Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 129


__ADS_3

Di mansion utama.


Tepat pukul setengah delapan malam Nia dan Kevin memasuki gerbang mansion tersebut.


Kedua-duanya langsung disambut ramah oleh para pelayan mansion.


Nia yang masih merasa kesal dengan kejadian tadi pagi langsung saja melangkah duluan meninggalkan Kevin dari belakang. Dengan langkah kakinya yang di percepat Nia menaiki anak tangga.


Namun sayang, baru saja kakinya menyentuh anak tangga tapi terdengar suara seseorang memanggilnya.


"Nia, sayang kemari." pinta Ibu Susi sembari melayangkan tangannya memanggil Nia.


Nia menoleh, dilihatnya Ibu Susi dan Kakak Ratih sedang duduk bersantai di sofa ruangan keluarga.


Nia pun menghentikan niatnya pergi ke kamar, dia langsung memutarkan badannya berjalan mendekati mereka.


"Ayo sayang duduklah disini sebentar ada sesuatu yang ingin Mama bicarakan dengan mu." Tangan Ibu Susi memukul pelan sofa yang berada di sampingnya.


Nia pun menurutinya, dia langsung menjatuhkan tubuhnya duduk bersebelahan dengan perempuan tua yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri.


"Ada apa?? Kenapa Ibu dan Kakak melihat Nia seperti itu...??" tanya Nia cepat dia merasa seperti sedang dieksekusi saat melihat dua perempuan berada didepannya menatap dengan tatapan serius.


"Kevin, Kemari." pinta Ratih yang kala itu sedang melihat Kevin memasuki ruang keluarga. Sebenernya Kevin mampir karena ia ingin bertemu dengan Ricko. Ada sesuatu yang sangat ingin ia bahas mengenai kantor.


"Iya Nona." Kevin menurutinya segera memilih sofa kosong lalu mendudukinya. Sekilas matanya berada pandang dengan Nia lalu setelah itu kembali teralih kearah Ratih.


"Kebetulan kalian sudah berada di sini. Jadi langsung saja aku ingin mengatakan. Kalau Alfi meminta dede bayi." ucap Ibu Susi langsung to the point dari inti yang ia inginkan.


Seketika itu mata mereka membulat sempurna termasuk Ratih. Ia sebenarnya memanggil Kevin karena ada masalah lain bukan membahas tentang bayi ataupun pernikahan mereka.


"Ibu mereka belum menikah" tutur Ratih merasa tak habis pikir dengan mertuanya ini.


"Apa masalahnya, kalau mereka tidak mau menikah buat saja. Nanti setelah itu bisa menikah. Yang penting aku dan Alfin menginginkan adek bayi." sahut Ibu Susi.


Bukan Alfin tapi Ibu yang sangat menginginkan adek bayi. batin Ratih.


"Tapi itu dosa Bu. Bagaimana mungkin Nia hamil diluar nikah, apa kata orang nanti,


mereka pasti akan berpikir buruk tentang keluarga kita." ucap Ratih.


"Kalau tidak mau mereka berpikir buruk ya sudah, kita harus segera menikahkan Nia dengan Kevin."


"Bagaimana Kevin??, kamu setuju kan menikah dalam waktu dekat ini..??" tanya Ibu Susi.


"Kalau Kevin kapan pun siapa Nyonya." jawab Kevin sekilas melirik kearah Nia.

__ADS_1


"Nah, pengantin pria aja sidah siap apalagi yang kita tunggu." timpal Ibu Susi.


Sementara Nia tidak menjawab apa-apa dia hanya diam membisu melihat ketiga orang itu membicarakan soal pernikahan.


"Kita tanya Nia, dulu." tutur Ratih.


"Tidak perlu tanya, aku yakin Nia pasti sudah tidak sabar pengen menikah bukan. Sudah tiga tahun mereka menunggu waktu baik ini." sahut cepat Ibu Susi. "Lagian jamu ku sudah lama tidak aku gunakan." sambung Ibu Susi namun kali ini dengan nada pelan.


"Nia, kenapa kamu tidak menjawab??" tanya Ratih ia merasa khawatir terhadap adik semata wayangnya. Apalagi melihat wajahnya ditekuk seperti itu.


"Emmm, Nia rasa Nia enggak keberatan. Lagian Nia cuma dua bulan lagi kuliah setelah itu wisuda." jawabnya.


Hati Nia sekan kacau balau sekarang, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Menolak menikah, sampai kapan. Sampai kapan Nia bisa menolak untuk menikah apalagi sekarang ada Kevin sosok laki-laki yang sudah tiga tahun terakhir ini selalu menemaninya.


