
Suara sepatu seseorang terdengar memasuki toilet wanita langka kakinya yang cepat membuat wanita itu tidak menghentikan niatnya.
"Aaaaa...." pekik Ratih ketika menyadari seseorang telah menarik rambutnya kasar.
"Wanita ****** rasakan pembalasanku, kali ini aku tidak akan mengampunimu lagi matilah kau." ucap Selfi seraya mendorong tubuh Ratih dengan kuat hingga nyaris perut buncit Ratih berbenturan dengan wastafel namun dengan cepat Ratih membalikkan badannya berusaha menepis tangan Selfi yang masih memegang rambutnya.
"Hahhh... apa yang kau lakukan." guma Ratih seraya mundur beberapa langkah.
"Kau ingin tau apa yang akan aku lakukan, baiklah akan aku beritahu dengar baik baik. aku mau membunuhmu dan juga bayi sialanmu itu." teriak Selfi mencoba melangkah mendekati Ratih.
"A-Apa kau sudah gila." guma Ratih juga mundur.
"Ya, karena kehadiran kamu dan bayimu itu membuat aku gila, gara gara kamu aku kehilangan Ricko dan gara gara kamu juga hidupku hancur. kamu dan wanita tua itu, nyonya yang kalian agungkan itu akan menerima balasan dariku. selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia." ucap Selfi penuh penekanan masih melangkah mendekati Ratih.
"Dengarkan aku kita bisa membicarakan ini dengan cara baik baik." bujuk Ratih.
"Tidak ada cara yang lebih baik selain melenyapkan kalian semua." bantah Selfi lalu melayangkak tangannya hendak memukul Ratih dengan cepat Ratih memegang tangan Selfi berusah menghindar namun karena dorongan tangan Selfi yang kuat, hingga membuat Ratih terjatuh ke lantai.
"Aaagggrrr..." pekik Ratih merasa sakit di area perutnya.
"Kenapa lama sekali." guma Ricko matanya tak berhenti memandang ke arah jalan yang menuju toilet laki laki bahkan tidak fokus lagi dengan makanannya. terasa firasat Ricko merasa tidak enak.
"Tuan Ricko." ucap seseorang di samping Ricko berhasil membuat laki laki itu segera menoleh ke arah suara.
"Katrina." guma Ricko mengerutkan keningnya merasa heran dengan keberadaannya putri Fernandez ini.
"Ternyata anda masih mengenali saya." ucap Katrina dengan senyumana manisnya.
__ADS_1
"Ehm, ya tentu." Ricko sedikit menganggukan kepalanya.
"Oh ya sedang apa anda di sini..??" tanya Katrina basa basi.
"Aku---"
"Saya tau anda pasti sedang makan siang." mata Katrina melirik ke arah meja nampak banyak makanan yang masih tersisa.
"Kebutulan sekali saya juga mau makan siang. ehm, apa saya boleh bergabung...??" tanya Katrina tangannya sudah memegang kursi.
"Tentu silahkan." jawab Ricko sedikit mengembangkan senyuman lalu matanya kembali melirik kearah lorong menunggu kedatangan seseorang yang sadari tadi meresahkan hatinya.
"Tuan Ricko." panggil Katrina mencoba mencari pehatian Ricko.
"Ya."
"Ambillah kalau kau ingin."
"Sepertinya aku harus segera ke toilet. permisi." Ricko sudah bangun dari kursi matanya kembali melirik ke arah toilet, laki laki itu hendak melayangkan kakinya.
"Tuan Ricko." panggil Katrina berusaha menahan langkah kaki Ricko. lagi lagi Ricko Kembali melirik ke arah wanita itu.
"Aaaaaa...." pekik Katrina memegang perutnya.
"Kau kenapa....??" tanya Ricko sontak memegang bahu Katrina.
"Sepertinya mah ku kambuh." guma Katrina dengan ekspresi wajah menahan rasa sakit.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan." guma Ricko mengarukkan kepalanya tak gatal.
"Aaaggrrr... rasanya sakit sekali hahhh..."
"Hey kau kemari." panggil Ricko pada seseorang yang berada sedikit jauh darinya, orang itu yang memang bodyguard yang di sediakan khusus oleh ibu Susi untuk melindungi mereka.
"Iya bos." ucap pria itu seraya menundukkan kepalanya.
"Siapkan mobil, cepa!!" perintah Ricko.
"Dan kau bawakan nona Katrina segera ke rumah sakit." sambung Ricko lagi melirik ke arah pria satu lagi.
"Baik bos." jawab mereka bersamaan.
"Tuan Ricko." Katrina memegang erat lengan Ricko, menatap seduh ke arah laki laki itu.
Ricko menghela nafasnya." Nona Katrina saya mohon maaf saya tidak bisa menemani anda." ucap Ricko berusaha melepaskan tangannya.
*****
"Kau tidak akan selamat aku pastikan kau akan mati hari ini juga." guma Selfi seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam tas jinjitnya. sementara Ratih langsung membulatkan penuh matanya bagaimana tidak benda itu nampak putih mengkilat.
"Pergilah kau keneraka wanita ******." teriak Selfi langsung melayangkan tangannya.
🌹🌹🌹🌹🌹
MAAF BANGET BUAT PEMBACA SETIA GADIS GALAK, BUKANNYA AUTHOR SENGAJA ENGGAK UPDETE ATAUPUN MALAS UPDETE TAPI AUTHOR BENAR BENAR SIBUK YANG TIDAK BISA DI ELAKKAN, AUTHOR SAJA TIDAK TAU AKAN MENDAPAT PEKERJAAN SESIBUK INI AUTHOR PIKIR AUTHOR AKAN SEGERA MENTAMATKAN NOVEL INI, TAPI KALAU SEPERTI INI AUTHOR TIDAK TAU APAKAH AKAN TAMAN BULAN INI ATAU TIDAK 😔😔😔😓😞😞
__ADS_1
MAAFKAN AUTHOR 🙏🙏🙏