
"Nyonya..." sapa Kasim Han saat melihat Ratih baru turun dari anak tangga.
Ratih membalas dengan sedikit senyuman lalu pandangannya beralih melihat ke arah pintu utama." Apa pak supirnya sudah datang...??" tanya Ratih bola mata kini menatap ke arah Kasim Han.
"Iya nyonya, pak Rahmat sudah dari tadi menunggu anda turun." jawab Han.
Ratih segera berjalan menghampiri supir, seketika supir itu pun langsung menunduk saat melihat Ratih mendekatinya.
"Maaf membuat pak Rahmat menunggu lama." sapa Ratih.
"T-tidak nyonya saya juga baru sampai." sahut pak Rahmat dengan bibir sedikit gemetar.
Tampa menunggu lama Ratih langsung masuk ke dalam mobil sesaat setelah pak Rahmat membuka pintu mobil. Ratih terdiam membisu di saat perjalan dia sedang berpikir bagaimana reaksi para karyawan nantinya ketika ia datang. karena ini pertama kalinya Ratih pergi ke kantor setelah pernikahannya dengan Ricko.
Mobil yang di tumpangi Ratih pun berhenti tepat di depan gedung kantor, dua penjaga kantor yang berdiri di depan pintu utama langsung berjalan membuka kan pintu mobil untuk. mereka tahu betul kalau mobil yang berada di hadapan mereka sekarang adalah mobil tuan muda Ricko.
Ratih sejenak sempat ragu untuk menginjak kakinya di lantai namun setelah ia berpikir. untuk apa mundur kalau ini semua sudah terjadi, berjalan saja seperti air mengalir, pikir Ratih.
Ratih menurunkan kakinya mencoba keluar mobil, beberapa penjaga di sana pun langsung memberikan tanda hormat mereka, Ratih tersenyum gentir membalas sapaan dari penjaga melihat body panjaga cukup besar membuat Ratih takut sendiri.
__ADS_1
"Nyonya silahkan, tuan muda pasti sudang menunggu anda." ucap salah satu penjaga memberanikan diri seraya mempersilahkan masuk.
Ratih segera melangkah melewati para penjaga, kini Ratih berjalan menuju arah lift banyak sekali para karyawan yang menatapnya dengan tatapan mematikan. mereka juga sangat iri sekarang saat melihat Ratih berpenampilan jauh berbeda dari mereka.
"Lihatlah itu kan wanita yang berhasil menggoda pak Ricko." ucap karyawan A dengan tatapan sinis.
"Iya, body sih ok. tapi sayangnya wanita kelas rendah seperti dia bisa menjadi istri bos kita." ucap karyawan B.
"Aku sampai matipun enggak bakalan tunduk kepadanya, dasar wanita penggoda." tutur karyawan A.
Berbagai cacian terdengar jelas di telinga Ratih, bahkan tidak ada satu orang pun yang terdengar memujinya. namun Ratih tidak ambil pusing dia terus melangkah menuju arah lift.
"Nona Ratih." ucap seseorang di samping Ratih.
"Anda sudah datang mari saya antar ke ruangan tuan muda." tutur Kevin mempersilahkan Ratih menaiki lift lebih dulu.
"Ehm, baik."
"Kenapa pak Kevin bisa berada di bawah...??" tanya Ratih memecahkan keheningan, kini Ratih dan Kevin berada di dalam lift.
__ADS_1
"Itu karena ada beberapa pekerjaan yang harus saya kerjakan di bawah." jawab Kevin.
Ratih hanya mangut mangut pertanda ia mengerti. tak berlangsung lama pintu lift pun terbuka Ratih langsung melangkah menuju arah ruangan Ricko.
Ratih hendak mengetok pintu ruangan Ricko namun ia mengurungkan niatnya, setelah sesat ia mendengar suara wanita berada di ruangan Ricko. rasa penasaran pun meliputi tubuh Ratih sekarang, dengan pelan pelan dan hati hati Ratih membukakan pintu ruangan Ricko.
Ratih berdiri mematung, hati yang merasa nyaman kini telah meledak bagaikan di bom. Ratih seperti di sambar petir di siang bolong hatinya hancur berkeping keping. sesak pun kini melanda di dadanya entah kenapa hatinya terasa sangat sakit. bagaimana tidak seorang istri harus menyaksikan suaminya bercumbu dengan wanita lain dengan mata kepalanya sendiri.
Ratih melangkah mundur menutup kembali pintu ruangan Ricko. tampa ia sadari sebuah tetesan air sebening kristal keluar begitu saja dari kelopak matanya.
"Nona ada apa...??" tanya Kevin merasa bingung.
Ratih tidak menjawab pertanyaan Kevin. mulutnya seakan tak kuasa menjawab pertanyaan Kevin. Ratih masih saja memegang dadanya yang terasa teramat sakit.
Ratih menarik nafas dalam dalam mencoba menenangkan hatinya tapi usahanya sia sia hatinya seolah olah bertambah lebih sakit, apa yang dia lihat tadi masih terbayang jelas di pikirannya.
Kevin bertambah bingung saat melihat Ratih semakin sedih, ia pun sudah penasaran sekarang apa yang terjadi. Kevin hendak membuka pintu ruangan Ricko melihat sendiri apa yang terjadi. namun Ratih menghentikan langkah Kevin.
"Jangan masuk." ucap Ratih kecil namun terdengar jelas di telinga Kevin.
__ADS_1
"Aku harus kuat, aku tidak boleh lemah seperti ini setidaknya aku harus berusaha mempertahankan apa yang telah menjadi milikku sekarang." ucap Ratih lalu menyapu air mata yang membasahi pipinya. Ratih membalikkan badannya langsung melangkah dengan cepat membuka kasar pintu ruangan Ricko.
Brukkk......