Masalah Cinta, sudah tentu Nia sangat mencintai Kevin. Hanya saja dia belum siap menikah diwaktu muda serasa kehidupannya tidak bebas, terikat akan tali pernikahan.


Tapi ini sudah tiga tahun Nia bahkan sudah membuat Kevin mengantungkan harapan untuk meminangnya, apalagi semua keluarga sudah sangat setuju akan hal ini.


Apalagi yang di tunggu bukankah lebih cepat lebih baik. Nia menghembuskan nafas kasar.


"Kalau bagitu pernikahan kalian akan di adakan Minggu depan bagaimana...??" tanya Ibu Susi.


"Itu terlalu cepat Bu." bantah Ratih.


"I-Iya Bu, serah Ibu saja." jawab Nia singkat.


"Bagus..."


Akhirnya penantian mu dan Ami akan terlaksanakan. Tuhan terima kasih sudah mengabulkan doa kami.


****


Tok... Tok... Tok...


"Masuk." suara sahutan dari dalam, barulah Kevin selaku orang yang mengetuk pintu memberanikan diri untuk masuk.


Secara perlahan-lahan Kevin melangkahkan kakinya, dilihatnya Ricko sedang sibuk dengan laptop didepannya. Langkah Kevin terhenti saat ia rasa jarak antara dirinya dan bosnya itu sudah cukup.


"Kamu Vin." sekilas Ricko melirik kearah Kevin lalu pandangannya kembali teralih kearah laptop.


"Iya bos. Saya kesini cuma ingin menyampaikan kalau kita harus menghadiri rapat penting besok pagi jam delapan." ucapnya.


"Oh, kenapa kamu tidak memberitahuku melalui email saja, biasanya seperti itu...??"


"Itu karena kebetulan saya mampir kesini tuan sekalian mengantar Tania pulang." jawab Kevin santai.

__ADS_1


Ricko manggut-manggut pertanda mengerti namun sesaat kemudian sebelah alisnya naik begitu cepat.


"Vin..." panggil Ricko.


"Iya Boss"


"Bukankah bulan depan Tania akan wisuda. Bulan ini deskripsi terakhir dia kuliah bukan..??"


"Iya, memangnya kenapa Bos...??" tanya balik Kevin.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku khawatir Nia akan berpindah hati, Ingat Vin wanita itu selalu berkata manis kalau didepan."


" Maksud Boss...??" tanya Kevin tidak tau maksud dari perkataan Ricko barusan. Sekaligus keningnya sontak berkerut dalam.


"Apa kamu tidak pernah Nonton drama Korea...??"


"Tidak Bos, saya tidak punya banyak waktu menonton begitu-begituan."


"Aggrrrr, itulah kesalahan terbesarmu. Seharusnya kamu menonton sebagai film terbaik Korea."


"Apa sebenarnya maksud Boss, saya benar-benar tidak paham...??"


"Ok, jadi begini. Tapi sebelum itu kamu jangan gegabah dulu."


"Baik Boss."


"Bagus... Menurut film yang aku tonton bersama Ratih wanita itu pada umumnya akan merasa bosan jika dia terlalu lama berpacaran. Aku tidak tau pasti cuma tidak salahnya buka jika kamu menyelidiki Tania untuk beberapa hari kedepan."


"Menyelidiki...??"


"Iya, dia punya selingkuhan atau tidak. Tapi kamu tenang saja, aku sebagai calon kakak ipar mu akan membantumu." ucap Ricko.


"Apa itu tidak berlebihan, bagaimana kalau sampai Nia tau. Dia pasti tidak akan senang." tutur Kevin.


"Percayalah kepadaku, aku sangat berpengalaman tentang wanita sekarang. Kalau dia marah kasih saja surat cinta kepadanya. Tapi jangan lupa kamu harus menghilangkan nama penanya. Jangan seperti dulu." Ricko ingat betul kejadian waktu itu, waktu dia meminta Kevin untuk menulis surat cinta. Nama pena sama sekali tidak dihilangkan dalam surat cinta tersebut, hal itu yang membuat ia geram setengah mati.


Bersambung....


JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL AUTHOR YANG LAIN 🤭🤗🥰


- MENIKAH KARENA JANJI


- MENAKLUKKAN HATI TUAN MUDA


MAMPIR YA AUTHOR TUNGGU 😘😘

__ADS_1


__ADS_2