi putihnya itu. ya Ratih memang sengaja berpura-pura sakit supaya ia bisa membalas semua perlakuan Ricko yang sangat nyebelin tadi.


**Bersambung....


Netizen : "Thor kemana sih kok kemaren enggak up...??"


Author galak : "Sibuk gue gara gara nenek gue kawin lagi."


Netizen : "Yang benar Thor. cantik amat tu nenek ya masak sudah tua masih laku 😁😁😁


Author galak :"Tau sendiri lah zaman sekarang. nenek-nenek aja udah pada banyak yang bunting 🤭.


Netizen :" Wauuu.... subur amat tu nenek šŸ˜…šŸ˜…šŸ˜…

__ADS_1


Author galak :"Tau sendiri lah lo, gue aja kalah wkwkwkw😁🤭🤭🤫🤫🤫🤫 ini cuma kita berdua aja ya yang tau 🤫🤫🤫**


__ADS_2