
Brukkk....
Suara pintu terbuka dengan keras menyadarkan dua sejoli sedang bercumbu. Ricko segera melangkah menjauh dari Selfi bola matanya melirik ke arah pintu. deg.... jantung Ricko kini berdetak lebih cepat dari biasanya bahkan bola matanya tak berkedip menatap Ratih.
"R-Ratih...." terdengar suara Ricko gugup dengan bibir gemetar.
Selfi tersenyum tipis setelah mengetahui kalau Ratih yang membukakan pintu, lalu Selfi melangkah mendekati Ricko menatap ke arah Ricko dengan sangat lekat
"Sayang, apa hukuman buat orang yang mengganggu kenyamanan kita...??" tanya Selfi menatap Ricko dengan tatapan mendamba.
Ratih menatap tajam ke arah Ricko seraya melangkah dengan cepat. menarik paksa tangan Ricko hingga membuat Ricko berdiri tepat di depannya.
Ratih melakukan hal yang sama yang di lakukan Selfi tadi, Ratih berjinjit seraya tangannya merangkul leher Ricko dengan gerak cepat Ratih langsung menanamkan bibirnya di bibir Ricko bahkan ciuman Ratih lebih panas ketimbang yang di lakukan Selfi tadi. Ratih menelusuri lidahnya mencoba menghapus bekas yang di tinggalkan Selfi tadi.
Ricko sedikit terkejut apa yang di lakukan Ratih, Ricko jaga tidak menolak ataupun membantah. Ricko yang terbawa dengan permainan Ratih pun langsung saja membalas ciuman Ratih meletakkan tanganya di pinggang wanita yang menjadi istrinya sekarang.
Selfi mendengus dengan kesal dia merasa muak apa yang ia lihat sekarang, Selfi hendak menjambak rambut Ratih namun tanganya terhenti ketika Kevin dengan cepat merampas tangan yang hendak Selfi layangkan di rambut Ratih.
Setelah Ratih rasa cukup, Ratih mendorong tubuh Ricko menjauh darinya, lalu Ratih membuang semua air ludahnya di hadapan Selfi.
"Chuhhh... chuhhh..." setelah itu Ratih mengambil tisu yang ada di atas meja Ricko dan langsung mengelap mulutnya dengan kasar.
"Nyonya Selfi yang terhormat jejak yang ada tinggalkan di mulut suami saya sudah saya hapus dan sekarang anda boleh keluar dari sini.!" ucap Ratih tegas dengan suara setengah berteriak.
"Dasar wanita m****** berani beraninya kamu berteriak ke padaku." Selfi hendak melayangkan tamparan di pipi Ratih namu dengan cepat Ratih mengambil tangan Selfi dan menghempaskan ya dengan sangat kasar.
"Jangan pernah anda mencoba menganggu rumah tangga saya. atau anda berurusan dengan saya." ucap Ratih seraya menghempas tangan Selfi kasar.
__ADS_1
"Aaauuu...." pekik Selfi, lalu bola matanya menatap ke arah Ricko dengan tatapan memohon.
"Sayang...." rengek Selfi.
" Diam..!! jangan pernah meyebutkan kata sayang lagi kepada suamiku atau saya akan merobek mulut anda." ucap Ratih tampang emosinya.
Ricko segera melirik ke arah Kevin seraya mengisyaratkan sesuatu. Kevin yang tahu akan apa yang di maksud Ricko pun dengan sigap menarik paksa tangan Selfi dan membawanya keluar.
"Kevin apa yang kamu lakukan lepaskan aku." teriak Selfi kini sudah berada di luar ruangan Ricko.
"Brengsek lepaskan aku." teriak Selfi lagi.
Kevin segera menghempaskan tangan Selfi dan langsung meraih ponsel yang ada di sakunya, meletakkan benda itu di telinganya.
"Hallo dengan kantor polisi." ucap Kevin setelah panggilannya terhubung.
"Kurang ajar berani beraninya kamu melaporkan ku ke polisi." tutur Selfi.
"Cepat pergi dari sini atau polisi akan datang dan menangkap mu." sahut Kevin dengan sorot mata tajam.
"Aku tidak akan tinggal diam aku pasti akan membalas apa yang telah kalian lakukan ke padaku. tunggu saja pembalasanku." tutur Selfi lalu langsung pergi.
****
"Sayang...." ucap Ricko mencoba mendekati Ratih yang kini tengah duduk di sofa seraya memijat-mijat kepalanya nampak sedikit pusing.
"Sayang...." ucap Ricko lagi.
__ADS_1
"Jangan mendekat." sahut Ratih cepat dan terdengar tegas.
Ricko menelan ludahnya sangat kasar, dia tahu kalau dia harus berusaha keras menjinakkan Ratih lagi.
"Sayang. ayo kita pergi aku sudah menyiapkan kejutan istimewa untukmu kamu juga pasti sudah sangat lapar sekarang kan." bujuk Ricko.
"Pergi saja sendiri aku sudah tidak lapar lagi." sahut Ratih.
"Sayang jangan seperti itu aku sudah capek capek lo buat kejutan untukmu." bujuk Ricko lagi.
"Kejutan, bukankah tadi itu kejutan yang sangat istimewa." ketus Ratih merasa geram sendiri.
"Sayang tadi apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan." ucap Ricko kini duduk di samping Ratih.
"Oh ya jadi tadi apa yang bapak lakukan...?? tanya Ratih kini menatap Ricko.
"Aku tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi tapi sungguh aku tidak bermaksud melakukan hal itu."
"Bapak tidak usah berbohong saya lihat dengan mata kepala saya sendiri kalau bapak sangat menikmatinya." lalu Ratih langsung bangun dari sofa ingin keluar.
"Sayang kamu mau kemana...??" tanya Ricko.
"Mau ke penjual batu nisan." jawab Ratih cepat.
Ricko menaikan alisnya." Ngapain...??" tanya Ricko lagi.
"Mau menulis nama kamu di situ." ketus Ratih lalu melangkah keluar.
__ADS_1
Sementara Ricko menelan ludahnya dengan sangat kasar setelah membayangkan apa yang akan terjadi.