Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 55


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi kini Ratih mengantar suaminya ke depan pintu yang juga di ikuti oleh Kevin dan Kasim Han.


"Bos sepertinya kita harus segera berangkat ke acara pertemuan karena tuan Fernandes pasti sudah sampai sekarang." tutur Kevin ketika membukakan pintu untuk Ricko.


"Hem, setelah pertemuan nanti kosongkan jadwalku. aku mau mengajak istriku jalan jalan." ucap Ricko lalu hendak masuk tapi sepertinya ia lupa akan sesuatu. Ricko menoleh cepat ke arah Ratih mengerakkan bola matanya pertanda mengisyaratkan agar Ratih mendekat.


Ratih menatap Ricko dengan perasaan bingung dia tidak bisa mencerna apa yang di isyaratkan oleh Ricko. kemudian Ratih mengangkat ke dua bahunya pertanda kalau ia tidak tahu.


Ricko mendengus dengan kesal setelah itu ia menghampiri istrinya dan langsung melayangkan sebuah ciuman cukup lama di kening Ratih, sehingga membuat wanita itu mematung seketika.


"Selesai. itu namanya kiss semangat, kamu harus terus memberikan ku kiss semangat itu setiap pagi agar aku semangat berkerja." tutur Ricko dengan mengembangkan senyuman manisnya.


"Ayo Vin kita pergi." sambung Ricko lagi lalu langsung masuk ke dalam mobil.


"Dasar tidak tahu malu." ketus Ratih meretakkan giginya. Ratih sudah sangat malu sekarang apalagi ciuman tadi di saksikan oleh Kasim Han dan juga Kevin.


Ricko menurunkan sedikit kaca mobil seraya tertawa kecil dia tahu kalau istrinya sedang kesal sekarang.


"Nanti siang kita makan bersama jadi berdandan lah yang cantik nanti ada supir yang akan menjemputmu." ucap Ricko sebelum mobilnya berjalan menghilang dari pandangan Ratih dan Han.


"Benar benar tidak tahu malu kenapa menciumiku di tempat umum." tutur Ratih yang masih sedikit kesal.


"Han kau mau kemana...??" panggil Ratih saat melihat Kasim Han sudah pergi melangkah sedikit menjauh darinya.


"Saya mau pergi ke taman belakang nyonya ada suatu pekerjaan yang harus saya selesaikan." sahut Kasim Han ketika setelah membalikkan badannya.


"Emm, tapi bukankah tugasmu di sini hanya melayaniku." ucap Ratih seraya berjalan mendekatinya.


Kasim Han yang melihat Ratih semakin mendekatinya pun mencoba mundur selangkah demi selangkah, ia ingat betul ancaman apa yang di berikan Ricko tadi pagi.


"Hei berhenti kenapa kamu malah mundur." kata Ratih kini hampir sampai ke pada Han.


"Haccimmm..... haccimmm.... haccimmm...

__ADS_1


Nyonya jangan dekati saya, saya lagi flu. flu ini juga sangat menular nyonya saya takut nyonya nanti terkena flu juga." ucap Kasim Han memberi alasan dengan cara berpura pura bersin.


"Kamu sakit. kenapa kamu tidak bilang dari tadi kalau begitu aku akan menelpon dokter Mawar untuk memeriksa mu." ucap Ratih.


"Tidak perlu nyonya saya baik baik saja, ini hanya flu biasa saja nanti juga sembuh sendiri." sahut Han cepat, dia terus berusaha keras menjauh dari Ratih.


Ratih diam sesaat memperhatikan gerak gerik Kasim Han. Ratih mengerutkan keningnya dalam seperti ada sesuatu yang janggal pikirnya tapi dia belum tahu apa itu. Ratih melangkah lagi mencoba mendekati Han.


"Diam di tempat jangan bergerak. satu langkah bergerak saja aku pastikan kamu akan mendapatkan hukuman berat." tegas Ratih kini sudah berada tepat di depan Kasim Han.


Ratih mengerakkan tanganya mencoba menyentuh dahi Han, setelah itu ia beralih memegang tangan Han.


"Nyonya tolong biarkan aku hidup kali ini saja saya mohon, saya mohon nyonya tolong jangan sentuh saya." membatin Kasim Han dengan tatapan memohon.


"Badan kamu tidak panas, pernafasan kamu juga normal tidak ada gejala tanda flu sama sekali. atau jangan jangan kamu berbohong lagi ke padaku." tutur Ratih mencoba menerka-nerka.


"T-tidak nyonya." sahut Han dengan bibir gemetar.


"Tidak perlu berbohong aroma mistis sudah tercium di mulutku, kamu pasti berpura pura flu kan."


"Nyonya..."


"I-itu---" Han seperti tercekik dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena itu sudah menjadi privasinya dan Ricko.


"Kalau kamu tidak mengatakannya maka aku akan menyuruhmu telanjang di depan pelayan wanita, kamu mau." ancam Ratih.


Kasim Han menelan ludahnya dengan kasar dia sudah tidak punya pilihan lain sekarang.


"Itu karena tuan muda yang menyuruh saya agar menjauh dari nyonya." tutur Kasim Han seraya menundukkan kepalannya.


"Pak Ricko..."


"Iya, tuan muda merasa tidak nyaman jika saya berdekatan dengan anda nyonya."

__ADS_1


Ratih menghela nafas kasarnya." benar benar ubi karet itu." Ratih menarik tangan Han dan membawanya ke balkon atas.


*****


"Selamat siang tuan muda Ricko." sapa tuan Fernandes dengan ramahnya saat melihat Ricko memasuki acara pertemuan. ya kini Ricko berada di salah satu ruangan VVIP milik kafe ternama di kota A.


"Siang juga tuan Fernandes." sahut Ricko seraya menjabat tangan tuan Fernandes.


"Maaf sudah membuat anda menunggu lama." sambung Ricko lagi.


"Tidak, saya juga baru sampai." sahut tuan Fernandes dengan melayangkan senyuman hangat. rapat pun di mulai.


*****


"Han, dengar nya kamu itu pelayan ku jadi kamu tidak boleh menjauh dari ku." ucap Ratih setelah merebahkan tubuhnya di sofa.


Kasim Han tidak menjawab dia hanya berdiri mematung di samping Ratih.


"Hey, kenapa kamu berdiri saja di situ cepat duduk ada yang ingin aku tanyakan sama kamu."


Namun Kasim Han tetap tidak bergeming dari tempatnya. dia bahkan tidak bergerak sedikitpun.


"Apa aku setiap berbicara denganmu harus terus mengulangi kata kataku." ketus Ratih sudah sangat kesal saat melihat Han tidak bergeming sama sekali.


"Tapi nyonya."


"Han, di sini tidak ada pak Ricko jadi tidak perlu bersikap seperti itu pak Ricko tidak akan tahu, kan pak Ricko lagi berkerja sekarang lagi pula di sini cuma ada kita berdua." tutur Ratih sedikit keras karena dia hampir emosi melihat sikap Han.


"Nyonya..." ucap Han lalu melirik ke arah belakang Ratih.


Ratih melirik ke mana arah Han melirik, setelah itu Ratih langsung melongo bengong saat melihat ada beberapa pelayan lain kini berada di sampingnya.


**Bersambung.....

__ADS_1


πŸ‘‰πŸ‘‰Sangat di tunggu vote dan like ya kak πŸ‘‡πŸ‘‡**


__ADS_2