Gadis Galak Jadi Istri CEO

Gadis Galak Jadi Istri CEO
BAB 24


__ADS_3

"Kenapa pak Ricko bisa disini apa dia mengikutiku, apa ini rumah sahabatnya, apa ini rumah saudaranya, apa ini rumah Tantenya. aagrhhh.... kenapa ubi karet itu ada di sini sih apa dia merencanakan sesuatu, atau dia memperalat ku lagi. jangan jangan ini rumah..." batin Ratih sambil membolak-balik di atas ranjang sungguh banyak sekali pertanyaan yang mengintai pikirannya sekarang, Ratih berusaha keras mengingat saat saat dia belum pingsan namun hasilnya tetap sama Ratih tidak mengingat apapun.


"Aaagrkkk..... kenapa ingatanku Zong sih." teriak Ratih frustasi yang mengacak rambutnya.


"Nyonya muda anda kenapa...??" tanya salah satu pelayan yang menjaga Ratih.


Ratih menatap pelayan yang bertanya kepadanya dengan tatapan menyelidik," Apa ini rumah pak Ricko...??" tanya Ratih yang terus menatap pelayan itu.


Pelayan itu menaikan alisnya," Maksud nyonya tuan muda Ricko...??" tanya balik pelayan itu yang mendapat anggukan dari Ratih.


"Iya nyonya ini Mansion utama keluarga Adiningrat yang merupakan ayah dari tuan muda Ricko."


Ratih menelan ludahnya," Aku harus segera pergi." ucap Ratih yang menepis selimut hendak turun namun tiba tiba saja tubuhnya terjatuh ke lantai.


"Aaaauuu....."


"Nyonya...." ucap pelayan itu lalu mengangkat Ratih duduk di atas ranjang.


"Kenapa kakiku sakit sekali..." ucap Ratih yang menahan rasa sakit.


"Nyonya, sepetinya kaki anda terkilir." ucap pelayan itu," saya akan memanggil kepala pelayanTias." ucap pelayan itu lagi lalu pergi mencari Tias.


"Aaauuu.... sakit sekali." guma Ratih yang mengelus ngelus kakinya.


"Nyonya muda apa anda baik baik saja...??" tanya Tias yang baru datang.

__ADS_1


"Sepertinya kakiku keseleo."


"Nyonya sebaiknya anda segera tidur, besok pagi saya akan memanggil tukang urut untuk melihat kaki nyonya." ucap Tias.


"Aku tidak bisa berlama lama disini, aku harus segera pulang adikku pasti menungguku di rumah. oh Tuhan." ucap Tias sambil menepuk jidatnya.


"Tania... Tania pasti menungguku di rumah, sekarang jam berapa...??" tanya Ratih menatap Tias.


"Sekarang jam setengah satu nyonya."


"Apa... setengah satu, dia pasti sudah tidur sekarang Ratih kau bodoh bodoh kenapa tidak ingat dengan adikmu sendiri." guma Ratih sambil memukul pahanya.


"Nyonya muda tenanglah, nyonya muda akan di antar pulang besok oleh nyonya besar, untuk malam ini nyonya muda menginap di sini." ujar Tias menenangkan Ratih.


"Aku tidak bisa tenang sebelum aku bertemu dengan adikku."


"Pak Kevin, bagaimana mungkin pak Kevin bisa pergi ke rumahku dia bahkan tidak tau tempat tinggalku." sahut Ratih.


"Masalah itu nyonya tidak perlu khawatir, nyonya besar sudah memberi alamat anda, di sini tidak ada suatu apapun yang tidak di ketahui nyonya besar. bahkan nyonya besar sudah mencari informasi tentang anda sebelumnya." ucap Tias menjelaskan.


"Hahhh.... jadi Tante baik itu sudah tau tentang diriku sebelumnya...??" tanya Ratih nampak bingung.


"Benar nyonya, setiap orang tidak bisa sembarangan masuk ke mansion ini tampa seizin dari nyonya besar, Dan juga nyonya besar akan mencari tau tentang siapa saja yang tuan muda Ricko dekati baik itu wanita atau pria." Jawa Tias.


"Nyonya sebaiknya anda segera tidur ini sudah tengah malam tidak baik untuk kesehatan anda nyonya kalau anda masih belum tidur." bujuk Tias.

__ADS_1


"Aku rasa aku sedikit tenang sekarang, baiklah aku akan segera tidur. kalian tidak perlu menjagaku aku baik baik saja." ujar Ratih dia merasa tidak nyaman terus saja di awasi.


"Sebelumnya saya minta maaf nyonya, kami akan tetap menjaga nyonya karena itu perintah nyonya besar. beliau tidak inggin anda kenapa kenapa nyonya." ucap Tias.


Ratih membuang nafas dengan kasar, "Terserah kalian saja." sahut Ratih lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


🌹🌹🌹


Akhirnya pagi pun menampakkan batang hidungnya, hari ini matahari bersinar sedikit lebih cerah dari hari sebelumnya. membuat sinar matahari menebus celah celah kamar yang di tempati Ratih sekarang.


"Aaauuuppp....." Ratih menguap sambil mengucek ngucek matanya.


Ratih meluruskan tulang tulangnya dia merasa tulangnya sedikit kaku banyak sekali suara yang di timbulkan saat dia meluruskan talang tulangnya.


"Hey... aku ini dimana...??" guma Ratih ketika sadar kalau ini bukan kamarnya.


Seketika itu pula datanglah pelayan yang menjaga Ratih sambil membawa beberapa tentengan di tangannya yang berisi baju.


"Nyonya anda sudah bangun." ucap pelayan itu.


Sejenak Ratih diam dia mengingat apa yang telah terjadi kepadanya, tak butuh waktu lama Ratih sudah sadar kalau dia kini sekarang berada di mansion Ricko.


**Bersambung ......


Maafkan banget kak episode 23 sedikit pendek, author benar benar minta maaf karena author punya kegiatan yang tidak bisa di tinggalkan. harap maklum 🙏🙏🙏

__ADS_1


Nanti sore author akan author up lagi mohon bersabar ya buat para reader, jangan lupa vote dan like ya kak 🤭😁**


__ADS_2